BRI Liga 1: Kalah dari PSIS, Caretaker Persela Sebut Para Pemain Kena Mental

oleh Wahyu Pratama diperbarui 30 Mar 2022, 00:05 WIB
Jose Wilkson yang ditunjuk sebagai algojo penalti sukses melesatkan bola ke gawang yang dikawal Ray Redondo. Ia melepaskan tendangan ke sudut kanan gawang yang sejatinya bisa dibaca kiper PSIS Semarang. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Gianyar - Persela Lamongan menelan kekalahan pada laga pemungkas BRI Liga 1 2021 kontra PSIS Semarang yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (29/3/2022) sore.

Klub berjuluk Laskar Joko Tingkir itu sebenarnya bertekad memberikan kado perpisahan manis bagi fansnya. Apa lacur, Guilherme Batata dan kawan-kawan justru takluk dengan skor 2-1 dari pemain lapis kedua PSIS Semarang.

Advertisement

Kekalahan ini memastikan mereka turun kasta dengan rekor tak pernah menang dalam 25 laga terakhir. Ini merupakan catatan terburuk yang pernah didapatkan sebuah tim yang berlaga di kasta teratas.

Pelatih karteker Persela, Ragil Sudirman mengakui bila anak asuhnya seperti kena mental setelah dipastikan degradasi. Gairah bertanding penggawa Persela seolah menguap dan rentetan hasil buruk itu pun tak terhindarkan.

"Saya lihat mungkin terpengaruh itu juga (sudah dipastikan degradasi dari BRI Liga 1 202/2022). Tadi sudah saya ingatkan, paling tidak kami membawa pulang kemenangan ke Lamongan. Tetapi mungkin pikiran atau mentalnya pemain sudah turun," jelasnya.

 

2 dari 4 halaman

Tampil di Bawah Performa

Sementara itu, Persela Lamongan dengan berat hati harus terdegradasi ke Liga 2 setelah menempati urutan ke-17 klasemen akhir BRI Liga 1 2021/2022. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pria asal Lamongan itu mengakui bila kegagalan timnya meraih hasil terbaik disebabkan berbagai faktor. Daya juang anak asuhnya yang menurun berimpilikasi besar di lapangan.

Para pemain terlihat bermain seadanya dan tak heran bila mereka malah menelan kekalahan dari para pemain muda PSIS. Performa yang ditunjukkan di laga ini tak menunjukkan kekuatan Persela sebenarnya.

"Saya lihat tadi hasil kurang bagus, performa pemain kurang maksimal. Saya tadi terus kasih motivasi untuk tetap fight meskipun kami main terakhir. Sebenarnya kita butuh kemenangan, tetapi hasilnya kurang bagus," tukasnya.

 

3 dari 4 halaman

Adios, Persela!

Memasuki babak kedua, PSIS Semarang maupun Persela Lamongan saling melancarkan serangan. Sayangnya, peluang emas belum mampu dimanfaatkan kedua tim menjadi gol. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Setelah 18 tahun, Persela akhirnya resmi mengucapkan selama tinggal dari kompetisi level teratas. Tak hanya itu, mereka juga gagal memberikan kenang-kenangan berharga yang diminta fansnya.

Ragil menyadari bila permainan buruk Persela tak akan bisa dimaafkan begitu saja. Terpental dari Liga 1 dan mengakhiri kompetisi dengan catatan tak pernah menang, tentu sangat membekas bagi loyalis Persela.

"Saya juga mau sampaikan kepada LA Mania dan Curva Boys, atas nama pelatih mengucapkan mohon maaf sebesar besarnya. Di pertandingan terakhir ini kami belum dapat hasil maksimal. Saya meminta maaf," tandasnya.

4 dari 4 halaman

Posisi Persela di BRI Liga 1 2021/2022

Berita Terkait