Statistik Memalukan Barcelona di Liga Champions: 10 Kali Keok Telak dalam 4 Tahun, Benar-benar Penyakit Lama

Barcelona bukan hanya tersingkir dini dari Liga Champions, tapi juga belum juga keluar dari periode kelam di kompetisi tersebut.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 09 Desember 2021, 16:55 WIB
Pemain Barcelona tertunduk lesu usai tersingkir di fase grup Liga Champions (AFP)

Bola.com, Barcelona - Barcelona mendapat pukulan telak setelah tersingkir di fase grup Liga Champions 2021/2022 dan harus tampil di Liga Europa untuk kali pertama dalam 17 tahun. Yang lebih menyesakkan, Barcelona tersingkir setelah dipermak 0-3 di markas Bayern Munchen pada matchday keenam fase grup, Kamis (9/12/2021). 

Namun, menderita kekalahan telak di Liga Champions dari Bayern Munchen bukan hanya menjadi noda Barcelona di era Xavi Hernandez. Bahkan, menurut statistik, ini sudah menjadi penyakit lama Barca dalam empat tahun terakhir

Advertisement

Marca menyebut Barcelona tercatat menelan 10 kekalahan telak di Liga Champions hanya sejak 2017. Angka ini jelas mencengangkan untuk klub sekaliber Barcelona.    

Kedatangan Xavi Hernandez, menggantikan Ronald Koeman, digadang-gandang menandai era baru bagi Blaugrana. Tetapi, saat meladeni Bayern Munchen, Barca terlihat sama saja. Mereka jelas-jelas bukan tandingan tim elite Bundesliga itu. 

Namun, tidak adil terlalu menyalahkan Xavi Hernandez atas kekalahan pahit tersebut. Alasannya, ini bukan masalah baru bagi Barcelona

 


Diawali Melawan PSG

Reaksi pemain Barcelona Ronald Araujo usai pemain Bayern Munchen mencetak gol ke gawangnya pada pertandingan Grup E Liga Champions di Munich, Jerman, 8 Desember 2021. Bayern Munchen menang 3-0. (AP Photo/Matthias Schrader)

Periode buruk Barcelona di Liga Champions, yang ditandai dengan 10 kekalahan telak, diawali saat melawat ke Parc des Princes, kandang PSG, pada 2017. 

Menurut Marca, kekalahan 0-4 itu hampir seperti kecelakaan, mengingat terjadi pada tim Luis Enrique yang berisi pemain seperti Lionel Messi, Neymar dan Andres Iniesta. Beruntung, Barcelona berhasil membalas dan menang 6-1 di Camp Nou. 

Namun, hasil itu menjadi tanda berakhirnya era tersebut. Kekalahan 0-3 dari Juventus tiga pekan berselang mengonfirmasi fakta itu, disusul perginya Luis Enrique dan Neymar ke PSG. 

Hasil buruk di Eropa datang dengan cepat pada musim-musim berikutnya, dengan kekalahan 0-3 dari AS Roma pada 2018, diikuti keok 0-4 dari Liverpool.

Tetapi, setelah itu datang mimpi yang lebih buruk saat Barcelona dihancurkan Bayern Munchen 8-2 pada 2020, yang melecut Messi mengirim Burofax untuk minta dijual. 

 


Rentetan Hasil Buruk Berlanjut Musim Ini

Para pemain Barcelona tak mampu menutupi kekecewaan usai hanya mampu bermain imbang melawan Benfica di Liga Champions. (AFP/Lluis Gene)

Lionel Messi akhirnya tetap bertahan pada musim 2020/2021, namun hasil-hasil menyesakkan masih berlanjut. Barcelona menelan kekalahan 0-3 dari Juventus, diikuti keok 1-4 dari PSG. 

Tak banyak perubahan terjadi pada Barcelona di Liga Champions musim ini. Hasil-hasil menyakitkan masih berlanjut. 

Musim ini, Barcelona kalah 0-3 dalam tiga pertandingan fase grup, yaitu dua kali melawan Bayern Munchen dan sekali versus Benfica. 

Hasil-hasil buruk itu membuat Barcelona harus membayar mahal. Blaugrana terpaksa angkat koper dari Liga Champions terlalu dini. 

Sumber: Marca 

 

Berita Terkait