3 Alasan Mengapa Chelsea Bisa dengan Enteng Menyingkirkan FC Porto dari Liga Champions

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 13 Apr 2021, 22:00 WIB
Para pemain Chelsea merayakan gol yang dicetak oleh Ben Chilwell ke gawang FC Porto pada laga Liga Champions di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Kamis (8/4/2021). Chelsea menang dengan skor 2-0. (AP Photo/Angel Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Chelsea menjamu Porto dalam leg kedua perempat final Liga Champions yang digelar di venue netral, Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Rabu (14/4/2021) dini hari WIB. Setidaknya ada tiga alasan kuat mengapa Mateo Kovacic dkk. bisa melenggang mulus ke semifinal.

Chelsea sudah punya keuntungan dua gol tandang yang didapatkan dari leg pertama yang kala itu digelar di tempat yang sama, Estadio Ramon Sanchez Pizjuan.

Advertisement

Tim asuhan Thomas Tuchel itu diyakini akan mendominasi jalannya pertandingan dan memperbesar agregat keunggulan mereka.

Chelsea berhasil menang 2-0 atas Porto dalam leg pertama perempat final. Mason Mount dan Ben Chilwell menjadi pahlawan kemenangan The Blues kala itu.

Menjalankan dua laga di venue netral memang membuat banyak hal masih bisa terjadi. Bukan tidak mungkin Porto kali ini akan bangkit setelah mempelajari permainan Chelsea dari pertemuan pertama mereka.

Kendati demikian, ada tiga alasan kuat mengapa FC Porto bakal tunduk di tangan Chelsea pada leg kedua perempat final Liga Champions 2020/2021.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 4 halaman

Langsung Bangkit Usai Dibantai West Bromwich

Mateo Kovacic (Chelsea) berjalan penuh sesal setelah West Bromwich Albion sukses mencetak gol dalam lanjutan Liga Inggris 2020/2021, Sabtu (3/4/2021). (MIKE HEWITT / POOL / AFP)

Chelsea, yang menjadi tim 'tandang' terakhir kali, akan menjadi 'tuan rumah' pada Selasa ini dan memasuki pertandingan dengan keunggulan penting 2-0 berkat gol dari Mason Mount dan Ben Chilwell. Tak masalah meski laga ini digelar bukan di Stamford Bridge, sebab keuntungan dua gol bakal jadi faktor penting.

Akan tetapi, hal non-teknis lainnya adalah soal momentum. Setelah kemenangan itu, The Blues menampilkan penampilan terbaik mereka di bawah Thomas Tuchel akhir pekan lalu ketika mereka mengalahkan Crystal Palace 4-1 di laga tandang dan akan berupaya untuk membawa momentum itu ke depan.

Padahal, mereka baru saja dibantai 2-5 dari West Bromwich sebelum bangkit menang 4-1 atas Crystal Palace. Momentum ini akan dijaga betul, terlebih Tuchel baru sekali kalah dari 16 laga yang dimainkannya bersama Chelsea.

3 dari 4 halaman

Skuad Sehat

Chelsea harus menelan kekalahan 2-5 dari West Bromwich Albion pada pertandingan pekan ke-30 Premier League 2020/2021. (AFP/Clive Rose)

Menjelang pertandingan, manajer Chelsea Thomas Tuchel tidak memiliki masalah cedera serius. Andreas Christensen, yang absen pada pertandingan akhir pekan melawan Crystal Palace ikut melakukan perjalanan ke Spanyol bersama anggota skuad lainnya. Namun, pemain Denmark itu mungkin tidak akan buru-buru dimainkan.

Sebagai gantinya, ada kemungkinan akan ada beberapa perubahan yang dilakukan pada sisi yang mengalahkan Eagles pada akhir pekan. Thiago Silva, yang mendapatkan istirahat satu minggu yang baik setelah absen dalam pertandingan melawan Palace karena skorsing, bisa ditempatkan di jantung pertahanan Chelsea, diapit oleh Cesar Azpilicueta dan Antonio Rudiger.

Callum Hudson-Odoi mungkin akan memberi jalan bagi Reece James di bek sayap kanan karena kemampuan pertahanan pemain Inggris yang lebih baik sementara Ben Chilwell diperkirakan akan terus di kiri di depan Marcos Alonso. Edouard Mendy tetap menjadi pilihan pertama di gawang.

Pindah ke tengah taman, N'Golo Kante mendapat kesempatan membangun kebugarannya dengan penampilan pengganti di dua pertandingan terakhir. Tapi orang Prancis itu bisa menjadi starter pada Selasa malam melawan Porto, dengan Mateo Kovacic bermitra dengannya. Yang pertama akan ditugaskan untuk menghentikan permainan di tengah, sementara yang terakhir akan berusaha memberikan dorongan menyerang.

4 dari 4 halaman

Statistik Berbicara

Chelsea - N'golo Kante, Mason Mount, Cristian Pulisic, Timo Werner (Bola.com/Adreanus Titus)

Chelsea tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan mereka di Liga Champions UEFA musim ini (M7 D2), memenangkan tujuh dari delapan pertandingan terakhir mereka.

Sementara FC Porto tidak pernah menang dalam tujuh pertemuan terakhir Liga Champions melawan tim-tim dari Inggris (S2 K5). Adapun kemenangan terakhir mereka melawan tim Inggris di kompetisi terjadi pada Desember 2016 melawan Leicester City.

Chelsea mencatatkan clean sheet dalam tujuh dari sembilan pertandingan terakhir mereka di Liga Champions. Selain itu, The Blues telah memenangkan empat pertandingan kandang terakhir mereka melawan Porto di semua kompetisi.

Sumber: Berbagai sumber

Berita Terkait