2 Catatan Buruk Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2021 : Butuh Pembenahan Serius

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 24 Mei 2022, 08:30 WIB
Pose pemain Timnas Indonesia sebelum pertandingan lanjutan babak penyisihan Grup A SEA Games 2021 melawan Myanmar di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Minggu (15/5/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Bola.com, Hanoi - Timnas Indonesia U-23 harus puas meraih medali perunggu pada SEA Games 2021. Pencapaian itu meleset dari target awal yakni medali emas.

Timnas Indonesia U-23 meraih medali perunggu setelah mengalahkan Malaysia melalui drama adu tendangan penalti dengan skor 4-3. Kedua tim sebelumnya bermain imbang 1-1 sepanjang waktu normal.

Advertisement

Secara keseluruhan, Timnas Indonesia U-23 kebobolan tujuh gol di SEA Games 2021. Adapun catatan memasukkan skuad Garuda Muda mencapai 12 gol.

Catatan tersebut menyimpulkan, masih ada banyak hal yang harus dibenahi oleh Shin Tae-yong. Ini harus dilakukan sebagai modal untuk bisa meraih medali emas SEA Games pada edisi selanjutnya.

Lantas, apa saja catatan buruk Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2021? Berikut ini dua poin yang harus dibenahi pelatih Shin Tae-yong versi Bola.com.

2 dari 5 halaman

Lini Depan Mandul

Pemain Timnas Indonesia U-23, Irfan Jauhari saat pertandingan melawan Timor Leste dalam laga kedua fase Grup A SEA Games 2021 di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Selasa (10/5/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Lini depan Timnas Indonesia U-23 menjadi sorotan di SEA Games 2021 karena tak sesuai dengan ekspektasi. Irfan Jauhari yang diandalkan sebagai juru gedor kenyataannya tak mampu mencetak gol.

Adapun penyerang Timnas U-23 lainnya yakni Muhamad Ridwan hanya memboyong satu gol. Ridwan juga jarang dipercaya sebagai starter di SEA Games 2021.

Gol Timnas U-23 di SEA Games justru hadir melalui aksi para gelandang sayap. Ini tentu mengkhawatirkan di mana seharusnya Timnas U-23 punya pencetak gol yang tajam untuk bersaing di lini depan.

Pelatih Shin Tae-yong punya banyak waktu untuk memecahkan solusi tersebut. Sebab, Timnas U-23 merupakan cikal bakal dari Timnas Indonesia senior pada masa depan.

3 dari 5 halaman

Mudah Ditembus

Pemain Timnas Indonesia U-23, Alfeandra Dewangga saat pertandingan melawan Timor Leste dalam laga kedua fase Grup A SEA Games 2021 di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Selasa (10/5/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Absennya Pratama Arhan di SEA Games 2021 menimbulkan lubang di sektor kiri pertahanan Timnas Indonesia U-23. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya gol yang dicetak lawan berasal dari area tersebut.

Alfeandra Dewangga sering kecolongan dalam menutup celah yang ada di sektor sayap kiri pertahanan Timnas U-23. Ini memang dimaklumi karena posisi asli Dewangga bukanlah sebagai bek kiri.

Adapun Firza Andika yang bermain sebagai bek kiri tak mampu memberikan penampilan maksimal. Pelatih Shin Tae-yong harus mampu menemukan solusi di area pertahanan tersebut.

Selain itu, lini pertahanan Timnas U-23 juga terlihat masih mudah ditembus. Duet Fachruddin Aryanto dan Rizky Ridho belum sepenuhnya maksimal sehingga sering menimbulkan celah.

4 dari 5 halaman

Perjalanan Timnas Indonesia U-23

Rizky Ridho yang dipasang menjadi tandem Fachruddin juga tampil apik dalam laga ini. Ia tampil solid dalam bertahan sukses mencetak gol kedua bagi Indonesia lewat tandukannya. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)
  • 6/5/2022 - Vietnam 3-0 Timnas Indonesia U-23
  • 10/5/2022 - Timnas Indonesia U-23 4-1 Timor Leste
  • 13/5/2022 - Filipina 0-4 Timnas Indonesia U-23
  • 15/5/2022 - Timnas Indonesia U-23 3-1 Myanmar
  • 19/5/2022 - Thailand 1-0 Timnas Indonesia U-23
  • 22/5/2022 - Malaysia 1(3) - 1(4) Timnas Indonesia U-23 (Adu penalti)
5 dari 5 halaman

Berita Terkait