BRI Liga 1: Arema FC Datangkan Pelatih Kiper Baru, Kebutuhan Sekaligus Pemborosan

oleh Iwan Setiawan diperbarui 05 Sep 2021, 19:45 WIB
Jarot Supriadi, mantan pelatih kiper Timnas Indonesia U-19 yang kini ditunjuk menjadi pelatih kiper Arema FC di BRI Liga 1 2021/2022. (Dok. Arema FC)

Bola.com, Jakarta - Jelang menjalani laga pertama di BRI Liga 1 2021/2022 hari ini, Minggu (5/9/2021), Arema FC mendatangkan seorang pelatih kiper baru. Jarot Supriadi, nama yang sudah tidak asing di dunia kepelatihan penjaga gawang, resmi menjadi bagian dari Singo Edan.

Jarot Supriadi sebelumnya merupakan pelatih kiper Timnas Indonesia U-19 dan Bali United. Namun, yang menarik, bagaimana nasib Felipe Americo yang juga berstatus pelatih kiper Arema FC?

Advertisement

Kedatangan Jarot membuat posisi Felipe saat ini turun. Pelatih kiper asal Brasil itu kini berstatus asisten pelatih kiper di Arema FC. Mantan pelatih kiper Barito Putera itu bukannya tidak memuaskan, melainkan tidak lolos verifikasi.

PT Liga Indonesia Baru dan PSSI memperketat lisensi para pelatih yang bisa dikontrak oleh klub Liga 1 pada musim ini. Pelatih kiper pun harus memiliki lisensi AFC C dan lisensi kiper level 1.

Sementara Felipe baru memiliki sertifikat kepelatihan yang tidak bisa disetarakan dengan lisensi tersebut. Jadi dia tidak bisa duduk di bench pemain Arema FC dalam laga resmi.

 

 

2 dari 4 halaman

Kolaborasi

Felipe Americo saat memberi materi latihan pada kiper Arema FC. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Peran pelatih kiper sangat krusial. Keberadaannya harus memutuskan dan memberikan masukan kepada kiper yang akan mendapatkan kepercayaan untuk tampil di lapangan hijau. Namun, posisi tersebut sekarang diisi oleh Jarot, karena dia memiliki lisensi B AFC dan kiper level 2.

Dalam sesi latihan, keduanya tetap diminta berkolaborasi menangani empat kiper yang ada di skuad Arema FC, yaitu Adilson Maringa, Teguh Amiruddin, Kurniawan Kartika Ajie, dan Andriyas Francisco.

"Kolaborasi di sektor pelatih kiper ini diharapkan makin memperkuat tim Arema FC ke depannya, mengingat kompetisi sudah berjalan," ujar media officer Arema FC, Sudarmaji.

 

3 dari 4 halaman

Kebutuhan dan Pemborosan

Liga 1 - Ilustrasi Logo Arema FC BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Jika melihat proses perekrutan Jarot, bisa dibilang Arema FC ada di antara dua hal yang bertolak belakang, yaitu kebutuhan dan pemborosan.

Butuh karena mereka harus punya pelatih kiper yang bertugas dalam laga resmi. Sementara untuk pemborosan, karena Arema FC tetap mempertahankan Felipe. Ia sudah dikontrak untuk satu musim ini.

Sebenarnya bukan kali ini saja Arema FC memiliki dua pelatih kiper sekaligus. Pada musim 2018, Arema FC memiliki Branislad Radojcic dan Yanuar Hermansyah. Namun, hasilnya masih belum signifikan. Gawang Arema FC tetap saja kebobolan cukup banyak.

4 dari 4 halaman

Persaingan di BRI Liga 1

Berita Terkait