Penyesalan Bos Ducati, Seharusnya Jorge Lorenzo Bisa Kalahkan Marc Marquez

oleh Hendry Wibowo diperbarui 17 Jul 2021, 09:30 WIB
Pembalap Ducati Jorge Lorenzo berselebrasi usai memenangkan balapan MotoGP Austria di Red Bull Ring, Minggu (12/8/2018). (AP Photo/Kerstin Joensson)

Bola.com, Jakarta - Jorge Lorenzo dan Ducati adalah sebuah kisah yang berakhir prematur. Singkat cerita, Ducati merekrut pembalap asal Spanyol itu pada MotoGP 2017 dari tim pabrikan Yamaha.

Targetnya jelas, Jorge Lorenzo diharapkan Ducati bisa mengakhiri dominasi Marc Marquez bersama Repsol Honda.

Advertisement

Apalagi pimpinan proyek Ducati di MotoGP, Gigi Dall'Igna menceritakan kans timnya kala itu merekrut Marc Marquez sangat mustahil karena dibentengi oleh Honda.

"Menandatangani kontrak dengan Marquez tidak mungkin, jadi kami memutuskan untuk mengambil Jorge karena dia adalah satu-satunya pembalap yang bisa mengalahkannya," kata Dall'Igna baru-baru ini kepada MCN.

Seperti diketahui, musim perdana Jorge Lorenzo bersama Ducati berakhir buruk. Juara dunia MotoGP tiga kali itu hanya merasakan tiga podium.

Awal musim MotoGP 2018, performa Jorge Lorenzo semakin buruk. Sehingga Ducati memutuskan mengontrak Danilo Petrucci untuk menemani Andrea Dovizioso pada musim 2019.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Jorge Lorenzo Melesat

Jorge Lorenzo saat bersama Ducati (AP/Eric Alonso).

Nahasnya ketika Ducati memutuskan tidak memperpanjang kontrak Jorge Lorenzo pada MotoGP 2019, tren performa X-Fuera justru meningkat drastis.

Tercatat usai kabar dirinya tidak lagi bekerja untuk Ducati musim 2019, ia justru mengakhiri MotoGP 2018 dengan catatan tiga kemenangan plus sekali podium kedua.

Dall'Igna pun kini menyesali kerja sama dengan Jorge Lorenzo berakhir prematur. Karena jika berlangsung lebih lama, bukan tidak mungkin Jorge Lorenzo bisa jadi juara dunia mengalahkan Marc Marquez.

"Saya menyesal Ducatti tidak mendapatkan hasil yang diharapkan dengannya (Jorge Lorenzo), karena saya pikir itu mungkin terjadi," ujarnya.

Jorge Lorenzo sendiri harus pensiun penghujung MotoGP 2019 setelah menjalani musim buruk bersama Repsol Honda lantaran dibebat cedera demi cedera.

Sumber: MCN