Shin Tae-yong Buka-bukaan Soal Kemenangan Ikonik Korea Selatan atas Jerman di Piala Dunia 2018: Apa Rahasianya?

oleh Hery Kurniawan diperbarui 20 Jul 2022, 08:30 WIB
Korea Selatan - Shin Tae-yong (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Timnas Korea Selatan (Korsel) memang gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2018. Namun, penampilan Son Heung-min di ajang itu tetap dikenang sebagai sekarang.

Saat itu, Timnas Korea Selatan mampu mengalahkan sang juara bertahan, Jerman di laga terakhir Grup E Piala Dunia 2018. Tim asuhan Shin Tae-yong menang 2-0 atas Thomas Muller dan kolega.

Advertisement

Dua gol Timnas Korea Selatan saat itu dicetak di injury time babak kedua. Kim Young-gwon mencetak gol di menit kedua injury time. Sementara Son Heung-min turut mencetak gol di menit keenam injury time.

2 dari 5 halaman

Kemenangan Bersejarah

Pemain Korea Selatan, Son Heung-min, merayakan kemenangan atas Jerman pada Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Rusia, (27/6/2018). Jerman takluk 0-2 dari Korea Selatan. (AFP/Jemel Samad)

Kepada kanal Youtube Sport77 Official, Shin Tae-yong menceritakan rahasia di balik kemenangan ikonik itu. Shin Tae-yong melihat harus ada yang dikenang baik dari Piala Dunia 2018 itu apalagi setelah Korea Selatan dipastikan gagal lolos ke fase selanjutnya karena kalah 1-2 dari Meksiko dan 0-1 dari Swedia.

"Sebelum melawan Jerman di fase grup, Korea kalah 0-1 dari Swedia setelah itu melawan Meksiko kalah 1-2," kenang Shin Tae-yong.

3 dari 5 halaman

Irit Bicara

Pelatih Korea Selatan, Shin Tae-yong, memeluk anak asuhnya, Son Heung-min, usai melawan Jerman pada laga Piala Dunia di Kazan Arena, Rusia (27/6/2018). Jerman takluk 0-2 dari Korea Selatan. (AFP/Benjamin Cremel)

Shin Tae-yong mengaku tidak melakukan persiapan yang terlalu rumit sebelum Korea Selatan menghadapi Jerman di laga terakhir Grup E Piala Dunia 2018 yang lalu. Ia pun mengaku tidak berbicara terlalu banyak kepada pemain asuhannya.

"Jadi itu pertandingan terakhir grup melawan Jerman saya tidak terlalu banyak bicara," ungkapnya.

4 dari 5 halaman

Kalimat Penyemangat

Pelatih Korea Selatan, Shin Tae-yong, membangunkan anak asuhnya, Lee Jae-sung, usai melawan Jerman pada laga Piala Dunia di Kazan Arena, Rusia (27/6/2018). Jerman takluk 0-2 dari Korea Selatan. (AFP/Benjamin Cremel)

Ia hanya meminta para pemain Taeguk Warriors untuk tidak takut menghadapi Jerman. Juga agar mereka bisa tersenyum bangga ketika tiba di Korea Selatan meski tersingkir di fase grup.

"Tetapi ada satu hal yang saya sampaikan: Tolong bawa hasil yang baik dan bekerja maksimal sampai pertandingan ini selesai. Kalau pertandingan ini kalah pada saat pulang pasti akan sedih tidak akan tersenyum. tetapi kalau kita tidak takut dan tidak menghindari lawan bertanding dengan tanpa perasaan menyesal pasti kita akan tersenyum walau menang atau kalah pada akhirnya," begitu bunyi kalimat penyemangat dari Shin Tae-yong.

5 dari 5 halaman

Rehat usai Piala Dunia 2018

Pelatih Korea Selatan, Shin Tae-yong, memberikan arahan kepada anak asuhnya saat melawan Jerman pada laga Piala Dunia di Kazan Arena, Rusia (27/6/2018). Jerman takluk 0-2 dari Korea Selatan. (AFP/Saeed Khan)

Setelah gagal membawa Korea Selatan lolos ke fase grup Piala Dunia 2018, Shin Tae-yong langsung meninggalkan posisinya sebagai pelatih tim tersebut. Ia melakukan itu pada 31 Juli 2018.

Setelah selesai dengan Korea Selatan, Shin Tae-yong tak langsung kembali melatih. Ia memilih untuk beristirahat sejenak.

Kemudian datang tawaran dari PSSI untuk Shin Tae-yong. Ia mendapatkan tawaran untuk menukangi Timnas Indonesia.

Proses negosiasi saat itu berlangsung cukup alot. Shin Tae-yong akhirnya resmi dikontrak untuk menukangi Timnas Indonesia sejak 1 Januari 2020 yang lalu.

Sumber: Youtube  Sport77 Official

Berita Terkait