Piala Wali Kota Solo Ditunda, Arema Belum Putuskan Rencana Selanjutnya

oleh Iwan Setiawan diperbarui 28 Jun 2021, 22:44 WIB
Renshi Yamaguchi (dua kanan) sebelumnya berseragam klub Lampang FC, tim yang bermain di kasta kedua Liga Thailand. Rensi diproyeksikan pelatih Eduardo Almeida di lini tengah sebagai gelandang. (Foto Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Solo - Kabar penundaan Piala Wali Kota Solo membuat para peserta terkejut. Mayoritas tim, termasuk Arema FC, sejak sudah berada di Solo untuk bersiap melakoni laga perdana, Selasa (29/6/2021).

Namun sore tadi turnamen ini resmi batal digelar karena pihak kepolisian tak memberikan ijin. Penyebabnya, penyebaran covid-19 di Jawa Tengah dinilai masih tinggi.

Advertisement

Arema FC sebagai salah satu kontestan malam harinya dapat surat resmi dari penyelenggara. “Arema telah resmi menerima surat pembatalan Piala Wali Kota Solo. Arema sebenarnya sangat bersemangat mengikuti turnamen ini dengan tujuan membangkitkan kembali sepak bola Indonesia di tengah pandemi,” jelas Media Officer Arema, Sudarmaji.

Bola.com sempat mengkonfirmasi perwakilan manajemen dan pemain yang saat ini berada di Solo. Manajemen dan tim pelatih akan berdiskusi lebih dulu untuk menentukan program tim ke depan. Saat ini rombongan masih berada di hotel sambil menunggu keputusan apa yang akan diambil pelatih dan manajemen.

Bek sayap Arema, Rizky Dwi Febrianto terlihat cukup terkejut dengan pembatalan turnamen ini. Dia dan pemain lain sempat optimistis turnamen bisa berjalan. Apalagi, ajang ini sudah ditunda lebih dari sepekan karena alasan yang sama.

“Ditunda?? tulis Rizky dalam story akun instagramnya.

Sementara pemain senior seperti Dendi Santoso dan Ahmad Alfarizi memilih tidak berkomentar. Mereka mengarahkan pertanyaan awak media untuk konfirmasi langsung kepada manajemen Arema FC.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

Rasa Kecewa

Awalnya Diego merasa rasa canggung dan segan saat memasuki lapangan. Namun semua berubah kala Dendi Santoso dan Ahmad Alfarizi menyapanya. Mereka pernah sama-sama di Timnas Indonesia U-23 tahun 2011 silam. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Yang jelas, ada rasa kecewa dari pemain. Mereka sudah menjalani persiapan taktik hingga kesehatan sebelum ke Solo.

Rombongan Arema menjalani swab antigen sebelum berangkat. Begitu tiba di Solo, mereka kembali jalani tes serupa. Tujuannya benar-benar membuat turnamen ini steril dari virus corona.

Tapi semua itu jadi sia-sia karena turnamen urung digelar. Arema dijadwalkan bertanding melawan Persib Bandung di hari pertama, 29 Juni. Laga itu sebenarnya menarik animo pencinta sepak bola Tanah Air.

Duel panas biasanya mewarnai pertemuan kedua tim. Apalagi sekarang Arema tampil dengan wajah baru. Pelatih dan pemain asing baru membuat fans mereka penasaran.