5 Masalah yang Harus Segera Dibenahi MU Jelang Liga Inggris 2026/2027

Berikut lima masalah utama Manchester United yang terlihat saat menghadapi AC Milan, menjelang Liga Inggris 2026/2027.

Bola.com, Jakarta - Manchester United menutup pramusim dengan kekalahan 2-4 dari AC Milan di Polandia. Hasil tersebut menjadi alarm bagi Michael Carrick sebelum Setan Merah memulai persaingan di Premier League 2026/2027.

MU sebenarnya dua kali berada dalam posisi unggul. Namun, Milan mampu mencetak tiga gol hanya dalam 14 menit pada babak kedua dan membalikkan keadaan.

Kekalahan tersebut memperlihatkan sejumlah persoalan yang masih harus dibenahi Carrick. Lini pertahanan terlihat rapuh, sementara ketergantungan terhadap Bruno Fernandes dalam membangun serangan juga masih sangat besar.

Berikut lima masalah utama Manchester United yang terlihat saat menghadapi AC Milan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

1. Posisi Bek Kiri Masih Jadi Masalah

Posisi bek kiri menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar Manchester United.

Luke Shaw mendapat kesempatan tampil melawan Milan, tetapi performanya belum meyakinkan. Ia beberapa kali kesulitan menghadapi pemain lawan dan menjadi salah satu titik yang dapat dieksploitasi.

Situasi tersebut membuat kebutuhan MU untuk mendatangkan bek kiri baru semakin mendesak.

Nama Lewis Hall disebut sebagai salah satu target utama. Selain itu, Myles Lewis-Skelly dan David Raum juga masuk dalam radar.

Jika tidak ada perubahan signifikan, sektor kiri pertahanan berpotensi menjadi titik lemah MU pada musim baru.

2. Terlalu Bergantung kepada Bruno Fernandes

Bruno Fernandes masih menjadi pemain paling penting dalam kreativitas Manchester United.

Gelandang asal Portugal itu kembali menunjukkan perannya ketika memberikan umpan yang berujung pada gol Harry Maguire.

Namun, masalahnya adalah MU masih terlalu bergantung kepada Bruno untuk menciptakan peluang.

Ketika Bruno tidak mampu memberikan perbedaan, kreativitas Setan Merah terlihat menurun drastis. Karena itu, pemain lain seperti Mason Mount dan Youri Tielemans diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar.

MU membutuhkan lebih banyak sumber kreativitas agar permainan mereka tidak mudah ditebak.

3. Harry Maguire Mulai Mengkhawatirkan

Harry Maguire memang mencetak gol dalam pertandingan kontra Milan. Namun, performanya secara keseluruhan masih menyisakan tanda tanya.

Bek tengah asal Inggris itu beberapa kali kehilangan posisi dan terlibat dalam proses terjadinya gol Milan.

Dengan jadwal Manchester United yang semakin padat pada musim 2026/2027, Carrick membutuhkan kedalaman skuad yang lebih baik di lini belakang.

Maguire mungkin tidak akan menjadi pilihan utama di setiap pertandingan. Namun, performa seperti saat menghadapi Milan menunjukkan bahwa MU masih membutuhkan peningkatan di sektor pertahanan.

4. Lini Depan Belum Meyakinkan

Manchester United menghabiskan banyak uang untuk memperkuat lini depan, tetapi produktivitas para penyerangnya masih belum konsisten.

Matheus Cunha kesulitan memberikan pengaruh besar saat menghadapi Milan. Sementara Benjamin Sesko masih belum sepenuhnya konsisten sejak bergabung dan kini harus menepi karena cedera.

Bryan Mbeumo memang menunjukkan beberapa hal positif selama pramusim. Namun, ia masih perlu meningkatkan ketajamannya di depan gawang.

MU tidak boleh kembali menjalani musim dengan masalah penyelesaian akhir. Jika peluang tidak dikonversi menjadi gol, pekerjaan Carrick akan semakin berat.

 

5. Manchester United Perlu Mempertahankan Marcus Rashford

Kembalinya Marcus Rashford menjadi salah satu sisi positif dalam kekalahan dari AC Milan.

Rashford masuk sebagai pemain pengganti dan menunjukkan sejumlah momen menjanjikan.

Masa depan penyerang asal Inggris itu memang masih menjadi tanda tanya. Namun, mempertahankan Rashford bisa menjadi solusi untuk meningkatkan pilihan di lini depan.

Ketika berada dalam kondisi terbaik, Rashford tetap menjadi salah satu penyerang paling berbahaya yang dimiliki Manchester United.

Kehadirannya juga dapat membantu mengurangi ketergantungan MU terhadap pemain tertentu untuk mencetak gol.

Sumber: Express

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer