5 Faktor Kunci yang Bisa Bikin Manchester United Gulung Young Boys

oleh Rizki Hidayat diperbarui 14 Sep 2021, 18:30 WIB
Bek Manchester United, Diogo Dalot berusaha membuang bola saat bertanding melawan Young Boys di grup H Liga Champions di The Stade de Suisse di Bern (19/9). (Alessandro Della Valle/Keystone via AP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United akan bersua Young Boys pada laga pertama Grup F Liga Champions musim ini di Stade de Suisse Wankdorf, Selasa (14/9/2021) malam WIB. MU berbekal tren oke untuk menang besar atas Young Boys.

Pertandingan ini penting bagi Manchester United untuk menjaga persaingan di Grup F. Apalagi, ada Atalanta dan Villareal yang harus dihadapi tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer untuk bisa lolos ke-16 besar.

Advertisement

Namun, Manchester United yang datang sebagai penantang diunggulkan sebagai pemenang. Sedikitnya ada lima alasan yang membuat Setan Merah bisa membawa pulang poin penuh dari markas Young Boys.

Apa sajakah itu? Berikut ini adalah lima faktor kunci yang bisa membuat Manchester United meraih kemenangan meyakinkan atas Young Boys.

 

2 dari 6 halaman

Unggul Head to Head

Ekspresi Anthony Martial usai dijegal oleh pemain Young Boys pada laga lanjutan liga champions yang berlangsung di stadion Old Trafford, Rabu (28/11). Manchester United sukses menang 1-0 atas Young Boys. (AFP/Oli Scarff)

Manchester United sudah dua kali bertemu dengan Young Boys pada penyisihian grup Liga Champions, yakni pada musim 2018/2019. Dua pertandingan itu berhasil disapu bersih oleh Tim Setan Merah.

Pertemuan pertama yang berlangsung di markas Young Boys, Manchester United menang dengan skor 3-0. Sementara itu di Old Trafford, The Red Devils kembali mengalahkan wakil Swiss tersebut dengan skor 1-0.

3 dari 6 halaman

Manchester United On Fire

Kemenangan Manchester United kali ini tak lepas dari peran Paul Pogba yang memberikan dua assist. Skor 4-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. (Foto: AFP/Oli Scarff)

Manchester United tengah on fire ketika melawat ke markas Young Boys dalam penyisihan Grup F Liga Champions musim ini. Tim Setan Merah belum terkalahkan dalam empat laga pertamanya di Premier League.

Pada laga terakhirnya, anak asuh Ole Gunnar Solskjaer tersebut bahkan mampu mengalahkan Newcastle United dengan skor mencolok 4-1. The Red Devils juga memimpin klasemen Premier League dengan 10 poin.

 

4 dari 6 halaman

Skuad Lebih Mentereng

Bruno Fernandes bersama Cristiano Ronaldo di laga Manchester United versus Newcastle United di Liga Inggris. (OLI SCARFF / AFP)

Manchester United punya skuad yang lebih mentereng ketimbang Young Boys. Tim yang bermarkas di Old Trafford itu dihuni banyak pemain top Eropa seperti Bruno Fernandes dan Paul Pogba.

Pada bursa transfer musim panas 2021, MU juga kedatangan tiga pemain bintang, yakni Jadon Sancho, Raphael Varane, dan megabintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo.

5 dari 6 halaman

Faktor Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo langsung memberikan efek luar biasa untuk Manchester United. Tampil perdana pada momen comeback, ia langsung mencetak dua gol saat melibas Newcastle United 4-1. (Foto: AFP/Oli Scarff)

Rekrutan anyar Manchseter United, Cristiano Ronaldo, bisa menjadi pembeda pada laga melawan Young Boys. Pasalnya, track record-nya pada ajang Liga Champions sudah tidak perlu diragukan.

Ronaldo sudah meraih trofi Liga Champions sebanyak lima kali. Dia juga masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa kompetisi di Benua Eropa tersebut.

Solskjaer Ungguli David Wagner

 

6 dari 6 halaman

Solskjaer Ungguli David Wagner

Jadon Sancho. Sayap berusia 21 tahun ini ditebus Manchester United dari Borussia Dortmund senilai 85 juta euro. Ia selalu diturunkan pelatih Ole Gunnar Solskjaer di tiga laga awal Setan Merah di Liga Inggris musim ini. (Foto: AFP/Adrian Dennis)

Di atas kertas, manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, lebih unggul dari David Wagner, manajer Young Boys. Solskjaer pernah mengalahkan Wagner yang menukangi Huddersfield pada ajang Premier League 2018/2019.

Solksjaer juga punya rasio kesuksesan yang lebih tinggi dari Wagner, yakni 1,83 berbanding 1,31 poin per laga.

Sumber: Berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Mustopa El Abdy/Gia Yuda Pradana/Published: 14/09/2021)

Berita Terkait