Curacao Duduki Ranking FIFA ke-84 Jelang Duel Kontra Timnas Indonesia, Kok Bisa Ya?

oleh Aryo Atmaja diperbarui 22 Sep 2022, 07:00 WIB
Timnas Curacao. (Daniel Munoz / CONCACAF / AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia akan menghadapi Curacao dalam agenda FIFA Matchday yaitu pada Sabtu (24/9/2022) dan Selasa (27/9/2022). Kemenangan untuk dua pertandingan nanti jelas akan sangat berarti bagi tim Merah-putih, terutama untuk mendongkrak peringkat FIFA.

Menjamu Curacao, Timnas Indonesia berstatus sebagai tuan rumah. Untuk Laga pertama akan dimainkan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu 24 September 2022. Tiga hari berselang, laga kedua akan digelar di Stadion Pakansari.

Advertisement

Curacao saat ini berada di peringkat ke-84 ranking FIFA. Jadi, jika ingin memperbaiki ranking FIFA, maka Timnas Indonesia harus mengalahkan Vurnon Anita dan kawan-lawan.

Di atas kertas, kekuatan tim berjulukan Skuad Garuda itu jauh di bawah lawannya. Berdasarkan ranking FIFA per hari ini, Kamis (22/9/2022), Curacao berada di posisi ke-84 dengan 1293,35 poin.

2 dari 6 halaman

Ungguli Posisi Bahrain

Pemain Timnas Curacao, Vurnon Anita (terjatuh). (Orlando SIERRA / AFP)

Tim besutan Armada Remko Bicentini itu masih lebih baik dari sejumlah negara menengah di Asia semisal Bahrain, Yordania, hingga Suriah. Padahal Bahrain dikenal sebagai salah satu tim kuat dan kuda hitam di Asia.

Perbedaan posisi Curacao dengan Timnas Indonesia sangat jauh. Skuad Garuda hanya mampu bercokol di urutan ke-155 ranking FIFA dengan 1019.19 poin.

Berarti, Timnas Indonesia terpaut hingga 71 tangga dari Curacao dalam pemeringkatan anggota FIFA.

3 dari 6 halaman

Jagoan dari Karibia

Curacao merupakan negara dari Kepulauan Karibia yang menempati peringkat ke-84 dari federasi sepak bola dunia atau FIFA. Negara ini pernah menjadi bagian dari Belanda yang bernama Antillen Belanda. Kemudian pada 2010, negara Curacao memisahkan diri dari Belanda.

Federasi Sepak Bola Curacao atau dalam bahasa Belandanya Curaçaose Voetbal Bond (CVB) didrikan pada 1921. Dikutip dari laman Federasi Sepak Bola Curacao, pada 1926 Timnas Curacao menggelar pertandingan melawan, Haiti, Jamaika, dan Republik Dominica.

Tahun 1932, Curacao menjadi anggota FIFA dan berada di zona CONCACAF. Pada tahun 1977 CVB berubah nama menjadi Curaçao Football Federation in Papiamentu (FFK). Meski negara ini jarang terdengar sepak bolanya namun sudah memiliki prestasi.

Pada 2017, Curacao menjadi juara di Turnamen Piala Karibia usai menang 2-1 atas Jamaika. Tahun 2019, negara berpenduduk 155 ribu jiwa ini berhasil mencapai babak perempatan final di Piala Emas CONCACAF.

4 dari 6 halaman

Nama-nama Beken

Timnas Indonesia akan menjalani dua kali uji coba melawan Timnas Curacao dalam laga FIFA Matchday pada 24 dan 27 September 2022. Timnas Cuaracao yang berada dalam naungan Concacaf, meliputi Amerika Utara, Tengah dan Karibia memang bukanlah negara mentereng dalam kancah sepak bola internasional. Namun Timnas Garuda wajib mewaspadai 5 pemain berikut yang tercatat pernah membela klub Liga Inggris yang bermain di Premier League. Siapa saja? Berikut daftar kelima pemain tersebut. (AFP/Paul Ellis)

Meski sepak bola Curacao kurang terdengar di dunia namun ternyata pernah dilatih oleh pelatih populer asal Belanda, Patrick Kluivert dan Guus Hiddink. Kluivert menjadi pelatih pada 2015-2016. Sedangkan Hiddink pada 2020-2021 saat pandemi Covid-19. Kini, dikutip dari laman FIFA, pelatih Curacao adalah Art Langeler dari Belanda.

Beberapa pemain dari Timnas Curacao ini merumput di Eropa. Misalnya Juninho Bacuna yang bermain di Championship Liga Inggris bersama Birmingham City. Di musim 2022-2023 ini pemain berposisi gelandang serang tersebut sudah tampil 10 kali dan memberikan tiga assist.

Pemain yang memiliki caps terbanyak untuk Curacao adalah Cuco Martina yang kini bermain di Southampton dengan 51 kali. Sedangkan pencetak gol terbanyak adalah Leandro Bacuna dengan 14 gol.

5 dari 6 halaman

Curacao Melesat

Cuco Martina. Bek kanan 32 tahun yang sejak Juli 2022 berstatus tanpa klub usai meninggalkan Go Ahead Eagles di Liga Belanda ini tercatat pernah membela 2 klub di Premier League, yaitu Southampton dan Everton. Soton dibelanya selama 2 musim mulai 2015/2016 hingga 2016/2017 dan total bermain dalam 36 laga di semua ajang dengan torehan 1 gol dan 3 assist. Sementara The Toffees dibelanya dalam 3 musim pada 2017/2018 hingga 2019/2020 dan total tampil dalam 28 laga di semua ajang dengan torehan 2 assist. Bersama Timnas Curacao, ia telah mengoleksi 55 caps dengan torehan 1 gol dan 3 assist sejak debut pada 20 Agustus 2011. (AFP/Ian Kington)

Sementara itu, tren Curacao sedang menukik. Kesebelasan dengan sebutan lain La Familia Azul itu menelan dua kekalahan dan sekali menang dalam tiga partai terakhir.

Namun, kekalahan Curacao didapat dari tim yang secara peringkat di ranking FIFA lebih tinggi semisal Honduras yang berada di posisi ke-80 dan Kanada ke-43.

Curacao kalah 0-1 dari Honduras dan 0-4 dari Kanada, namun mampu revans 2-1 atas Honduras di CONCACAF Nations League 2022/2023. Curacao juga dua kali menjalani partai persahabatan pada bulan Oktober tahun lalu dengan melawan Selandia Baru dan Bahrain.

Begitu juga kiprah Curacao di ajang kualifikasi Piala Dunia 2022 yang mencatat hasil cukup apik meski gagal melaju jauh. Setidaknya poin demi poin didapat Curacao membuat posisi mereka di ranking FIFA melesat.

Curacao sempat menahan imbang Panama dan Guatemala pada periode tahun 2021. Curacao juga pernah membekuk Kuba dalam laga bulan Maret 2021.

6 dari 6 halaman

Statistik dan Performa Curacao

Timnas Curacao. (Orlando SIERRA / AFP).

5 Pertandingan Terakhir Timnas Curacao

  • Bahrain Vs Curacao (4-0)
  • Curacao Vs Selandia Baru (1-2)
  • Curacao Vs Honduras (0-1)
  • Honduras Vs Curacao (1-2)
  • Kanada Vs Curacao (4-0)

Sumber: Soccerway

Berita Terkait