5 Pemain Muda Persebaya yang Bisa Jadi Andalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020

oleh Aditya Wany diperbarui 08 Nov 2021, 07:30 WIB
Liga 1 - Ilustrasi Logo Persebaya Surabaya BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Persebaya Surabaya musim ini menjadi klub dengan penyumbang pemain terbanyak untuk Timnas Indonesia. Dua kali itu terjadi, masing-masing di tim senior dan U-23 dengan empat pemain sejak BRI Liga 1 2021/2022 dimulai

Di Timnas Indonesia senior, Persebaya mengirim Ricky Kambuaya, Rizky Ridho, Ernando Ari Sutaryadi, dan Rachmat Irianto. Mereka masuk skuat Garuda saat berjumpa Chinese Taipei dalam play-off kualifikasi Piala Asia 2023 dengan keunggulan agregat 5-1.

Advertisement

Di Timnas Indonesia U-23, tiga nama terakhir di atas masih mendapat panggilan. Satu tambahan adalah winger Marselino Ferdinan. Mereka menjadi bagian tim saat kalah agregat 2-4 dari Australia U-23 dalam kualifikasi Piala Asia U-23 2022.

Semua pemain itu memegang peranan penting di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong. Bahkan, empat pemain Persebaya tampil sebagai starter dalam laga yang berlangsung di Central Republican Stadium, Dushanbe, Tajikistan, Jumat (29/10/2021), meski kalah akhirnya kalah 0-1.

Melihat potensi ini, tidak menutup kemungkinan nama-nama itu masih akan diandalkan oleh Timnas Indonesia dalam agenda terdekat. Shin Tae-yong bakal menemani Tim Merah Putih dalam gelaran Piala AFF 2020.

Ajang turnamen antarnegara ASEAN bakal digelar pada 5 Desember 2021 hingga 1 Januari 2021. Timnas Indonesia diberi target menjuarai Piala AFF 2020 mengingat sudah lima kali keluar sebagai runner-up dan itu jadi prestasi terbaik.

Lantas, bagaimana potensi para penggawa bisa membantu Timnas Indonesia meraih target tersebut? Simak ulasan berikut Bola.com:

2 dari 7 halaman

Ernando Ari Sutaryadi

Kiper Persebaya, Ernando Ari Sutaryadi saat melawan Borneo FC dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (04/09/2021). Persebaya kalah 1-3. (Foto: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Kiper berusia 19 tahun ini seolah menjadi mimpi buruk buat Australia U-23 yang tampil sangat agresif dan menekan. Dia mampu menghalau banyak upaya tembakan lawan. Penampilan Ernando pantas mendapat kredit khusus.

Dalam dua laga, Ernando menunjukkan kualitasnya sebagai kiper yang bisa diandalkan. Menariknya, dia selalu terpilih bermain dalam dua laga bersama Timnas Indonesia U-23. Padahal, ada Muhammad Riyandi skuat ini.

Di sisi lain, Riyandi malah menjadi penjaga gawang utama bersama Timnas Indonesia senior dalam dua laga melawan Chinese Taipei. Hal itu membuat Ernando harus puas menjadi kiper cadangan. Fakta ini akan melahirkan persaingan sengit mereka untuk mendapat kesempatan tampil di Piala AFF 2020.

3 dari 7 halaman

Rizky Ridho

Rizky Ridho - Pemain Jebolan klub internal El Faza ini sebelumnya lebih sering bermain untuk timnas U-19 dan Persebaya U-20 pada ajang Elite Pro Academy Liga 1 U-20. Mantan kapten Garuda Muda ini merupakan bek masa depan Bajul Ijo dan Timnas Indonesia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Stoper didikan kompetisi internal Persebaya ini juga menjadi pilihan utama di jantung pertahanan Timnas Indonesia U-23. Dia sudah sejak muda membela timnas kelompok usia dan memiliki kemampuan yang apik sebagai pemain bertahan.

Dia juga mencatatkan rekor sebagai bek tengah termuda yang bermain di kualifikasi Piala Dunia FIFA untuk Timnas Indonesia. Ia bermain melawan Thailand pada 3 Juni 2021 dalam usia 19 tahun 220 hari.

Tapi, kansnya masuk skuat inti Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 akan mendapat halangan. Duet stoper tim ini sudah menjadi milik Victor Igbonefo (Persib Bandung) dan Fachruddin Aryanto (Madura United) yang jauh lebih senior dan berpengalaman.

 

4 dari 7 halaman

Rachmat Irianto

Bek Timnas Indonesia, Rachmat Irianto, saat melawan Thailand pada laga PSSI 88th U-19 di Stadion Pakansari, Jawa Barat, Minggu (23/9/2018). Kedua negara bermain imbang 2-2. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Penampilan Rachmat Irianto dalam dua pertandingan Timnas Indonesia menuai banyak pujian. Dia mampu tampil sebagai gelandang bertahan yang menahan gempuran serangan Chinese Taipei dalam dua laga.

Menariknya, pemain yang akrab disapa Rian itu sebenarnya memulai kariernya sebagai bek tengah. Di posisi itu pula, dia menjadi pemain yang mendapat kontrak dari manajemen Persebaya di usia 17 tahun pada 2017.

Pemain asli Surabaya itu lantas masuk skuat Timnas Indonesia U-18 di bawah arahan Indra Sjafri di tahun yang sama. Jadi bek andalan, Rian juga didapuk sebagai kapten dalam Piala AFF U-18 2017 di Yangon, Myanmar.

Kini, kemampuannya sebagai gelandang bertahan akan dibutuhkan untuk Piala AFF 2020. Dia merupakan opsi terbaik untuk bekerja sama dengan Evan Dimas yang merupakan kapten sekaligus gelandang andalan.

5 dari 7 halaman

Ricky Kambuaya

Ricky Kambuaya berhasil menjawab kepercayaan pelatih Shin Tae-yong kala dirinya ditunjuk sebagai starter di lini tengah Timnas Indonesia. Ia mampu tampil meyakinkan di atas lapangan dan mempersembahkan dua kali kemenangan dari Chinese Taipei. (Dok. PSSI)

Gelandang satu ini baru saja menjalani laga debutnya di Timnas Indonesia saat menang 2-1 atas Chinese Taipei dalam leg pertama play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 di Stadion Buriram, Thailand, Kamis (7/10/2021).

Performanya sangat mengesankan selama bermain di lini tengah Timnas Indonesia. Dia Ricky Kambuaya termasuk pemain yang langka dengan kerja kerasnya berjuang untuk tim. Dia tidak bisa bertanding penuh karena cedera dan ditarik keluar pada menit ke-71.

Dalam menit bermain itu, Ricky Kambuaya membukukan catatan statistik yang cukup apik untuk seorang pemain debutan. Pemain asal Papua tersebut menorehkan 44 umpan berhasil, tiga intersep, dan satu tekel.

Jangan lupakan kontribusi masing-masing satu gol dan assistnya saat menghadapi Chinese Taipei dalam laga play-off tersebut pada leg kedua. Ricky membuktikan bahwa dia memang layak masuk jajaran gelandang tim asuhan Shin Tae-yong.

6 dari 7 halaman

Marselino Ferdinan

Lewat Marselino Ferdinan pada menit ke-5, Persebaya Surabaya hampir saja mencetak gol ke gawang PS Sleman lewat skema sepak pojok. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Pemain satu ini mengawali kariernya dengan menimba pengalaman di kompetisi internal Persebaya. Nama Marselino Ferdinan kemudian melejit setelah menembus Timnas Indonesia U-15 arahan Bima Sakti di tahun 2019 dalam Piala AFF U-15.

Di Timnas Indonesia U-23, belum banyak kontribusi yang dia berikan. Tapi, pemain berusia 17 tahun tersebut menunjukkan kualitasnya bersama Persebaya. Dia memiliki kemampuan melepas tembakan roket keras dari luar kotak penalti.

Arema sudah menjadi korbannya saat unggul 2-1 dalam laga Derbi Jatim (6/11/2021). Kemenangan mereka buyar karena Marselino melepaskan tembakan cannonball keras dari luar kotak penalti yang gagal dibendung oleh kiper Arema, Adilson Maringa, di menit ke-70.

Potensinya sebagai gelandang atau winger bakal membantu Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Di usianya yang masih belia, tentu akan penting buatnya bisa mendapat kesempatan sebagai wadah mengasah kemampuannya.

7 dari 7 halaman

Lihat Peringkat Persebaya di BRI Liga 1

Berita Terkait