Pede Kalahkan Timnas Indonesia, Chinese Taipei Terinspirasi Epic Comeback pada 2015

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 11 Okt 2021, 16:30 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, tak sepenuhnya puas dengan kemenanga 2-1 yang diraih atas Chinese Taipei pada laga leg 1 Play Off Piala Asia 2023. (dok. AFC)

Bola.com, Buriram - Chinese Taipei menyambut antusias laga leg kedua play-off kualifikasi Piala Asia 2023 melawan Timnas Indonesia di Buriram Stadium, Senin (11/10/2021) malam WIB.

Kapten Chinese Taipei, Wu Chun-ching, mengaku siap mengulangi epic comeback yang pernah dilakukan timya pada 2015.

Advertisement

Chinese Taipei takluk 1-2 dari Timnas Indonesia pada leg pertama play-off kualifikasi Piala Asia 2023. Hasil itu memang tak menutup peluang Chinese Taipei untuk melaju ke babak selanjutnya.

Secara matematis, Chinese Taipei cukup menang 1-0 pada leg kedua nanti. Skema tersebut bukan mustahil karena pernah mereka lakukan pada 2015 kepada Brunei Darussalam.

Ketika itu, Chinese Taipei kalah 0-1 pada leg 1 Kualifikasi Piala Dunia 2018. Namun, Chinese Taipei berhasil melakukan comeback dengan mengalahkan Brunei 2-0 pada leg kedua.

"Chinese Taipei adalah masanya kami sekarang. Mereka harus menghadapi pertandingan ini dengan mentalitas seperti ini yakni dengan keberanian dan kepercayaan diri," kata Wu Chun-ching seperti dikutip China Times.

"Kita sekarang bisa bicara bagaimana cara mengalahkan lawan. Sejarah aka terulang, mari kita saksikan," tegas Wu Chun-ching.

Pertandingan ini diprediksi bakal berlangsung sengit. Timnas Indonesia yang sudah dalam posisi unggul tentu tak ingin menyerah begitu saja dan bakal memberikan perlawanan sengit sejak awal laga.

2 dari 3 halaman

Kantongi Kekuatan

Timnas Chinese Taipei membawa pemain untuk menghadapi Timnas Indonesia pada dua laga Play Off Piala Asia 2023. (dok. CFTA)

Pelatih interim Chinese Taipei, Yeh Hsien-chung, mengaku sudah mengantongi kekuatan Timnas Indonesia jelang laga leg kedua. Yeh Hsien-chung menyebut sudah menyiapkan antisipasi agar tidak lagi kecolongan dalam laga nanti.

"Kami tahu Timnas Indonesia memiliki pemain bagus yang dapat menembus dari kedua sayap dan itu terjadi pada leg pertama. Kami memiliki kelemahan pada pertahanan yang memungkinkan lawan mencetak dua gol," kata Yeh Hsien-chung.

"Kami mampu mencetak gol tandang yang datang pada akhir laga, namun berharga. Kami akan bersiap untuk pertandingan berikutnya dan berusaha untuk menang serta terus melaju," tegas Yeh Hsien-chung.

3 dari 3 halaman

Andalkan Situasi Bola Mati

Evan Dimas layak didapuk sebagai man of the match kemenangan Timnas Indonesia atas Chinese Taipei karena mencetak gol dan punya peran penting di lapangan. (dok. AFC)

Chinese Taipei juga akan memanfaatkan situasi bola mati untuk mencetak gol ke gawang Timnas Indonesia. Untuk meraih kemenangan, Wu Chun-ching juga menyebut timnya membutuhkan kerja keras semua pemain.

"Saya senang kami semua bisa mengambil kesempatan dari situasi bola mati. Kami akan membiarkan hal ini dan mempertahankannya pada pertandingan selanjutnya," kata Wu Chun-ching.

"Jadi, untuk memenangi pertandingan berikutnya kami membutuhkan semua pemain untuk bekerja keras. Saya yakin kami bisa," tegas Wu Chun-ching.

Berita Terkait