Piala Dunia 2022 dan Cerita Timnas Italia from Hero to Zero: Langsung Nyungsep Setelah Juara Eropa

oleh Choki Sihotang diperbarui 15 Agu 2022, 08:15 WIB
Italia secara mengejutkan gagal lolos ke dua edisi Piala Dunia secara beruntun. Pada tahun ini, Gli Azzuri dikalahkan oleh Makedonia Utara dengan skor 0-2 saat play-off kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Renzo Barbera pada Jumat (25/03/2022) lalu. (AP/Antonio Calanni)

Bola.com, Jakarta - Delapan bulan setelah memenangkan Euro 2020 dan dipuja sebagai pahlawan nasional, Italia terhempas. Itu karena mereka gagal lolos ke putaran Final Piala Dunia 2022 Qatar.

"Persetan," tulis harian Corriere dello Sport dalam headline halaman depan, menyimpulkan rasa perih setelah Italia kalah 0-1 di kandang dari Makedonia Utara.

Advertisement

Itu adalah pengulangan yang menyakitkan, setelah hal serupa juga terjadi pada Piala Dunia 1958.

"Ini adalah bencana. Malunya lebih buruk dari sebelumnya," tulis Il Messaggero, media beken Italia lainnya.

Italia telah memenangkan Piala Dunia empat kali, terakhir pada 2006. Mereka tersingkir di babak penyisihan grup pada 2010 dan 2014. Itu jelas sebuah kemunduran.

2 dari 5 halaman

Setelah Juara..

Timnas Italia memastikan diri sebagai juara di ajang Euro 2020 setelah pada partai final mengalahkan Timnas Inggris. (Foto:AFP/Catherine Ivill,Pool)

Sukses memenangkan Euro 2020 tentunya mengapungkan asa. Hanya saja, itu sepertinya hanya sebuah keberuntungan.

"Apa yang bisa saya katakan, kami terlalu beruntung di Eropa dan kami membayarnya. Sesederhana itu," ketus Carlo de Marchi, warga Roma.

Sama seperti tahun 2018, Italia adalah satu-satunya mantan juara yang tidak lolos ke final dan pers melihatnya sebagai cerminan dari masalah yang lebih luas di tim nasional.

3 dari 5 halaman

Pelajaran Besar

Timnas Italia harus puas bermain imbang 1-1 kontra Swiss pada laga lanjutan Grup C kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa di Stado Olimpico, Sabtu (13/11/2021) dini hari WIB. (AFP/Alberto Pizzoli)

Selama dua musim terakhir, tidak ada tim Italia yang mencapai perempat final Liga Champions. Banyak klub domestik terbebani utang sehingga tidak mampu mendapatkan talenta top ke Serie A.

"Sistem, sepak bola Italia secara keseluruhan perlu diadili," tulis harian olahraga terlaris Italia, Gazzetta dello Sport, dalam sebuah editorial. Media itu menyalahkan "kurangnya visi" di antara administrator olahraga.

4 dari 5 halaman

Perombakan

Timnas Italia sempat tersandung saat menghadapi Bulgaria di kualifikasi Piala Dunia 2022 (AFP)

Kepala liga Serie A papan atas yang baru diangkat mengakui bahwa perombakan diperlukan.

"Kegagalan ini harus membawa semua orang ke refleksi serius dan perubahan besar dalam sistem kami," kata Lorenzo Casini, tanpa memberikan rincian apa yang perlu dilakukan.

5 dari 5 halaman

Bencana

Roberto Mancini berhasil membawa Timnas Italia tak terkalahkan dalam 25 laga di seluruh ajang. Teranyar, Gli Azzurri menang 2-0 atas Lithuania pada laga ketiga Grup C kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa. (AP Photo/Mindaugas Kulbis)

Setelah bencana Piala Dunia 2018, Italia menyalahkan pelatih tim Gian Piero Ventura dan kepala federasi sepak bola Carlo Tavecchio. Keduanya mengundurkan diri tak lama kemudian.

Kali ini tidak ada seruan untuk mencopot pelatih Roberto Mancini. Dia masih dipuji karena pencapaiannya di Euro 2020. Namun, dia sendiri tidak menutup kemungkinan untuk mundur.

"Mari kita lihat. Kekecewaan saat ini terlalu besar untuk berbicara tentang masa depan. Aku tidak tahu harus berkata apa," kata Mancini.

Sumber : Reuters

 

Berita Terkait