Calon Guru Kurniawan Dwi Yulianto di Como 1907 : Tak Pernah Main di Liga Italia Serie A

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 14 Jan 2022, 11:07 WIB
Staf pelatih Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, saat sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Jawa Barat, Jumat (02/11/2018). Latihan tersebut dalam rangka persiapan jelang laga Piala AFF 2018. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Kurniawan Dwi Yulianto bakal terbang lagi ke Italia, seperti 37 tahun lalu. Bedanya, kalau dulu berstatus pemain yang tengah menimba ilmu, kini ia datang sebagai asisten pelatih, sekaligus berguru.

Menurut rencana eks striker Timnas Indonesia tersebut akan bergabung menjadi asisten pelatih di Como 1907. Pada klub yang dimiliki satu di antara perusahaan raksasa Indonesia ini, Si Kurus sekaligus akan belajar guna mendapatkan lisensi kepelatihan UEFA-Pro.

Advertisement

Jika berjalan lancar, Kurniawan akan selalu berada di samping pelatih utama sekarang, Giacomo Gattuso. Sosok Gattuso tak asing bagi publik Stadio Giuseppe Sinigaglia, markas Como 1907.

Gattuso bisa dibilang legenda Como dan tahu luar-dalam. Maklum, ia mengawali karier sebagai pemain bersama tim junior Como. Setelah pensiun, ia memutuskan menjadi pelatih, dan bergabung dengan Como.

Sempat berstatus asisten pelatih, Gattuso naik pangkat menjadi arsitek utama sejak Desember 2020. Hasilnya luar biasa, karena Como 1907 sanggup menjadi juara Grup A Liga Italia Serie C, alias promosi ke Serie B.

 

2 dari 3 halaman

Jadi Murid

Pelatih Sabah FA, Kurniawan Dwi Yulianto, saat mendampingi timnya berlatih di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya

Gattuso, yang tak pernah main di Liga Italia, menjadi kunci proses kebangkitan Como. Pahit manis menjadi pelatih sudah ada di kepala Gattuso, mulai mendampingi tim amatir, dipecat sampai dikembalikan menjadi pelatih tim U-19 saat berada di Novara.

Saat ini, Como berada di posisi ke-11 klasemen sementara Liga Italia Serie B 2021/2022. Pada laga terakhir, yakni pekan ke-18, Como 1907 kehilangan dua angka setelah ditahan imbang 1-1 kala menjamu Reggina.

Hasil tersebut menjadi catatan tak mengenakkan bagi Gattuso. Pada 6 pertandingan terakhir, Alberto Cerri dkk hanya sanggup menuai sekali kemenangan dan dua kekalahan.

Kini, publik Indonesia bakal menunggu kiprah Kurniawan Dwi Yulianto saat kembali lagi ke sepak bola Italia. Dulu, ia pernah digadang-gadang bakal bergabung dengan Sampdoria, namun tak berhasil. Kini, peluang kembali datang dengan zona berbeda, yakni mengejar status pelatih klub elit di Eropa.

3 dari 3 halaman

Lihat Tim Favorit Kalian?

Berita Terkait