Liga Italia: Kemenangan AC Milan atas Cagliari Diwarnai Ejekan Rasisme Suporter

oleh Rizki Hidayat diperbarui 20 Mar 2022, 09:15 WIB
Para pemain AC Milan merayakan kemenangan atas Cagliari usai pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di Sardegna Arena di Cagliari, Italia, Minggu (20/3/2022). Dengan kemenangan ini, AC Milan kokoh di puncak klasemen dengan 66 poin. (AFP/Alberto Pizzoli)

Bola.com, Cagliari - AC Milan meraih kemenangan saat bersua Cagliari pada laga pekan ke-30 Serie A. Sayangnya, hasil positif yang didapat Milan diwarnai ejekan rasisme dari pendukung Cagliari.

Melawat ke markas Cagliari di Sardegna Arena, Minggu (20/3/2022) dini hari WIB, I Rossoneri tampil gemilang. AC Milan berhasil mengunci kemenangan berkat gol tunggal Ismael Bennacer pada menit ke-59.

Advertisement

Hasil tersebut membuat Milan mempertahankan tren bagus di Serie A. AC Milan tak pernah kalah dalam delapan laga terakhir di liga, dengan perincian lima kemenangan dan tiga hasil imbang.

Berkat performa bagus itu, AC Milan kukuh berada di puncak klasemen sementara Serie A dengan nilai 66. Milan unggul tiga poin atas Napoli di urutan kedua, dan enam angka atas Inter Milan di posisi ketiga.

Di balik kemenangan penting atas Cagliari, ada kericuhan dan insiden pada akhir laga. Bahkan, insiden tersebut sampai membuat Direktur Teknik AC Milan, Paolo Maldini, turun ke lapangan.

 

 

2 dari 4 halaman

Berawal dari Ejekan Rasisme

Gelandang AC Milan, Junior Messias (kiri) mengontrol bola dari kawalan bek Cagliari, Giorgio Altare (kanan) selama pertandingan Liga Serie A Italia di Sardegna Arena di Cagliari, Italia, Minggu (20/3/2022). AC Milan menang atas Cagliari 1-0. (AFP/Alberto Pizzoli)

AC Milan menunjukkan performa yang solid. Kiper Milan, Mike Maignan, membuat penyelamatan penting pada menit-menit akhir. Sementara itu, Fikayo Tomori tidak memberi banyak ruang untuk para pemain depan Cagliari.

Sayangnya, aksi apik kedua pemain justru mendapat respons negatif dari fans tuan rumah. Maignan dikutip dari Football Italia, merayakan kemenangan I Rossoneri dan mendapat ejekan rasisme.

Maignan kemudian memberi respons atas ejekan itu. Posisi kiper berusia 26 tahun itu cukup dekat dengan tribune fans tuan rumah.

Mike Maignan meletakkan tangan di telinga dan seolah meminta fans Cagliari untuk terus melanjutkan ejekan rasisme padanya.

3 dari 4 halaman

Memicu Keributan Antarpemain

Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic mengincar bola saat bertanding melawan Cagliari selama pertandingan Liga Serie A Italia di Sardegna Arena di Cagliari, Italia, Minggu (20/3/2022). AC Milan menang atas Cagliari 1-0. (AFP/Alberto Pizzoli)

Aksi Maignan itu memicu kemarahan dari pemain Cagliari. Mereka mengira Maignan telah membuat marah fans. Setelah itu, terjadi keributan antarpemain dan ofisial kedua tim di atas lapangan.

Keributan yang bermula dari ejekan rasisme kepada Maignan dan Tomori berdampak cukup besar. Sebab, pemain dan ofisial kedua tim sempat berkerumun, adu argumen, dan terlibat keributan.

Zlatan Ibrahimovic tentu berada di baris paling depan untuk membela Mike Maignan dan Fikayo Tomori. Selain itu, ada juga Paolo Maldini yang sampai turun ke lapangan. Sang direktur berupaya untuk melerai situasi.

Ultras Cagliari bukan kali pertama memberikan ejekan rasis bagi pemain lawan. Mereka pernah mengejek Moise Kean dan Romelu Lukaku.

Pihak klub sempat memberi sanksi larangan datang ke stadion untuk tiga orang suporter karena aksi rasisme.

Sumber: Football Italia

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin/Published: 20/03/2022)

4 dari 4 halaman

Yuk Tengok Posisi AC Milan di Bawah Ini:

Berita Terkait