Pemerintah Minta Masyarakat Patuh dan Sadar Prokes COVID-19

oleh Hanif Sri Yulianto diperbarui 31 Agu 2021, 21:40 WIB
Ilustrasi memakai masker. Credit: pexels.com/Polina

Bola.com, Jakarta - Pemerintah terus mengajak masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) guna melanjutkan tren positif penanganan COVID-19 di Indonesia. Kedisiplinan dan kesadaran ini jadi satu faktor penentu menahan laju penularan wabah dan mengakhiri pandemi.

Pernyataan tersebut ditegaskan Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas COVID-19, Sonny Harry B Harmadi, dalam dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN bertajuk Dialog Semangat Selasa', Selasa (31/8/2021). yang disiarkan Kemkominfo TV.

Advertisement

"Semua pihak harus meneruskan ikhtiar dan menjaga tren positif ini agar bisa terus ditingkatkan. Angka positivity rate, misalnya, sekarang sudah cukup rendah yakni 12,3 persen, tetapi masih harus diturunkan hingga di bawah 5 persen," kata Sonny

Disiplin prokes oleh masyarakat dikatakan sangat penting. Belajar dari negara-negara lain, sering kali terdapat lonjakan kasus ketika penerapannya dilonggarkan.

"Sementara, mutasi virus baru muncul ketika terjadi lonjakan kasus. Varian baru virus ini berpotensi mengganggu efektivitas vaksin. Karena itu, kita harus berupaya agar lonjakan kasus tidak terjadi, dengan cara mempertahankan protokol kesehatan," imbuhnya.

Sejalan dengan itu, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali, Senin (30/8/2021). Kebijakan ini akan berlaku selama sepekan sejak 31 Agustus 2021 hingga 6 September 2021.

Secara umum, penanganan pandemi COVID-19 telah menunjukkan perkembangan yang baik. Satu di antaranya berkat kerja sama pemerintah dan masyarakat dalam penerapan beberapa penyesuaian.

Meski diperpanjang, dilakukan beberapa penyesuaian agar kegiatan sosial masyarakat bisa berjalan.

Maka itu penerapan prokes secara disiplin pada semua sektor menjadi perhatian pemerintah. Tak ketinggalan, kolaborasi untuk memperkuat upaya testing, tracing, treatment (3T) serta tentunya percepatan vaksinasi.

Berbagai negara di dunia, melalui otoritas berwenang maupun ahli-ahli di bidangnya berpendapat virus COVID-19 ini akan hidup berdampingan dengan manusia dan tidak akan hilang sepenuhnya hingga masuk ke fase endemik.

Untuk itu, kewaspadaan tetap dibutuhkan, khususnya penggunaan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak harus menjadi kebiasaan baru. Hal ini akan menyeimbangkan upaya perlindungan kesehatan terhadap COVID-19 dengan pembukaan kegiatan masyarakat.

"Kita berharap, masyarakat tidak sekadar patuh, melainkan sadar bahwa protokol kesehatan itu perlu. Saat ini tingkat kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya protokol kesehatan mencapai 60 persen," tegas Sony.