BRI Liga 1: Terkait Kisruh di PSS, Marco Gracia Paulo Sampaikan Permintaan Maaf

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 01 Okt 2021, 23:45 WIB
Dirut PSS Sleman, Marco Gracia Paulo (kanan) bersama direktur komersial PSS, Yoni Arseto dalam acara temu media di Sleman, Jumat (27/8/2021). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Jakarta - Dirut PSS Sleman, Marco Gracia Paulo menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada publik klub kebanggaan wong Sleman. 

Diketahui, Marco Gracia Paulo baru-baru ini melontarkan pernyataan kontroversial dalam menyikapi unjuk rasa yang dilakukan oleh para suporter PSS.

Advertisement

Muncul pernyataan Marco Gracia Paulo yang mengisyaratkan bakal membawa keluar PSS dari Sleman setelah diminta suporter memecat Dejan Antonic.

Aksi protes yang dilancarkan para pendukung PSS adalah buntut rentetan hasil jeblok di BRI Liga 1 2021/2022. Tim berjulukan Elang Jawa berada di papan bawah klasemen sementara setelah hanya mengoleksi empat poin dalam lima laga.

Emosi para pendukungnya pun meluap. Baik kelompok suporter Brigata Curva Sud (BCS) maupun Slemania sepakat menuntut agar Dejan Antonic sebagai pelatih kepala mengundurkan diri. Dejan dianggap tidak mampu membawa perubahan di tim PSS.

"Kepada seluruh masyarakat Sleman dan tentunya para suporter, saya menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan tersebut. Situasi selama dua hari yang melelahkan membuat saya pribadi merasa kecewa dengan perkembangan yang ada," jelas Marco Gracia Paulo, Jumat (01/10/2021) malam.

"Ditambah dengan adanya tekanan untuk langsung melakukan pergantian pelatih kepala, akhirnya secara spontan terucap kalimat tersebut. Tak ada maksud untuk menyakiti siapapun dengan kalimat itu. Saya ingin sampaikan, PSS adalah milik Sleman dan akan tetap ada di Sleman," lanjut dia.

 

 

 

2 dari 4 halaman

Sempat Berdialog

Dirut PSS Sleman, Marco Gracia Paulo. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Sebelumnya terjadi dialog dengan perwakilan suporter melalui sambungan telepon terkait tuntutan mundurnya pelatih kepala PSS, Dejan Antonic, Kamis (30/9/2021).

Meski manajemen PSS sudah memberikan tanggapannya lewat pernyataan di akun resmi, tapi pendukung tetap menuntut agar pelatih asal Serbia tersebut harus angkat koper.

"Saya mengerti dan memahami kekecewaan fans dengan hasil yang didapatkan sampai pada pekan kelima kompetisi. Seperti pernyataan yang sudah disampaikan, evaluasi telah dilakukan dan telah diambil langkah strategis untuk memastikan tim kembali ke performa terbaiknya," jelas Marco Gracia Paulo yang notabene eks CEO Badak Lampung FC.

3 dari 4 halaman

Jaga Komitmen

Pemain PSS Sleman, Irfan Jaya merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Rabu (29/09/2021). PSS Sleman kalah 1-3. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pihaknya kembali meyakinkan ke publik Sleman tentang komitmen untuk membuat klub berlogo Candi Prambanan itu berprestasi lebih baik.

Hanya saja menurutnya masih memerlukan kesabaran untuk mewujudkan hal itu, khususnya dengan situasi dan persiapan di tengah situasi pandemi COVID-19.

"Percayalah dengan komitmen kami. Dukungan Sleman Fans sangat berarti, dengan bersabar dan mengingatkan kami untuk lebih bekerja keras mewujudkannya," kata Marco.

"Dengan capaian tim yang belum maksimal di kompetisi Liga 1, tekanan fans untuk meraih kemenangan, mengganti pelatih dan lainnya sangat menguras fisik dan emosi".

Di tengah situasi yang pelik saat ini, PSS dijadwalkan menghadapi Persik Kediri dalam lanjutan pekan keenam BRI Liga 1, Minggu (3/10/2021). Marco optimistis Bagus Nirwanto dkk. bisa bangkit dan meraih hasil maksimal.

"Saya percaya penuh pada tim ini dan juga kepada tim pelatih untuk tetap mendapatkan hasil yang terbaik. Saya mengajak semuanya untuk tetap mendukung dan berdoa agar mereka dapat menuntaskan tugasnya dengan baik di dalam maupun di luar lapangan," tandas Marco Gracia Paulo.

4 dari 4 halaman

Di Mana Posisi PSS Saat Ini?

Berita Terkait