Bocoran dari Bepe, 4 Pemain Timnas Indonesia Persiapan Piala AFF 2020 Hampir Jadi Milik Persija

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 18 Nov 2021, 22:57 WIB
Presiden Persija Jakarta, Mohammad Prapanca, berdiskusi dengan manajer Bambang Pamungkas saat latihan di SUGBK, Jakarta, Jumat (7/2). Latihan ini persiapan jelang Liga 1 Indonesia 2020. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Bambang Pamungkas membuka dapur aktivitas bursa transfer Persija Jakarta. Sebelum BRI Liga 1 2021/2022 dimulai, manajer berusia 41 tahun itu mengaku bahwa tim ibu kota mengincar delapan pemain.

Dari delapan nama yang masuk radar Persija Jakarta tersebut, empat di antaranya berstatus pemain Timnas Indonesia untuk persiapan Piala AFF 2020.

Advertisement

Bambang tidak mengungkap identitas delapan pemain, termasuk empat nama anggota Timnas Indonesia untuk Piala AFF yang menjadi bidikan tim berjuluk Macan Kemayoran ini.

Bambang bercerita, Persija mulai bermanuver untuk menggaet delapan pemain itu tatkala kehilangan empat pemain secara beruntun mulai dari Heri Susanto, Sandi Sute, Alfath Faathier, dan Marc Klok setelah menjuarai Piala Menpora 2021.

Kepergian Marc Klok terasa sakit, tapi tidak berdarah untuk suporter Persija Jakarta, The Jakmania. Apa sebab? Gelandang berusia 28 tahun adalah pemain kunci Macan Kemayoran ketika merengkuh trofi turnamen pramusim.

2 dari 4 halaman

Persija Sempat Berpikir untuk Membeli Pemain

Pemain Persija Jakarta, Riko Simanjuntak (kanan) berebut bola dengan pemain Persib Bandung, Bayu Fiqri, pada laga kedua final Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (25/4/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Selain mengantar Persija Jakarta ke podium teratas, Marc Klok juga dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Menpora. Namun, pada Juni 2021, tidak ada petir, tak ada hujan, tiba-tiba pemain kelahiran Amsterdam, Belanda itu memutus kontraknya dengan Macan Kemayoran.

Ujungnya, gelandang naturalisasi yang masih dilarang membela Timnas Indonesia itu justru membelot ke musuh bebuyutan tim ibu kota, Persib Bandung.

"Yang menarik adalah bagaimana Persija menyiasati kehilangan tersebut?" tulis Bambang dalam artikel berjudul Manager Notes: II di laman Persija.

"Berburu pemain berkualitas saat hampir semua pemain di Indonesia sudah terikat kontrak dengan klub, menjadi hal yang 'ngeri-ngeri sedap'".

"Satu-satunya cara adalah melakukan pembelian, dan ini yang kemudian coba kami lakukan. Persoalannya membeli pemain ini tidak hanya tergantung dari pemain yang akan dibeli, namun juga apakah klub tempat pemain tersebut bernaung mau melepas atau tidak," jelas Bepe, karibnya disapa.

3 dari 4 halaman

Gagal Total

Striker Persija, Bambang Pamungkas, mengamati latihan anak-anak di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Senin (4/12/2017). Sebanyak 13 anak Maluku ikut pelatihan Liga Remaja UC News. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Operasi senyap Persija di lantai bursa itu gagal total. Penyebabnya bervariasi. Ada klub yang tidak melepas, ada pula pemain yang memilih berkancah di luar negeri.

"Untuk menjadi informasi, pada periode tersebut Persija coba mendatangkan delapan pemain untuk menambah kekuatan tim. Empat dari delapan pemain tersebut berstatus sebagai pemain Timnas Indonesia persiapan Piala AFF," ujar Bambang.

"Dua pemain yang lain adalah mantan pemain Timnas Indonesia dan dua pemain sisanya berasal dari Liga 2. Persija berharap untuk dapat mendatangkan setidaknya dua di antaranya."

"Namun, pada akhirnya, semua gagal terealisasi karena klub tempat enam dari delapan pemain tersebut bernaung tidak melepaskan, sedangkan dua di antaranya memutuskan untuk bermain di negara lain," terang Bambang.

4 dari 4 halaman

Klasemen Sementara Persija di BRI Liga 1

Berita Terkait