Ditanya Deddy Corbuzier soal Pelatih Bisa Main Bola, Ini Jawaban Shin Tae-yong

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 11 Jan 2022, 23:18 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, saat sesi latihan di Stadion Madya, Jakarta, Senin, (17/2/2020). Latihan tersebut untuk persiapan laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong diundang ke podcast Deddy Corbuzier, Close The Door. Arsitek asal Korea Selatan itu diberondong banyak pertanyaan.

Podcast Deddy Corbuzier bersama Shin Tae-yong dan penerjemahnya, Jeong Seok-seo, berdurasi 54 menit dan 32 detik dan tayang di channel YouTube pribadinya pada Selasa (11/1/2022) siang WIB.

Advertisement

Rentetan pertanyaan dari Deddy Corbuzier terus mengalir kepada Shin Tae-yong.

"Pelatih sepak bola, bisa main sepak bola atau tidak?" tutur Deddy Corbuzier bertanya kepada Shin Tae-yong.

Seraya terkejut dan tersenyum tipis, Shin Tae-yong menjawab pertanyaan Deddy Corbuzier. "Kualitas pertanyaan mungkin sangat di bawah," ujar Shin Tae-yong.

Deddy Corbuzier lalu meluruskan maksud pertanyannya. "Pelatih tinju, ada yang tidak bisa main tinju," kata Deddy. "Dulunya pemain sepak bola kan? Maksudnya sekarang ini lho, sudah tua ini lho," lanjutnya.

"Ooo. Kalau saya sangat-sangat jago main sepak bola. Sekarang? Secara dasar masih bagus. Masih kuat lari? Bagus," ujar Shin Tae-yong menjawab.

2 dari 4 halaman

Kekurangan Pemain Indonesia

Di pemusatan latihan nanti, Indonesia akan melakukan laga uji coba untuk persiapan jelang menghadapi Piala AFF 2020. Pasukan Shin Tae-yong akan bertanding melawan Afghanistan (16/11/2021) dan Myanmar (25/11/2021) di Turki. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Deddy Corbuzier juga bertanya mengenai kejelekan pemain Indonesia. Shin Tae-yong menjawab bahwa kebanyakan pemain Indonesia mentalnya kurang, tidak menjaga pola makan, dan menghiraukan latihan beban.

"Kenapa harus latihan beban? Kan mereka pesepak bola," tanya Deddy.

"Latihan beban memang sangat penting untuk menguatkan. Kan sepak bola itu olahraga kontak fisik. Ada benturan, tabrakan. Kalau tidak seperti itu, bisa cedera. Kalau kalah fisik, tidak bisa keluarkan kemampuan," jelas Shin Tae-yong.

"Setelah saya datang ke Indonesia, saya merasakan banyak sekali pemain Indonesia tidak tahu kenapa harus latihan beban. Sebenarnya di Eropa hal itu sangat-sangat penting untuk main sepak bola," ungkapnya.

3 dari 4 halaman

Kebiasaan Makan Pemain Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. (PSSI).

Deddy Corbuzier juga penasaran tentang kebiasaan pola makan pemain Indonesia. Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa para pemain Indonesia menggemari makanan berminyak seperti nasi goreng dan gorengan.

"Pemain harus banyak makan makanan berprotein. Kalau tidak, powernya akan kurang," imbuh Shin Tae-yong yang diamini Deddy Corbuzier.

"Saya sedang mengubahnya untuk menjadi lebih baik. Kalau dalam pemusatan latihan, saya bisa mengubahnya. Tapi setelah pemusatan latihan selesai, itu tidak bisa dikontrol," papar Shin Tae-yong.

Mendengar penjelasan Shin Tae-yong itu, Deddy Corbuzier berpendapat bahwa para pemain Indonesia membutuhkan ahli nutrisi untuk menjaga kebiasaan makannya.

"Sebenarnya pemain-pemain Indonesia harus sadar sebagai pesepak bola profesional. Namun ketika kembali ke klub, kebiasaan itu balik lagi," ucap Shin Tae-yong.

4 dari 4 halaman

Celetuk Deddy Corbuzier soal Pakar Nutrisi dari Korea Utara

Deddy Corbuzier sedang terlibat projek film pendek bersama Chika Jessica. (Galih W. Satria/Bintang.com)

Deddy Corbuzier berceletuk bahwa Indonesia perlu mendatangkan ahli nutrisi dari Korea Utara setelah mempunyai pelatih dari Korea Selatan.

"Gini saja, saya punya ide. Kan kita punya pelatih Timnas Indonesia dari Korea Selatan, kita pakai pakar nutrisi dari Korea Utara," ujar Deddy Corbuzier.

Mendengar saran seperti itu, Jeong Seok-seo pun terlihat sungkan untuk menerjemahkannya ke Shin Tae-yong.

"Melawak seperti itu tidak boleh dibiasakan," kata Shin Tae-yong seraya memancarkan senyum tipis ke Deddy Corbuzier.

Deddy Corbuzier meresponsnya dengan tertawa terbahak-bahak. "Kalau di Indonesia itu biasa," ujar Deddy sambil mengalihkan pertanyaan.