Timnas Indonesia Ngebet Berkandang di Jakarta International Stadium

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 17 Agu 2021, 17:25 WIB
Suasana pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) yang terlihat dari Waduk Cincin, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (16/8/2021). Selain penyelenggaraan Formula E, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan JIS diresmikan akhir tahun ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Bola.com, Jakarta - Sekjen PSSI, Yunus Nusi terpesona dengan kemegahan Jakarta Internasional Stadium (JIS). Pihaknya menginginkan Timnas Indonesia dapat berkandang di stadion ini ketika pembangunannya telah usai.

"Jangankan klub, Timnas Indonesia juga berharap bisa bermain di sini untuk laga kandang. Pasti, baik itu keluarga besar sepak bola maupun pemain Timnas Indonesia," kata Yunus Nusi dalam konferensi pers di lapangan latihan JIS, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (17/8/2021).

Advertisement

JIS masih dalam tahap konstruksi. Stadion yang rencananya berkapasitas 82 ribu penonton itu ditargetkan akan rampung pada Desember 2021.

JIS diproyeksikan untuk menjadi markas Persija Jakarta. Selain klub ibu kota, Timnas Indonesia juga nafsu bermain di stadion ini. Wajar, mengingat JIS bakal menjadi stadion paling modern di Indonesia.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat, Timnas Indonesia bisa berlatih di sini. Insyaallah kami yakin, baik itu pelatih dan pemain, akan senang bermain di stadion ini," ungkap Yunus Nusi.

Yunus Nusi menceritakan, Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri sampai terkagum-kagum dengan kualitas rumput dari lapangan latihan JIS.

"Sekilas melihat rumput ini, Indra Sjafri langsung lihat 'Waduh, ini bagus betul Pak Sekjen. Kalau anak-anak di sini, ini sangat membanggakan'. Para pelatih juga senang bila berlatih di sini," jelasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 3 halaman

Kerja Sama dengan Jakpro

Konferensi pers Pemprov DKI Jakarta, PSSI, dan KONI Pusat terkait Jakarta International Stadium (JIS). (Istimewa).

PSSI baru saja bekerja sama dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku project owner JIS untuk mengoptimalkan stadion demi pengembangan industri olahraga Indonesia.

Perjanjian itu ditandatangani di lapangan latihan JIS pada Selasa (17/7/2021) siang WIB atau bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia (RI).

Kerja sama antara PSSI dengan Jakprio meliputi pelaksanaan event dan pertandingan nasional serta internasional, komersialisasi stadion dan kawasan, pengembangan penggunaan lapangan latihan, lapangan utama dan kawasan, dan pengembangan olahraga sepak bola nasional dengan standar internasional.

"Hari ini, dilakukan penandatanganan optimalisasi JIS dalam rangka memajukan olahraga, khususnya sepak bola di Indonesia," ucap Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto.

"Lapangan latihan JIS pada 9 September 2021 akan kami buka dan secara resmi bisa dimanfaatkan. Sudah ada dua Sekolah Sepak Bola yang berkomitmen akan berlatih di sini."

"Tujuan optimalisasi ini yang paling utama adalah bagaimana memajukan olahraga, khususnya sepak bola. Pada Desember 2021, kami akan melakukan soft launching untuk lapangan utama," terangnya.

3 dari 3 halaman

Timnas Indonesia Ngebet Main di JIS

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama manajemen Persija dan The Jakmania mengunjungi Jakarta International Stadium. (Media Persija).

JIS dibangun di lahan seluas 22 hektar dan bangunan stadion didirikan di atas lahan 375,7 meter persegi. Pembangunan stadion ini diperkirakan memakan biaya hingga Rp4,08 triliun.

JIS juga dirancang tanpa lintasan atletik, berbeda seperti stadion besar di Indonesia pada umumnya.

Yunus Nusi sudah tidak sabar melihat para pemain Timnas Indonesia berlatih dan bertanding di JIS. PSSI begitu ngebet untuk segera mencicipi stadion ini.

"Setidaknya kami diberikan izin mengklaim suatu saat nanti, anak-anak Timnas Indonesia memiliki homebase yang sekelas JIS. Kami sudah menyampaikan dan melihat, stadion ini merupakan satu di antara stadion di Indonesia berstandar FIFA," tutur Yunus Nusi.

"Bahkan sekilas, jangankan teriakan pemain, nafasnya pemain terdengar sampai ke tribune penonton karena tidak ada lintasan atletik. Ini yang diharapkan dan diinginkan oleh FIFA. Seluruh stadion di negara-negara berkembang, diharapkan bisa memberikan yang terbaik untuk para penonton dan suporternya," ungkap mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI ini.

Berita Terkait