Sepenggal Kisah Gelora Dewata, Klub Bali yang Pernah Berkiprah di Piala Winners Asia

oleh Abdi Satria diperbarui 25 Jun 2021, 12:45 WIB
Nus Yadera bersama Gelora Dewata di Piala Winners Asia, foto dalam tayangan YouTube Omah Balbalan.

Bola.com, Makassar - Kompetisi sepak bola Indonesia pernah diwarnai oleh sepak terjang Gelora Dewata, klub milik mendiang HM. Mislan yang berdiri pada 1989 dan bermarkas di Bali.

Prestasi terbaik Gelora Dewata yang belakangan berganti nama menjadi Deltras Sidoarjo ini adalah meraih trofi juara Piala Galatama 1993 dan runner-up Kompetisi Galatama musim 1993/1994.

Advertisement

Tak hanya di level nasional, Gelora Dewata juga pernah berkiprah di Piala Winners Asia musim 1994/1995. Dalam channel Youtube Pinggir Lapangan, dua mantan pemain Gelora Dewata, Nus Yadera dan Misnadi Amrizal Pribadi mengungkap pengalaman pahit dan manis bersama tim yang mereka perkuat selama sepuluh tahun beruntun.

"Kami betul-betul menikmati karier sebagai pesepak bola ketika bermain di Gelora Dewata. Prestasi yang diraih pun berkat kebersamaan dan kekeluargaan tinggi seluruh elemen tim," kenang Nus Yadera dan diamini Misnadi.

Nus Yadera pertama kali bergabung di Gelora Dewata pada 1992 usai berkostum klub Galatama lainnya, Perkesa Mataram. Berawal dari ajakan rekannya di Perkesa, Eko Prayogo untuk menemui mendiang Suharno, pelatih Gelora Dewata yang kemudian mengajaknya ke Bali. "Saya beruntung karena Perkesa juga langsung memberi surat keluar," ungkap Nus Yadera.

Dalam hitungan bulan, Misnadi menyusul bergabung dari Bentoel Galatama. "Almarhum Suharno menjemput saya di rumah. Dari Lumajang saya menyeberang ke Bali," terang Misnadi.

Bersama Gelora Dewata nama Misnadi mencuat setelah mencetak gol penentu juara di Piala Galatama 1993. Pada partai puncak yang berlangsung di Stadion Gelora 10 November Surabaya, 25 Oktober 1993, Gelora Dewata mengalahkan Mitra Surabaya lewat gol Misnadi pada menit 88.

Kemenangan itu sangat berkesan karena materi pemain Gelora Dewata saat itu kalah mentereng dari Mitra Surabaya yang diperkuat sejumlah nama mentereng seperti Yusuf Ekodono, Ibnu Grahan, Marzuki Badriawan, Mustaqim dan Hanafing. "Modal kami saat itu hanya semangat dan kerja keras," timpal Nus Yadera.

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Pengalaman Pahit Piala Winners Asia

HM Mislan pendiri Putra Gelora dan pemilik Gelora Dewata (Bola.com/Robby Firly)

Musim 1994/1995, Gelora Dewata mendapat kesempatan mewakili Indonesia berkiprah di Piala Winens Asia. Menurut Misnadi, kesempatan ini disambut antusias para pemain Gelora Dewata yang mayoritas tak pernah tampil di event internasional.

Langkah Gelora Dewata di ajang ini terbilang baik dengan melangkah sampai babak kedua. Di babak ini, Gelora Dewata bertemu dengan Kuala Lumpur FA (Malaysia) memakai sistem tandang kandang.

Di markas lawan, Gelora Dewata kalah 1-2. Saat mendapat giliran menjamu lawan sama, Gelora Dewata menang 2-0. Kemenangan ini mengantar mereka menghadapi Telephone Org (Thailand) di babak 8 Besar.

Namun, sepekan jelang keberangkatan, Gelora Dewata mendapat kabar pahit. Di mana mereka mendapat sanksi diskualifikasi karena memainkan Vata Matanu Garcia yang belum mengantongi ITC dari klub lamanya. "Kami tentu kecewa berat karena gagal melanjutkan kiprah di level Asia," pungkas Nus Yadera.

 

Sumber: Youtube Pinggir Lapangan

Berita Terkait