Singapura Menatap Percaya Diri Duel Leg 2 Semifinal Piala AFF 2020 Kontra Timnas Indonesia

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 24 Des 2021, 14:12 WIB
Dedik Setiawan. Striker milik Arema FC berusia 27 tahun ini tampil 45 menit sebelum digantikan Ezra Walian di awal babak kedua. Ia tampil nyaris tanpa peluang dan kehilangan kecepatan serta naluri mencetak golnya. Ia hanya mendapat nilai 6. (AFP/Roslan Rahman)

Bola.com, Kallang - Pelatih Singapura, Tatsuma Yoshida, menatap percaya diri duel leg kedua semifinal Piala AFF 2020 kontra Timnas Indonesia di National Stadium, Sabtu (25/12/2021). Yoshida menjamin, permainan anak asuhnya bakal lebih baik.

Singapura pada laga sebelumnya harus puas bermain imbang 1-1 melawan Timnas Indonesia (22/12/2021). Hasil itu menjaga peluang tim berjulukan The Lions itu untuk bisa melaju ke final Piala AFF 2020.

Advertisement

Pada laga leg kedua nanti, Singapura wajib meraih kemenangan melawan Timnas Indonesia untuk mengamankan tiket final. Pelatih Tatsuma Yoshida menyebut, penampilan dan motivasi anak asuhnya meningkat jelang duel krusial tersebut.

"Pada pertandingan pertama kami meraih hasil imbang. Kami hanya punya waktu dua hari untuk pemulihan dan pertandingan besok akan menjadi duel yang sengit," kata Tatsuma Yoshida dalam konferensi pers jelang laga, Jumat (24/12/2021).

"Kami harus meningkatkan penampilan dan motivasi untuk meraih sesuatu yang diinginkan. Saya tetap menaruh kepercayaan pada kemampuan para pemain," tegas pelatih asal Jepang itu.

Laga melawan Timnas Indonesia bakal dimaksimalkan oleh Singapura untuk bisa meraih tiket final. Ikhsan Fandi dkk. diuntungkan bermain di depan pendukungnya karena berstatus sebagai tuan rumah Piala AFF 2020.

2 dari 3 halaman

Lebih Baik

Bek Singapura, Irfan Fandi, tak memberikan ruang kepada Irfan Jaya untuk membangun serangan di semifinal Piala AFF 2020.(AFP/Roslan Rahman)

Bek Singapura, Irfan Fandi, sepakat dengan pernyataan pelatih Tatsuma Yoshida. Menurut Irfan, pada laga leg kedua melawan Timnas Indonesia timnya bakal tampil lebih baik dan terorganisir dalam permainan.

"Saya rasa pada pertandingan pertama terutama babak pertama, kami tidak bermain terorganisir seperti yang seharusnya. Sehingga kami kebobolan lebih dulu," ucap Irfan Fandi.

"Pada pertandingan selanjutnya kami harus bermain lebih baik dan terorganisir. Namun, Anda tahu tim kami tidak memiliki teknik yang bagus secara individu. Namun, sebagai tim kami akan lebih kuat dengan semangat yang bagus, dan kami juga pantang menyerah," tegas putra legenda Singapura, Fandi Ahmad itu.

3 dari 3 halaman

Tak Ada Aturan Gol Tandang

Piala AFF - Ilustrasi Logo Piala AFF 2020 (Bola.com/Adreanus Titus)

Piala AFF 2020 tak menggunakan aturan gol tandang. Penyebabnya adalah turnamen ini digelar terpusat di Singapura alias tanpa sistem kandang dan tandang.

Artinya, hasil yang diraih pada leg pertama akan ditambah dengan skor pada leg kedua. Dengan demikian, menang atau kalah dengan skor berapapun tak akan ada artinya.

Dengan demikian, Timnas Indonesia wajib mengerahkan segala kekuatan untuk bisa meraih kemenangan. Namun, Singapura juga diprediksi bakal bermain agresif untuk meraih kemenangan.