5 Striker Berbakat Portugal yang Merana Gara-gara Cristiano Ronaldo, Sayang Juga Ya

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 10 Nov 2021, 19:00 WIB
Cristiano Ronaldo. Striker Timnas Portugal berusia 36 tahun ini telah membuat 10 hattrick dari total 115 gol dalam 182 laga internasional. Teranyar ia mencetak 3 gol ke gawang Luksemburg pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022, 12 Oktober 2021 yang berkesudahan 5-0. (AP/Joao Matos)

Bola.com, Jakarta - Cristiano Ronaldo menjadi tulang punggung Timnas Portugal dalam periode yang panjang. Bahkan, kini bukan hanya jadi mesin gol Portugal, tapi juga jadi kapten tim. 

Bulan lalu, Cristiano Ronaldo panen pujian karena membukukan hatrrick ke-58 sepanjang kariernya, saat melawan Luksemburg. 

Advertisement

Itu juga menjadi hattrick ke-10 Ronaldo dalam balutan jersey Portugal. Dia menjadi pemain pertama yang membukukan 10 hatrrick untuk negaranya. 

Pada 2016, Ronaldo membantu Portugal merengkuh trofi mayor pertamanya pada ajang Piala Eropa. Dia juga menyabet gelar UEFA Nations League. 

Striker berusia 36 tahun itu kini menjadi pemain veteran untuk klub dan negara. Lemari trofinya juga penuh sesak gelar-gelar di level klub sejak dirinya bermain untuk Manchester United, Real Madrid, dan Juventus. Namun, hanya dua trofi yang didapatnya bersama Portugal. 

Portugal diberkati dengan barisan serang yang mumpuni. Namun, kehadiran Ronaldo membuat striker lain hanya jadi bayang-bayang. Sebagian besar dari mereka gagal menduplikasi kesuksesan di level klub ke pentas internasional. 

Berikut ini lima pemain yang merana karena sinar terang Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal, seperti dikutip dari Sportkeeda

 

2 dari 6 halaman

5. Simao

2. Gelandang Villarreal, Matias Nahuel, duel udara dengan pemain Levante, Simao Junior, pada laga La Liga Spanyol di Stadion Madrigal, Minggu (28/2/2016). Villarreal menang 3-0 atas Levante. (EPA/Domenech Castello)

Simao menikmati karier sepak bola yang gemilang, menjuarai Primera Liga bersama Benfica, serta dua trofi kontinental bersama Atletico Madrid.

Meskipun menyuguhkan tampilan gemilang kepada para penggemar, terutama selama 7 tahun di Benfica, penampilannya untuk Timnas Portugal tidak begitu menonjol.

Simao menikmati beberapa penampilan apik untuk Portugal, mencetak 22 gol dalam 85 pertandingan. Namun, saat ia mulai memasuki masa jayanya, Seleccao mulai mengandalkan Cristiano Ronaldo. Dia hanya tampil dalam dalam dua Piala Dunia untuk Portugal, pensiun dari tugas internasional pada usia 31 tahun.

 

3 dari 6 halaman

4. Ricardo Quaresma

Ekspresi Cristiano Ronaldo (kanan) saat pemanasan dengan Ricardo Quaresma dan Ricardo Pereira (kiri) pada sesi latihan di Kratovo, Moskow, (12/6/2018). Portugal akan mejalani laga perdana grup B melawan Spanyol. (AFP/Francisco Leong)

Populer karena menampilkan keterampilan dan bakatnya yang brilian di kedua sisi lapangan, pemain sayap tersebut telah bermain di Portugal, Italia, Inggris, dan saat ini di Turki.

Sementara ia berkembang melalui klub-klub top Eropa dan menikmati petualangannya di Sporting, Inter Milan, dan Besiktas, sang bintang kesulitan mencapai pengalaman serupa di Timnas Portugal.

Ia sering masuk skuad sementara untuk kualifikasi Piala Dunia. Namun, Ricardo Quaresma kesulitan masuk ke skuad utama Piala Dunia. Dia akhirnya mengakhiri karier lima belas tahun hanya dengan mengecap satu periode Piala Dunia.

Sang bintang membantu Portugal maju ke babak 16 besar pada Piala Dunia 2018. Tetapi, dia tidak pernah benar-benar menjadi andalan timnas di sepanjang sebagian besar kariernya, dan segalanya mungkin lebih baik bagi mantan pemain Besiktas itu jika Ronaldo tidak ada dalam skuad. 

 

4 dari 6 halaman

3. Nani

Dua pemain tim nasional Portugal Luis Nani (kiri) dan Cristiano Ronaldo (kanan). (AFP/Martin Bureau)

Setelah menikmati karier singkat di Sporting, Nani pindah ke Manchester United dan berkiprah di sana selama delapan musim. Dia juga dengan cepat menembus skuad utama Portugal. Dia membukukan 112 penampilan bersama Seleccao, mencetak 24 gol. 

Meskipun tampil lebih dari 100 laga untuk Portugal, Nani hanya jarang jadi starter di turnamen besar, sering hanya jadi pemain pengganti. 

Pada Piala Dunia 2014, dia lebih banyak jadi itu menjadi penampilan terakhirnya untuk Portugal di turnamen bergengsi itu. 

Meskipun dia bukan seorang striker mematikan seperti rekan senegaranya yang lain, kecenderungan Nani untuk melepas umpan silang yang akurat dan umpan kunci seharusnya memberinya lebih banyak kesempatan untuk bersinar di skuad. Dia tidak bermain untuk Portugal sejak 2017.

 

5 dari 6 halaman

2. Silvestre Valera

Setelah memulai kariernya dengan Sporting dan sering dipinjamkan, Silvestre Valera bergabung dengan Porto di dan menemukan pijakannya. Dia menikmati pengalamannya di sana selama hampir satu dekade. Dia dipanggil ke Timnas Portugal pada 2010.

Namun, itu akan berakhir menjadi karier yang singkat dan tak terlupakan bagi mantan bintang West Brom itu.

Sebagian besar karier internasionalnya diisi dengan duduk di bangku cadangan, dimulai dengan penampilan pertamanya melawan China ketika masuk di babak kedua. Saat terpilih untuk Euro 2012, ia hanya berhasil tampil sebagai pemain pengganti, meskipun mencetak gol kemenangan di menit akhir untuk Portugal melawan Denmark.

Dia mencetak gol lagi di menit-menit akhir di Piala Dunia 2014, tetapi sang bintang jarang menemukan peluang lagi setelah itu.

 

6 dari 6 halaman

1. Helder Postiga

Striker Timnas Portugal Helder Postiga meluapkan kegembiraan usai menciptakan gol tunggal kemenangan atas Norwegia dalam partai lanjutan kualifikasi Euro 2012 di Lisbon, 4 Juni 2011. AFP PHOTO/FRANCISCO LEONG

Penampilan Helder Postiga untuk Porto membuat striker itu menjadi bintang di negara asalnya. Ia menghabiskan enam musim bermain untuk tim Primera Liga itu. Di sana ia ia memenangkan delapan trofi, bermain lebih dari 150 penampilan, dan mencetak 48 gol.

Tentu saja ia dipanggil Timnas Portugal. Namun, meskipun menghabiskan 11 tahun bersama Seleccao, sang bintang kesusahan mempertahankan penampilan yang konsisten.

Sementara Postiga tampil di Euro 2004 dan Piala Dunia 2006, ia lebih banyak memanaskan bangku cadangan, dimulai di Euro 2008. Ia kemudian tak dipanggil untuk Piala Dunia 2010.

Dia bergabung ke Timnas Portugal untuk Piala Dunia 2014 setelah mencetak enam gol selama babak kualifikasi, tapi itu menjadi turnamen terakhirnya untuk Portugal.

Sumber: Sportkeeda 

 

Berita Terkait