Curhat Gelandang Persib: Kenangan Dicuekin Pelatih, Kayak Diputusin Pacar

oleh Erwin Snaz diperbarui 21 Feb 2021, 21:45 WIB
Gelandang Persib Bandung, Abdul Aziz, menggiring bola saat melawan Persiwa Wamena pada laga Piala Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Senin (11/2). Persib menang 7-0 atas Persiwa. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Bandung - Sosok Jaino Matos asal Brasil berperan penting dalam karier sepak bola gelandang Persib Bandung, Abdul Aziz Lutfi Akbar. Berkat Jaino, pemain kelahiran Bandung, 14 Februari 1994 itu kini menjelma sebagai gelandang yang bisa diandalkan Persib saat ini.

Sebelum ke Persib senior, Aziz menjadi kapten tim Persib U-21 di bawah asuhan Jaino Matos. Sayangnya, Persib U-21 gagal lolos ke play-off menuju babak 8 besar.

Advertisement

Gagal ke babak 8 besar, Manajemen Persib pun membentuk Diklat Persib dan Jaino Matos kembali dipercaya untuk memimpin Akademi Persib.

"Dari situ hanya beberapa pemain yang masuk ke Diklat Persib, yaitu saya, Febri Hariyadi, dan Zola kalau gak salah, itu angkatan pertama Diklat Persib," ujar Aziz dalam channel Youtube Persib.

Beberapa bulan kemudian, manajemen Persib membentuk tim Maung Ngora, namun Aziz tersingkir. Jaino Matos kecewa dengan pemain yang juga jago bermain futsal ini.

"Pada saat itu ada uji coba Porda kemudian uji coba melawan Semen Padang, padahal kami sudah janji tidak akan ikut uji coba tapi malah ada jadwal melawan Semen Padang dan hasilnya kurang baik (0-0), jadi kami enggak lolos," jelas Aziz.

"Di situlah coach Jaino kecewa dengan Aziz dan teman-teman, terutama Aziz karena saya kapten saat itu. Di situ merasa terpuruk, Aziz sedih sekali karena coach Jaino sangat beda terhadap Aziz," katanya.

"Ditelepon dan SMS sudah tidak merespons. Jadi enggak pernah ngobrol sampai beberapa tahun dan tahun 2016 baru komunikasi lagi sama coach Jaino," tambah Aziz yang akhirnya gabung Persib Bandung senior pada 2019 itu.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Futsal Menolong Karier

Gelandang Persib Bandung Abdul Aziz tak menganggap laga tandang menggunakan perjalanan darat sebagai beban. (Foto: MO Persib Bandung)

Saat itu, Aziz berharap banyak memperkuat Diklat Persib Bandung. Ia akhirnya memutuskan bergabung ke Semen Padang yang sangat serius menginginkannya.

Tak lama di Semen Padang, karier Aziz pun terhenti seiring dengan adanya larangan bergulirnya sepak bola Indonesia dari FIFA, sehingga kontrak bersama Semen Padang dihentikan.

Lepas dari Semen Padang, Aziz kembali bermain futsal yang sudah lama digelutinya. Olahraga itu diakui Aziz sudah digelutinya sejak masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Karena di SMA selalu berpotensi juara futsal, Alhamdulillah sering juara, lebih dari 30 kali juara. Dalam satu tahun bisa 10 kali juara turnamen futsal," jelas Aziz.

Futsal menjadi jalan terbaik Aziz karena saat itu, setahun lebih sepak bola Indonesia vakum.

"Jadi ada Liga Futsal yang nawarin saya dan profesional juga, pada saat itu namanya Libido FC, gaji juga lumayan, ya sudah saya ambil saja tawaran itu," ucap Aziz.

"Ahamdulillah saya menikmati futsal dan lewat futsal membantu saya di sepak bola karena dari futsal banyak teknik-teknik yang bisa dibawa ke sepak bola," ungkap Aziz mengakhiri.

Berita Terkait