Kilas Balik: Ketika Lifter-lifter Indonesia Persembahkan 3 Medali di Olimpiade Tokyo 2020

oleh Andrya Nabil Fauzan diperbarui 05 Agu 2021, 15:45 WIB
Eko Yuli Irawan - Atlet senior ini sukses menambah pundi-pundi medali lewat angkat besi kelas 61 kg putra. Eko yang takluk dari musuh bebuyutannya, Li Fabin (China) harus puas meraih medali perak di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto/AP/Luca Bruno)

Bola.com, Jakarta - Perjuangan Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020 sudah berakhir pada Senin (2/8/2021). Tercatat Indonesia berhasil meraih lima medali dari ajang yang diselenggarakan di ibu kota Jepang tersebut.

Dari delapan cabang olahraga yang diikuti Indonesia, dua di antaranya berakhir dengan hasil manis, yaitu dari angkat besi dan bulutangkis.

Advertisement

Menurunkan lima lifter di lima kelas, angkat besi berhasil mendulang tiga medali. Medali tersebut disumbangkan oleh tiga lifter, yakni Windy Cantika Aisah (49 kg putri, perunggu), Eko Yuli Irawan (61 kg putra, perak), dan Rahmat Erwin Abdullah (73 kg putra, perunggu).

Sedangkan lifter Deni (67 kg putra) dan Nurul Akmal (87 kg putri) gagal mempersembahkan medali bagi Indonesia di Olimpiade tahun ini.

Bola.com akan merangkum perjalanan para lifter dalam meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020. Yuk disimak!

 

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 4 halaman

Windy Cantika Aisah

Windy Cantika Aisah yang turun di nomor 49kg putri cabang olahraga angkat besi berhasil meraih medali perunggu serta medali pertama bagi Indonesia lewat total angkatan 194 kg. (Foto: AP/Luca Bruno)

Indonesia mendapatkan medali pertama dari ajang Olimpiade Tokyo 2020. Adalah berkat kontribusi Windy Cantika Aisah yang turun di nomor 49kg putri cabang olahraga angkat besi.

Bertanding di Tokyo International Forum, Sabtu (24/07/2021), Windy Cantika meraih medali perunggu lewat total angkatan 194 kg. Bukan hanya medali perdana Indonesia, ini juga medali pertama untuk Windy Cantika pada ajang Olimpiade.

Sementara itu medali emas didapat oleh atlet China, Hou Zhihui yang juga membukukan rekor Olimpiade. Adapun perak disabet wakil India, Chanu Mirabai.

Dengan catatan ini, Windy Cantika menjaga tren medali dari cabor angkat besi pada gelaran Olimpiade. Statistik menunjukkan cabor angkat besi mulai meraih medali pada Olimpiade yang dilaksanakan di Sydney pada 2000.

3 dari 4 halaman

Eko Yuli Irawan

Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan meraih medali perak di Olimpiade Tokyo cabor angkat besi. (AFP/Vincenzo PINTO).

Tepat satu hari setelah Windy bertanding, lifter senior Eko Yuli Irawan mempersembahkan medali perak pada lomba yang diselenggarakan Minggu (25/07/2021).

Turun di nomor 61 kg, Eko Yuli Irawan menyabet medali perak setelah membukukan catatan snatch 137kg. Pada jenis angkatan clean and jerk, lifter berusia 32 tahun ini sukses mengangkat beban sebesar 165kg.

Dia mencatatkan total angkatan 302kg, lebih berat delapan kilogram atas lifter asal Kazakhstan, Igor Son. Medali emas disabet lifter China, Fabin Li, dengan total angkatan 313 kg.

Meskipun gagal mempersembahkan emas, Eko Yuli Irawan sukses mempersembahkan empat medali secara berturut-turut dalam empat edisi Olimpiade, yakni Olimpiade Beijing 2008, Olimpiade London 2012, Olimpiade Rio 2016, dan terakhir Olimpiade Tokyo 2020.

4 dari 4 halaman

Rahmat Erwin Abdullah

Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah merayakan di podium setelah memenangkan medali perunggu cabang angkat besi 73 kg putra Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo, Jepang, Rabu (28/7/2021). Rahmat Erwin Abdullah berhasil menyumbang medali perunggu untuk Indonesia. (AP Photo/Luca Bruno)

Medali kembali datang kepada Indonesia setelah Rahmat Erwin Abdullah berhasil mempersembahkan perunggu pada lomba yang diselenggarakan pada Rabu (28/07/2021).

Turun di nomor 73 kg, Rahmat Erwin Abdullah tanpa ragu berhasil mengangkat beban dengan total angkatan sebesar 342 kg.

Adapun 342 kg tersebut terdiri atas 152 kg angkatan snatch dan 190 kg angkatan clean and jerk

Itulah kilas balik para lifter yang berhasil mempersembahkan medali bagi Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020 ini.

 

Ajang multievent Olimpiade Tokyo 2020 bisa pembaca Bola.com saksikan melalui TV teresterial INDOSIAR dan O Channel. Selain itu juga bisa di layanan over the top (OTT) VIDIO baik gratis maupun berbayar dengan 12 channel tambahannya, serta channel Champions TV 1, 2 dan 3 yang dikelola IEG (Indonesia Entertainment Group), salah satu anak perusahaan di Emtek Group. Yuk nikmati sajian live streamingnya dengan mengklik tautan ini.

Berita Terkait