Sosok Rara Istiati Wulandari, Pawang Hujan yang Mencuri Perhatian di MotoGP Mandalika 2022

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 20 Mar 2022, 18:15 WIB
Seorang pawang hujan melakukan ritual saat sesi latihan bebas MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (18/3/2022). (AFP/Bay Ismoyo)

Bola.com, Mandalika - Aksi pawang hujan di MotoGP Mandalika 2022 makin menonjol. Rara Istiati Wulandari, sang pawang hujan, mencuri perhatian ketika hujan turun mengguyur Sirkuit Mandalika, Minggu (20/3/2022). Tak lama, hujan pun berhenti dan balapan pun dimulai. Siapa sebenarnya Rara?

Kehadiran Rara Istiati Wulandari di Sirkuit Mandalika sudah ramai diperbincangkan sejak sesi free practice pada Jumat (18/3/2022) dan kualifikasi MotoGP Mandalika 2022 pada Sabtu (19/3/2022).

Advertisement

Namun, aksi yang dipertontonkan jelang balapan MotoGP pada Minggu sore membuat pawang hujan di Sirkuit Mandalika ini mendunia.

Bahkan di linimasa Twitter, aksinya mencuri perhatian dengan munculnya 'Pawang" di trending topic baik Indonesia maupun Worldwide. Seperti dilansir dari Liputan6.com, Rara Istiati Wulandari, memang bukan pawang hujan sembarangan.

Rara pernah menjadi pawang hujan ketika Presiden Joko Widodo menjalani kampanye sebelum pemilihan. Keterlibatannya dalam sejumlah kegiatan kenegaraan membuat sosoknya dekat dengan sejumlah pejabat.

Kabarnya, Rara melakukan ritual menolak hujan di Sirkuit Mandalika untuk MotoGP ini karena mendapatkan rekomendasi dari Menteri BUMN, Erick Thohir.

2 dari 2 halaman

Resmi Dipekerjakan demi Kelancaran MotoGP Mandalika

Aksi Rara sebagai pawang hujan ternyata menarik perhatian tim Dorna Sport.(Foto: Facebook/ Cahaya Tarot)

Untuk MotoGP Mandalika 2022, Rara memang secara resmi dipekerjakan Indonesia Tourism Development Corporation selaku perusahaan BUMN pemilik Sirkuit Mandalika yang juga membawahi MGPA selaku panitia penyelenggara.

Seperti diungkapkan oleh Koordinator Sirkuit Mandalika dari MGPA, Denny Pribadi, Rara melakukan tugasnya sejak sebelum event digelar.

"Sebelum event, Mbak Rara memutar, nanti dia menyimpan sesajen di sejumlah tempat, seperti di pintu race control, start, dan di dalam. Kalau sudah selesai, sesajen itu dibagi-bagi. Ada buah-buahan," ujar Denny.

"Mbak Rara sangat humble. Setelah digunakan, sesajen itu ternyata tidak apa-apa dibagikan. Padahal mungkin kalau orang awam takut bisa bikin sakit perut atau lainnya," lanjutnya.

Sumber: Liputan6.com (Amal Abdurachman/Raden Trimutia Hatta, published dan updated 20/3/2022)

Berita Terkait