2 Kali Rasakan Titel Juara Liga 1, Ini Pesan Coach Teco untuk Kemajuan Sepak Bola Indonesia

oleh Hendry Wibowo diperbarui 31 Agu 2021, 16:15 WIB
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, saat melawan Semen Padang pada laga Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Jawa Barat, Senin (11/3). Bali United menang 2-1 atas Semen Padang. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Stefano Cugurra Teco bisa dibilang salah satu pelatih asing dengan rekam jejak paling mentereng di sepak bola Indonesia. Bagaimana tidak, dua titel juara Liga 1 diraihnya.

Tercatat sudah tiga tim yang ia tangani. Di Persebaya Surabaya sebagai pelatih fisik, berlanjut di Persija Jakarta sebagai pelatih kepala, dan kini menjadi arsitek Bali United.

Advertisement

Adapun gelar juara Liga 1 masing-masing ia persembahkan untuk Persija dan Bali United. Sebelum berkarier di Indonesia, Stefano Cugurra Teco terlebih dahulu melatih tim-tim asal negara Asia lainnya.

Sebut saja beberapa tim negara Thailand. Seperti Chiangrai United, Phuket, Osotspa Samut Prakan, dan Royal The Navy. Oleh karena itulah, sosok pelatih asal Brasil itu tahu betul perbandingan sepak bola Indonesia dengan negara lain.

Dia menyebut sepak bola Indonesia wajib meningkatkan fasilitas jika ingin terus berkambang. "Ya, saya sudah melatih di beberapa negara dan harus diakui soal fasilitas, Indonesia memang kalah jauh," kata Stefano Cugurra Teco saat diwawancara channel Youtube Pikal Wolfgang.

"Namun ada satu kelebihan sepak bola Indonesia yaitu antusiasme luar biasa dari suporter. Namun jelas, jika ingin lebih maju ketimbang negara tetangga seperti Thailand atau Vietnam, Indonesia harus meningkatkan fasilitas," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Pesan untuk Pelatih Muda

Pelatih Bali United, Alessandro Stefano Cugurra memberikan instruksi kepada pemain dalam laga pembukaan BRI Liga 1 2021/2022 melawan Persik Kediri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/8/2021). Bali United menang 1-0. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar

Stefano Cugurra Teco turut memberikan saran untuk karier pelatih muda di Indonesia. Menurutnya seorang pelatih harus berpikir positif dan menjalin komunikasi dengan bagus.

"Saya pikir sangat penting berpikir positif. Lalu di dalam tim ada 28-30 pemain dengan karakter berbeda. Jadi penting punya komunikasi yang baik," kata Stefano Cugurra Teco.

"Lalu dengan staf kepelatihan, entah itu asisten, pelatih fisik, Anda harus bikin suasana bagus. Terlepas Anda pelatih muda atau tua, komunikasi itu penting dan berpikir positif," tambahnya.

3 dari 3 halaman

Inspirasi

2. Stefano Cugurra Teco (Bali United) - Teco tetap bertahan bersama Bali United sambil menunggu kelanjutan Shopee Liga 1 musim ini. Setelah meraih back to back juara Liga 1, peracik strategi asal Brasil tersebut memburu hattrick kampiun di Indonesia. (Bola.com/M.Iqbal Ichsan)

Berbicara inspirasi, Teco ternyata memiliki figur yang membuatnya fokus berkarier di dunia kepelatihan. Ia menyebut terdapat dua tokoh pelatih asal tanah kelahirannya Brasil yang membuatnya terinspirasi.

Pertama adalah Gildo Rodrigues yang tidak lain adalah ayah Teco. Sejak kecil ia sudah diperkenalkan dengan sepak bola hingga dari sisi kepelatihan. Teco mengaku ayahnya adalah sosok yang profesional sebagai seorang pelatih baik sejak di akademi, klub, hingga kelompok usia di Timnas.

"Dari umur 4-5 tahun sudah melihatnya melatih, masuk usia 15 sampai 17 tahun masih ikut ayah saya. Dia contoh tepat untuk saya, dan satu rumah. Sampai saya menjadi pemain, pelatih fisik, dan sekarang jadi pelatih tim profesional berkat ayah," terang Teco. 

"Ayah saya pernah melatih klub di Liga Brasil dan juga level Timnas, jadi soal CV sudah lengkap. Ayah saya sudah meninggal tapi pasti senang melihat saya sekarang," kata Stefano Teco.

Sumber: Channel Youtube Pikal Wolfgang 

Berita Terkait