Persiapan Ganda Putra Menuju Olimpiade 2020: Kevin / Marcus Sudah Oke, Hendra / Ahsan Belum Maksimal

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 07 Jul 2021, 17:45 WIB
Pasangan Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan saat melawan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 di Swiss, Minggu (25/8). Indonesia menang 25-23, 9-21, 21-15. (AFP/Fabrice Coffrini)

Bola.com, Jakarta - Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, buka suara mengenai persiapan anak asuhnya untuk tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Menurut Herry IP, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sudah dalam kondisi siap, sedangkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan belum maksimal.

Indonesia mengirimkan dua wakil dari nomor ganda putra pada Olimpiade Tokyo 2020. Mereka adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Advertisement

Mengacu pada latihan sampai Rabu (7/7/2021), Herry IP menilai kondisi Kevin/Marcus sudah siap tempur. Herry IP bahkan terkejut dengan peningkatan performa dari pasangan nomor satu ranking BWF itu.

"Persiapan di ganda putra sampai tadi pagi menurut saya sudah ada perubahan yang signifikan untuk Kevin/Marcus. Mereka saya rasa sudah siap bertanding," kata Herry IP dalam konferensi pers virtual.

Sementara itu, Herry IP menyebut Hendra/Ahsan masih butuh peningkatan performa lagi untuk betul-betul siap tampil di Olimpiade 2020. Hendra/Ahsan akan digenjot selama 10 hari pada masa adaptasi dan karantina di Kumamoto, Jepang.

"Hendra/Ahsan masih butuh waktu persiapan di Kumamoto agar lebih baik dan lebih siap lagi. Sebab, Hendra ada masalah pada kakinya," tegas Herry IP.

Tim bulutangkis Indonesia akan bertolak ke Jepang pada Kamis (8/7/2021) malam WIB. Rombongan akan menghabiskan waktu selama 10 hari di Kumamoto sebelum masuk Athletes Village di Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Juli mendatang.

"Saya optimistis dengan adanya waktu 10 hari tersisa untuk latihan agar bisa lebih fokus. Kami akan memaksimalkan persiapan terakhir itu sebelum masuk Athletes Village," tegas Herry IP.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Buta Kekuatan Lawan

Pertandingan antara kedua pasangan berjalan alot sejak awal, kedudukan sempat sama kuat 17-17 sebelum akhirnya Kevin/Markus menyudahi gim pertama dengan 21-19. (AP/Rui Vieira)

Herry IP tak menampik adanya tekanan terkait beban dari sektor ganda putra untuk target medali emas Olimpiade 2020. Menurut Herry IP, peta persaingan terbuka karena masing-masing tim persiapannya tak terpantau setelah lama tidak bertanding.

"Saya kira kondisinya sekarang 0-0 karena Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan terakhir kali bermain di All England pada Maret lalu. Setelah itu tidak ada pertandingan," ucap Herry IP.

"Kami juga tidak pernah tahu kekuatan lawan yang sesungguhnya sehingga perlu memperhatikan satu per satu," tegas Herry IP.

Terkait target medali emas pada Olimpiade 2020, Herry IP menyebut kuncinya adalah memperhatikan suasana hati pemainnya sebelum bertanding. Hal itulah yang akan dilakukannya pada setiap pertandingan.

"Ganda putra ditargetkan untuk memberikan medali sehingga ini yang saya atur untuk mengatasi suasana hati dan mental mereka pada hari pertandingan karena sudah lama tidak main. Drawing juga menentukan seberapa jauh pemain bisa melaju pada turnamen," tegas Herry IP.