Piala Presiden 2022: Pelatih PSIS Beberkan Alasan Mengganti Kiper Yofandani Saat Lawan Bhayangkara FC

oleh Hery Kurniawan diperbarui 03 Jul 2022, 21:45 WIB
Para pemain PSIS Semarang merayakan gol keempat ke gawang Persita Tangerang yang dicetak Hari Nur Yulianto (kedua dari kanan) dalam lanjutan pertandingan babak penyisihan Grup A Piala Presiden 2022 antara PSIS Semarang menghadapi Persita Tengerang di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin (13/6/2022). (Bola.com/Arief Bagus)

Bola.com, Jakarta - Ada kejadian menarik yang mewarnai kemenangan PSIS Semarang atas Bhayangkara di babak perempat final Piala Presiden 2022, Minggu (3/7/2022) sore WIB lalu.

Di laga itu PSIS Semarang melakukan pergantian kiper di akhir babak kedua, tepatnya pada menit ke-79. Ray Redondo dimasukkan untuk menggantikan Yofandani Damai.

Advertisement

Yofandani memang tidak tampil maksimal di laga itu. Dimainkan sejak awal laga, kiper berusia 21 tahun itu beberapa kali tidak lengket tangkapannya.

Puncak penampilan buruk Yofandani terjadi pada menit ke-58. Tembakan Dendy Sulistyawan terlihat tidak terlalu keras. Namun, Yofandani justru tidak menangkap bola itu dengan baik. Bola yang lepas langsung dicocor masuk oleh penyerang Bhayangkara FC, Youssef Ezzejari.

 

2 dari 5 halaman

Tampil Bagus Melawan PSS Sleman

Aksi kiper muda PSIS Semarang, Yofandani Damai Putra, dalam sebuah sesi latihan bersama timnya. (Ofisial PSIS Semarang)

Ini adalah kali kedua Yofandani dimainkan sejak awal laga di Piala Presiden 2022. Ia pertama kali mendapatkan kesempatan itu saat menghadapi PSS Sleman.

Pelatih PSIS Semarang, Sergio Alexandre memberikan penjelasan mengapa ia memilih Yofandani sebagai kiper utama di laga melawan Bhayangkara FC. Menurutnya, Yofandani bermain bagus di laga melawan PSS.

"Staf pelatih mengambil keputusan, Yofandani main bagus saat melawan PSS jadi kami mencoba tetap memainkan Yofandani sejak awal," jelasnya.

Pelatih asal Brasil itu pun mengakui Yofandani terlihat sangat gugup di laga melawan Bhayangkara. Namun, ia meminta kepada pendukung PSIS untuk tidak bertindak berlebihan. Sebab, Yofandani masih berusia muda dan masih sangat mungkin untuk terus berkembang.

"Yofan sedikit gugup, tapi sebelumnya dia bermain bagus. Dia Kiper muda jadi masih bisa berkembang," tandasnya.

 

3 dari 5 halaman

Strategi Berbuah Hasil

Pergantian kiper dari Yofandani menjadi Redondo di akhir babak kedua itu memang efektif. Redondo tampil lebih tenang di sisa laga.

Ia juga mampu menahan dua tendangan penalti dari Bhayangkara FC. Dua saves itu krusial membawa PSIS ke babak semifinal Piala Presiden 2022.

Sergio Alexandre pun menjelaskan proses pergantian penjaga gawang itu. Keputusan itu diambil setelah ia berdiskusi dengan jajaran staf pelatih PSIS yang lain.

"Keputusan mengganti kiper diganti setelah kami berdiskusi bersama. Kami bersiap adu penalti jadi kami ganti," jelas eks pelatih Persiraja itu.

4 dari 5 halaman

Rekor Tak Terkalahkan Berlanjut

PSIS Semarang memiliki rekor tak terkalahkan di Piala Presiden 2022. Dengan kemenangan lewat adu babak penalti melawan Bhayangkara, rekor itu terus berlanjut.

Total ini PSIS sudah lima kali bertanding di Piala Presiden 2022. Mahesa Jenar sama sekali menyentuh kekalahan dari lima laga itu.

Sejauh ini baru ada dua tim yang bisa menahan PSIS di waktu normal. Yakni Dewa United di fase grup. Saat itu laga berakhir imbang 2-2.

Yang kedua tentu saja Bhayangkara FC di babak perempat final. Kita semua tahu laga ini berakhir imbang 1-1.

5 dari 5 halaman

Butuh Kiper Senior

PSIS Semarang sejauh ini mengandalkan tiga kiper muda yang sebenarnya minim pengalaman. Mereka adalah Ray Redondo (26 tahun), Fajar Setya Jaya (26 tahun), dan Yofandani Pranata (21 tahun).

Ray dan Fajar bahkan selama ini kerap berperan sebagai back up di klub mereka sebelumnya. Sementara Yofandani tampak paling hijau di antara ketiganya.

Penampilan ketiganya sebenarnya tidak terlalu buruk di Piala Presiden 2022. Namun, PSIS harus mendatangkan paling tidak kiper senior dengan kualitas dan pengalaman bagus untuk menjadi kiper utama mereka di Liga 1 2022/2023 nanti.

Mengandalkan kiper muda di Liga yang sangat panjang tentu bukan keputusan yang bijak. Apalagi ketika sudah memasuki fase akhir yang bisa menentukan musim PSIS.

Berita Terkait