Keputusan Tak Biasa Kala Pensiun : 6 Eks Bintang Pilih Koki sampai Guru Zumba

oleh Choki Sihotang diperbarui 17 Okt 2022, 09:52 WIB
Mantan kiper Manchester United, Fabian Barthez, kini aktif mengikuti balapan Le Mans 24 Hours. (Marca)

Bola.com, Jakarta - Ada yang masih ingat Fabien Barthez? Mantan kiper Timnas Prancis yang pernah bermain bersama Marseille, Monaco, dan Manchester United itu kini menikmati profesi yang baru sebagai sorang pembalap sepeda motor.

Barthez, yang ikut memenangkan Piala Dunia 1998 bagi Prancis, memutuskan menjadi pembalap tak lama setelah pensiun dari sepak bola pada 2007. Tak setengah-setengah, Barthez sangat serius di dunianya yang baru ini.

Advertisement

Tak hanya cukup Formula Satu, legenda 51 tahun tersebut juga bebarapa kali bertarung di lintasan balapan bergengsi termasuk Le Mans 24 Hours. Sejumlah mantan pesepak bola juga mengarungi kisah yang sama dengan Barthez. Beberapa di antaranya bisa diintip di bawah ini:

 

2 dari 6 halaman

Tomas Brolin dan Thomas Gravesen – Pemain Poker

6. Parma - Berhasil dua kali juara UEFA bersama pemain seperti Ariel Ortega, Thomas Brolin dan Hernan Crespo. Klub ini juga mengorbitkan Lilian Thuram, Gianluigi Buffon dan Fabio Cannavaro. (Photo by GERARD JULIEN / AFP)

Saat ini, Brolin yang pernah berkostum Parma dan Leeds United berprofesi sebagai pemain poker. Pria berusia 52 tahun itu melakoninya pada 1998 setelah gantung sepatu dari klub terakhirnya, Hudiksvalls ABK.

Senasib, Gravesen yang tak lain adalah eks Real Madrid dan Everton, juga memilih menyambung hidup sebagai pemain poker profesional.

 

3 dari 6 halaman

Ken Monkou – Koki Pancake

Sadar kalau dirinya tak melulu berada di atas, Monkou mempersiapkan masa pensiun dengan cermat. Mantan bek Feyenoord, Chelsea, Southampton, dan Huddersfield Town itu kini punya toko pancake di kota Delft Belanda.

Jika tak lagi sibuk di media Belanda dan Chelsea TV, pemain pertama dari luar Commonwealth of Nations yang bergabung dengan The Blues itu, terjun sebagi koki.

 

4 dari 6 halaman

Jose Manuel Pinto – Guru Zumba

Jose Manuel Pinto. Kiper kedua Barcelona periode 2008/2009 hingga 2013/2014 ini ternyata tidak berposisi sebagai kiper di awal kariernya. Ia berposisi sebagai gelandang bertahan. Setelah pensiun dari barcelona, ia merambah dunia musik dengan menjadi produser rekaman. (AFP/Lluis Gene)

Kendati sudah berusia 46 tahun, Pinto belum loyo. Dia bahkan terlihat makin bugar di usia senja. Apa resepnya? Ternyata, Pinto membuka kelas Zumba.

Hebatnya lagi, dia jadi istruktur sekaligus koreografernya. Setelah pensiun dari Barcelona pada 2014, Pinto tak lantas berpangku tangan. Bermodal tabungan dan keinginan yang kuat, eks kiper tersebut guna meneruskan hobi lama yakni menari dan menyanyi.

Dua soundtracknya pernah di ditampilkan di film laris Hollywood dan lagu ciptaannya, La Habana, ditampilkan dalam The Fate of the Furious. Bahkan mencapai 10 besar tangga lagu Billboard, lho.

 

5 dari 6 halaman

Grant Holt – Pegulat

Setelah mengakhiri karier pada 2018, Holt naik ring gulat. Mantan pemain Norwich City dan Wigan Athletic berusia 41 tahun itu telah menandatangani kontrak profesional dengan Asosiasi Gulat Dunia.

Digulat, bakatnya cukup menjanjikan. Dia pernah memenangkan Mason Memorial Trophy.

 

6 dari 6 halaman

Adebayo Akinfenwa – Pegulat

Bisa jadi, inilah yang disebut profesi yang tertukar. Akinfenwa memang lama berkimpung di sepak bola. Sedikitnya 13 klub pernah dia bela dari 2001 hingga 2022.

Tapi, siapa yang mengenalnya? Namanya nyaris tak terdengar. Gonta-ganti klub membuat nama pensiunan striker berusia 40 tahun itu tak berakar. Walhasil, fans tak lagi mengingatnya.

Jauh dari sepak bola, Akinfenwa kontan nyebur ke dunia gulat. Posturnya yang tinggi besar serta mata yang kerap melotot membuat Akinfenwa kian sangar.

Sumber: Squawka

Berita Terkait