BRI Liga 1: Evan Dimas, Hansamu Yama, dan 5 Jebolan Kompetisi Internal Persebaya yang Terpinggirkan

oleh Wahyu Pratama diperbarui 07 Apr 2022, 06:15 WIB
Liga 1 - Ilustrasi Logo Persebaya Surabaya BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Kompetisi internal Persebaya Surabaya merupakan salah satu kawah candradimuka bagi para pemain muda di Jawa Timur. Dengan jenjang kompetisi yang jelas dan tertata rapi, mereka mampu menciptakan bibit-bibit pemain berkualitas.

Sayangnya, tak semua jebolan kompetisi internal ini tertampung di tim senior Persebaya Surabaya. Banyak diantara mereka yang akhirnya bergabung ke klub lain untuk melanjutkan asa sebagai pemain profesional.

Advertisement

Meski begitu, beberapa diantaranya sempat beruntung bisa membela klub berjulukan Green Force tersebut. Walaupun hanya sesaat, mereka sempat menjalin kisah indah bersama klub asal Kota Pahlawan tersebut.

Dengan berbagai alasan, mereka kemudian memilih pindah dari klub yang membesarkan namanya. Terkini, Rachmat Irianto melakukan langkah serupa untuk 'menyelamatkan keluarganya'.

Nama-nama yang akhirnya memilih berkarier di luar Surabaya ini sejatinya bukan pemain yang jelek. Bahkan, masih ada yang berstatus penggawa timnas Indonesia. Selain Rian, julukan Irianto, siapa saja para pemain yang dimaksud?

 

2 dari 8 halaman

Andik Vermansah

Pemain Bhayangkara FC, Andik Vermansah

Kisah Andik Vermansah bersama Persebaya hanya berjalan seumur jagung. Dualisme kompetisi yang terjadi pada medio 2012 lalu, membuatnya nekat berkelana di Malaysia bersama Selangor FA (kini Selangor FC).

Setelah tujuh tahun berkiprah di Negeri Jiran, Andik kemudian memilih kembali ke Indonesia. Negosiasi dengan Persebaya sempat dilakukan, tetapi nyatanya ia justru berlabuh ke klub tetangga, Madura United.

Kepindahannya ke klub berjuluk Laskar Sape Kerrap itu juga terasa sangat emosional. Andik bahkan memiliki klausul tertentu di kontraknya yang membuatnya bisa menghindari pertemuan dengan Persebaya di kompetisi domestik.

Pemain berusia 30 tahun itu kini bermain untuk Bhayangkara FC. Kepindahannya di awal musim 2020 sempat disesalkan Bonek, loyalis Persebaya yang menganggapnya lupa asal usul klub berjuluk The Guardian itu.

 

3 dari 8 halaman

Evan Dimas

Evan Dimas - Pemain langganan Timnas Indonesia ini tak perlu lagi diragukan kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar. Gelandang yang membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 musim 2017 ini memiliki nilai pasar mencapai Rp5,65 miliar. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kepindahan Evan Dimas ke Arema FC pada bursa transer kali ini, tak sesederhana kelihatannya. Sebagai pemain jebolan kompetisi internal Persebaya, transfernya kali ini ibarat menyeberang ke kubu rival.

Penggawa tim nasional (timnas) Indonesia ini memang tak pernah memiliki kesempatan mengenakan seragam 'asli' Persebaya. Sejak kemunculannya di sepakbola tanah air, ia sudah mendapat cap 'pengkhianat' lantaran memperkuat Bhayangkara FC.

Pemain yang kini berusia 27 tahun tersebut itu sempat melemparkan kode untuk pulang ke Jawa Timur pada awal musim 2020. Tetapi gayung tak bersambut. Alih-alih 'berbaikan' dengan Persebaya, ia justru merapat ke Persija Jakarta.

 

4 dari 8 halaman

Misbakus Solikin

Gelandang PSS Sleman, Misbakus Solikin (Dok. PSS Sleman)

Berbeda dengan Evan Dimas, Misbakus Solikin masih beruntung sempat membela Persebaya. Bahkan, pemain asli Surabaya tersebut merupakan bagian integral tim yang membawa Persebaya promosi ke kasta teratas pada musim 2017 lalu.

Sayangnya, ia mulai terpinggirkan sejak kedatangan Aji Santoso pada pertengahan 2019 lalu. Hingga akhirnya pintu keluar Persebaya harus dilewatinya semusim berselang.

Sempat menjalani trial singkat bersama Madura United, pria yang akrab disapa Mis ini akhirnya berlabuh ke PSS Sleman. Di kompetisi BRI Liga 1 2021/22, pemain berusia 29 tahun ini mulai mendapatkan kepercayaan sejak I Putu Gede menjabat sebagai pelatih kepala.

 

5 dari 8 halaman

Andik Rendika Rama

Pemain Madura United, Andik Rendika Rama. (Bola.com/Aditya Wany)

Kisah Andik Rendika Rama bisa dibilang mirip dengan karibnya, Evan Dimas. Sebagai pemain jebolan kompetisi internal Persebaya, ia juga tak pernah mendapatkan kesempatan yang sama.

Sempat bersinar bersama Persija Jakarta, pria yang akrab disapa Rama ini akhirnya mudik ke Jawa Timur dengan memperkuat Madura United. Setelah lima setengah tahun, akhirnya ia mencoba tantangan baru.

Tak tanggung-tanggung, pemain berusia 29 tahun ini memilih menyeberang ke Arema FC. Di sana, ia akan bermain bersama Evan Dimas untuk pertama kalinya di sebuah klub profesional.

 

6 dari 8 halaman

Hansamu Yama

Bek Bhayangkara Solo FC, Hansamu Yama (kiri) saat melawan Persija Jakarta dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Hansamu Yama sempat dipandang sebagai salah satu kapten masa depan Persebaya. Apalagi, ia menjadi satu-satunya jebolan kompetisi internal Persebaya yang mau 'pulang' setelah bersinar di klub lain.

Tetapi kariernya juga tak bisa terbilang lama, di awal musim 2021 ia memutuskan hengkang ke Bhayangkara FC. Tak menemui kesepakatan dalam perpanjangan kontrak menjadi alasan yang mengapung saat itu.

Tetapi, pria asal Mojokerto tersebut itu sudah tak lagi memperkuat The Guardian, julukan Bhayangkara FC selepas kompetisi BRI Liga 1 2021/22. Dia baru saja diumumkan sebagai rekrutan baru Persija Jakarta.

 

7 dari 8 halaman

Samuel Reimas & M. Sidik Saimima

Gelandang Bali United, Mohammad Sidik Saimima, memilih pulang kampung ke Tulehu, Ambon, selama penghentian kompetisi untuk memulihkan cederanya. (dok. Bali United)

Dua pemain jebolan internal Persebaya lainnya yang berprestasi adalah Samuel Reimas dan M. Sidik Saimima. Walaupun tak sering mendapatkan kesempatan, keduanya merupakan bagian Bali United yang meraih gelar BRI Liga 1 2021/22.

Bagi Reimas, ini merupakan gelar keduanya secara beruntun sejak didaratkan dari Perseru Serui. Sayangnya, kebersamaanya dipastikan berakhir lantaran kontraknya tak dilanjutkan manajemen.

Sementara Saimima, merupakan bagian tim yang mengangkat Persebaya promosi pada 2018 lalu. Setelah terpinggirkan ke Perseru dan PSS Sleman, ia mendapat kesempatan bergabung dengan Bali United sejak awal musim 2020.

8 dari 8 halaman

Posisi Persebaya di BRI Liga 1 2021/2022

Berita Terkait