Respons PT LIB Terkait Isu Liga 1 Tanpa Degradasi dan Pengurangan Kuota Pemain Asing

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 29 Apr 2021, 17:45 WIB
Shopee Liga 1 2020 Logo. (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, buka suara mengenai adanya wacana Liga 1 2021/2022 digelar tanpa sistem degradasi. Akhmad Hadian mengaku belum bisa memastikan kebenaran kabar tersebut.

Liga 1 2021/2022 rencananya bakal digelar tanpa sistem degradasi. Hal ini dilakukan karena masih dalam situasi pandemi COVID-19.

Advertisement

Namun, Akhmad Hadian menyebut pihaknya belum menerima informasi terkait wacana tersebut dari PSSI. Seandainya sudah diputuskan, PT LIB bakal mengikuti yang terbaik soal sistem Liga 1 2021/2022.

"Kalau itu tanya ke PSSI karena regulasinya kan dari sana. Kami siap menjalankan apapun sistem yang akan dipakai," kata Akhmad Hadian Lukita.

Selain itu, PT LIB juga belum bisa mengonfirmasi wacana pengurangan kuota pemain asing di Liga 1 2021/2022. Wacana tersebut terungkap setelah CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, dalam wawancara dengan media lokal Kalimantan Selatan menanti rencana PSSI dalam penguarangan kuota pemain asing sebelum membentuk skuad Liga 1 2021/2022.

"Nah, itu isu dari mana ya? Saya tidak tahu tiba-tiba muncul berita itu. Saya belum bisa bilang itu hoax atau tidak, akan tetapi memang mendengar apapun soal itu," tegas Akhmad Hadian Lukita.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Ubah Format

Shopee Liga 1 - Logo Klub (Bola.com/Adreanus Titus)

PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga berencana mengubah format Liga 1 2021/2022. Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, menyebut Liga 1 2020/2021 berencana mengadopsi sistem bubble atau gelembung seperti Piala Menpora 2021.

Pengubahan format Liga 1 2021/2022 direncanakan untuk bisa menekan penyebaran COVID-19 yang masih tinggi di Indonesia. Namun, rencana tersebut belum final karena masih akan dibahas bersama PSSI dan seluruh klub peserta kompetisi.

"Masih kami coba dan harapkan menghindari risiko yang paling berat atau kami coba yang tidak ada risiko karena kalau membuat format seperti kandang-tandang biasa itu kami melihat masih ada risiko," kata Akhmad Hadian Lukita.

Format bubble seperti ini mirip dengan yang dilakukan Piala Menpora 2021. Artinya, Liga 1 2021/2022 berencana digelar terpusat pada satu pulau untuk meminimalisir risiko terbentuknya klaster baru COVID-19.

"Makanya akan pakai sistem gelembung lagi, tinggal dilihat nanti digelar di mana. Seperti home tournament, akan tetapi nanti akan disebar ke titik-titik tertentu. Kelihatannya di Jawa, namun untuk itu tergantung masukan dari semua pihak nantinya," tegas Akhmad Hadian Lukita.

Berita Terkait