5 Pemain Naturalisasi yang Gagal Memberikan Dampak Positif untuk Timnas Indonesia

oleh Hery Kurniawan diperbarui 17 Feb 2022, 09:00 WIB
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Program naturalisasi pemain kembali digencarkan oleh PSSI yang nantinya untuk memperkuat Timnas Indonesia. Namun, program naturalisasi yang saat ini digiatkan agak berbeda dari program sebelumnya.

Kini, PSSI dan pemerintah terlihat lebih selektif dalam melakukan naturalisasi pemain. Selain harus memiliki darah keturunan Indonesia, para pemain yang bakal pindah jadi WNI itu juga harus benar-benar punya kualitas bagus.

Advertisement

Belakangan muncul dua nama yang bakal segera berseragam Timnas Indonesia. Dua sosok itu adalah Sandy Walsh dan Jordi Amat. Keduanya saat ini sama-sama memperkuat klub di Jupiler Pro League, kasta teratas Liga Belgia.

Program naturalisasi pemain sepak bola di Indonesia bukan barang baru. Hal ini sudah terjadi sejak 2010 lalu. Saat itu, Cristian Gonzalez mendapat paspor Indonesia dan bisa membela Tim Garuda di Piala AFF 2010.

Meski demikian, menggunakan jasa pemain naturalisasi tak selamanya berujung bagus buat Timnas Indonesia. Alih-alih mendapatkan prestasi, mereka-mereka yang sudah lebih dulu dinaturalisasi justru melempem.

Bahkan ada yang belum sempat memperkuat Timnas Indonesia senior. Siapa saja mereka? Berikut ini Bola.com ulas nama-nama tersebut.

 

2 dari 6 halaman

Jhonny van Beukering

Jhonny van Beukering

Penyerang kelahiran 1983 ini sebenarnya punya karier yang tak buruk di Belanda. Secara keseluruhan, Van Beukering bahkan tampil 173 kali di Eredivisie dan Eerste Divisie Belanda. Ia juga pernah dua kali menjadi juara di liga kasta kedua Belanda.

Namun, ketika dinaturalisasi pada 2012, kondisinya sudah tidak ideal lagi. Saat itu berat badan Jhonny van Beukering juga tidak ideal bagi pesepak bola profesional.

Jadilah ia tak bisa berbuat banyak di Piala AFF 2012. Ia pun hanya bisa mencatatkan dua assist untuk Timnas Indonesia tanpa sekalipun bisa mencetak gol.

Van Beukering sempat pensiun pada 2016 lalu. Namun, ia kembali dan sempat memperkuat beberapa klub sebelum benar-benar pensiun pada 2019.

 

3 dari 6 halaman

Diego Michiels

Bek Arema FC, Diego Michels dalam sesi latihan. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Pada awal kedatangannya, Diego sangat menjanjikan. Ia tipikal bek sayap modern yang punya kemampuan bagus dalam bertahan dan menyerang.

Selain itu, Diego saat pertama kali jadi WNI juga masih sangat muda. Pada 2011, Diego Michiels masih berusia 21 tahun.

Pemain yang kini memperkuat Arema FC tersebut juga pernah dua kali tampil di ajang SEA Games. Yakni pada SEA Games 2011 dan 2013. Dalam dua ajang itu Timnas Indonesia U-23 meraih medali perak.

Namun, penampilan lumayan Diego hanya mentok di level junior. Di timnas senior, Diego Michiels baru memiliki tiga caps yang sampai saat ini tidak juga bertambah.

 

4 dari 6 halaman

Toni Cussell

Ilustrasi Timnas Indonesia di SEA Games 2017 (Bola.com/Adreanus Titus)

Sama seperti Johnny Van Beukering, Cusell juga mendapatkan paspor Indonesia pada 2012. Dia juga ikut berlaga bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2012 yang digelar di Malaysia.

Setelah itu, Cussell sempat merasakan berlaga di Liga Indonesia selama satu tahun selepas Piala AFF 2012. Dia bermain untuk Barito Putera hingga 2014.

Namun, Cusell harus didepak tim berjulukan Laskar Antasari itu karena kariernya terus menurun. Padahal, Cusell sempat digadang-gadang menjadi pemain bintang.

Cussell yang masih punya hubungan kerabat dengan Stefano Lilipaly itu pun pensiun sebagai pesepak bola pada 2019. Ia juga hanya mengumpulkan 4 caps untuk Timnas Indonesia senior.

 

5 dari 6 halaman

Ruben Wuarbanaran

Calon pemain Timnas U-23 untuk Pra-Olimpiade, Ruben Wuarbanaran, tidak bisa mengikuti latihan penuh akibat cedera pangkal paha di Lapangan PSSI, Senayan, Jakarta, 13 Januari 2011. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari

Ruben Wuarbanaran mendapatkan paspor Indonesia pada 2011. Saat itu dia diproyeksi untuk bisa berlaga SEA Games 2011 di mana Indonesia berstatus tuan rumah. Namun, kariernya bersama Timnas Indonesia U-23 hanya seumur jagung.

Ia gagal bersinar di Tim Garuda Muda saat itu. Selepas SEA Games 2011, Ruben sempat bergabung dengan Pelita Jaya selama satu musim, yakni hingga 2012. Sayangnya, bersama Pelita Jaya, Ruben juga tak tampil memuaskan.

Dua tahun kemudian Ruben dikontrak klub divisi terbawah Liga Jerman, SV Honnepel-Niedermormter. Di tim tersebut Ruben hanya sebagai pemain pengganti. Setelah itu kariernya tak lagi terdengar.

 

6 dari 6 halaman

Bio Paullin

Jacksen F Tiago dahulu merupakan pelatih dari Bio Paulin di Persipura Jayapura dan keduanya sempat meraih gelar juara Liga Indonesia tahun 2013. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Paulin adalah salah satu pemain asing legenda Persipura. Pemain asal Kamerun tersebut juga sudah mencicipi sejumlah gelar bergengsi di sepak bola Tanah Air, termasuk beberapa kali juara Liga Indonesia.

Pada 2015, Bio Paulin akhirnya mendapatkan paspor Indonesia. Dirinya kemudian beberapa kali dipanggil ke Timnas Indonesia.

Namun, setelah itu Indonesia harus dibekukan FIFA. Hal itu membuat Timnas Indonesia tak bisa berlaga di ajang internasional

Kondisi tersebut membuat Bio Paulin tak pernah lagi mendapat panggilan ke tim nasional.

Berita Terkait