Liga 1 Ditunda Hingga Akhir Juli 2021, PSM Tidak Merasa Diuntungkan

oleh Abdi Satria diperbarui 29 Jun 2021, 18:45 WIB
Pelatih PSM Makassar, Syamsuddin Batola, mengamati permainan anak asuhnya saat melawan Borneo FC Samarinda pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Makassar - Caretaker pelatih PSM Makassar, Syamsuddin Batola, sempat berharap Liga 1 2021/2022 tetap berjalan sesuai jadwal. Namun, pada akhirnya PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) memutuskan untuk menunda perhelatan kompetisi karena imbauan dari BNPB.

Penundaan Liga 1 dan Liga 2 dilakukan setelah PSSI dan PT LIB menerima surat dari PT LIB menerima surat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Advertisement

Dalam surat yang ditantangani Kepala BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito, berisi permintaan pemerintah untuk menunda penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2.

"Disampaikan melalui surat itu, diharapkan kepada PSSI dan PT LIB untuk menunda pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2. Dalam surat itu disampaikan pula ditunda sampai akhir Juli 2021," kata Yunus Nusi dalam konferensi pers virtual, Selasa (29/6/2021).

 

Namun, setelah kompetisi akhirnya ditunda, Syamsuddin Batola menepis anggapan kondisi ini menguntungkan PSM Makassar yang cukup terlambat mempersiapkan tim jelang Liga 1 2021/2022 yang rencananya kini akan dimulai pada akhir Juli mendatang. Bahkan hingga saat ini PSM masih menunggu kedatangan pemain dan pelatih baru.

Bahkan beberapa saat sebelum PSSI mengumumkan penundaan tersebut, pelatih caretaker PSM Makassar, Syamsuddin Batola, enggan berkomentar banyak mengenai kabar penundaan. Ia memilih fokus untuk mempersiapkan timnya.

"Saya fokus mempersiapkan tim," ujar Syamsuddin Batola dalam latihan PSM di Lapangan Bosowa Sport Centre, Selasa (29/6/2021) sore WIT.

Video

2 dari 2 halaman

Berkomunikasi Intens dengan Pelatih Baru

PSM Makassar dalam persiapan menuju Liga 1 2021/2022. (Bola.com/Abdi Satria)

Syamsuddin Batola juga mengungkapkan ia bersama para asisten lainnya baru melakukan komunikasi dengan pelatih anyar PSM Makassar.

Hal itu termasuk membicarakan program latihan yang diterapkan dalam beberapa hari ke depan.

"Saya juga melaporkan kondisi terkiri pemain dan tim," ungkap Syamsuddin.

Namun, ia enggan menjawab pertanyaan mengenai keberadaan sang pelatih baru. Satu hal yang pasti, penundaan kompetisi membuat PSM bisa menambah waktu untuk bisa menjalankan program pelatih baru yang akan datang sebelum kompetisi benar-benar dimulai.

CEO PSM, Munafri Arifuddin, mengungkapkan sang pelatih tiba di Indonesia pada awal pekan ini. Berdasarkan aturan, ia harus menjalani karantina selama lima hari.

Berita Terkait