Membedah Cara Federasi Sepak Bola Jepang Bekerja: 8 Besar Piala Dunia 2022 Disiapkan Sejak 20 Tahun, The Real Percaya Proses

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 03 Des 2022, 10:45 WIB
Para pemain Jepang merayakan gol kedua ke gawang Spanyol pada pertandingan Grup E Piala Dunia 2022 di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, Jumat, 2 Desember 2022. Jepang menang 2-1 dan lolos ke babak 16 besar. (AP Photo/Petr David Josek)

Bola.com, Jakarta - Wakil Asia menggila di Piala Dunia 2022. Australia, Jepang, dan Korea Selatan lolos ke babak 16 besar. Ini menjadi kali pertama dalam sejarah Piala Dunia, ada tiga wakil Asia yang melaju ke fase gugur.

Jepang benar-benar tampil spektakuler pada penyisihan Grup E Piala Dunia 2022. Siapa sangka, Tim Samurai Baru mengagetkan banyak orang dengan menjadi kampiun Grup E dan lolos ke babak 16 besar. 

Advertisement

Keberhasilan Jepang dinilai luar biasa karena tergabung di grup neraka. Bayangkan saja, Jepang dikepung dua klub raksasa Eropa, Jerman dan Spanyol. Satu rival lainnya juga bukan lawan mudah, yaitu Kosta Rika. 

Tidak banyak yang menjagokan Jepang bakal melenggang dari fase grup. Bursa-bursa taruhan menempatkan Spanyol dan Jerman yang akan mewakili Grup E ke fase selanjutnya. 

Namun, Jepang membalikkan semua prediksi. Tim besutan Hajime Moriyasu malah menciptakan neraka bagi Spanyol dan Jerman. Uniknya, Jepang menang identik atas kedua tim itu, skornya 2-1, plus diwarnai dengan comeback setelah lebih dulu tertinggal. 

Jepang melaju ke 16 besar dengan torehan enam poin dari tiga pertandingan.

Apa yang diraih Jepang merupakan kerja nyata, keras, terkonsep, dan terstruktur yang dilakukan JFA (Japan Football Association). Bola.com menemukan banyak fakta menarik dari PSSI-nya Jepang itu, mulai rencana per tahun dan 8 besar Piala Dunia 2022 adalah target yang sudah dibidik sejak lama.

2 dari 7 halaman

Target, Program dan Kerja yang Terstruktur

Penyerang Jepang, Ritsu Doan (8) melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Spanyol selama pertandingan grup E Piala Dunia 2022 di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, Jumat, 2 Desember 2022. Sementara Spanyol tetap lolos sebagai runner up karena unggul selisih gol atas Jerman yang sama-sama mengemas empat poin. (AP Photo/Themba Hadebe)

Jepang sudah mencapai kesuksesan dengan tim nasional putri yang menjuarai Piala Dunia pada edisi 2011. Dalam laga final, Jepang mengalahkan Amerika Serikat lewat adu penalti 3-2 (2-2).

Ambisi mereka sekarang adalah lolos ke babak 8 besar Piala Dunia 2022, tahap yang belum pernah dicapai selama ini.

Dalam situs resmi JFA, federasi sepak bola Jepang telah menyusun rencana dan target dalam setiap tahun.

Target 2022 adalah 8 besar Piala Dunia 2022. Kemudian untuk tim putri, mereka kembali membidik gelar pada Piala Dunia 2023 yang dihelat di Australia dan Selandia Baru. Lalu 2024, Jepang menargetkan medali emas Olimpiade Paris untuk tim putri.

Untuk kategori kelompok umur, Jepang membidik juara U-17 dan U-20 putri pada Piala Dunia 2022. Target yang sama juga diusung untuk tim putra U-27 dan U-20. Begitu juga pada 2024 dan 2025, Jepang mengincar juara untuk kategori U-17 dan U-20 baik tim putra maupun putri.

Jepang juga menargetkan juara untuk Piala Dunia sepak bola pantai pada 2023, lalu delapan besar Piala Dunia Futsal 2024.

 

3 dari 7 halaman

Konsep Tritunggal

Homare Sawa adalah pemegang rekor dengan enam kali tampil di Piala Dunia Wanita. Sawa sukses membawa Jepang menjadi juara Piala Dunia Wanita 2011 dan terpilih sebagai Pesepakbola Wanita Terbaik Dunia 2011. (AFP/Patrik Stollarz)

Deretan target itu bukan tanpa usaha. Bukan Jepang namanya kalau tidak melakukan usaha yang terstruktur, disiplin, dan kerja keras.

"Sebagai tindakan penguatan sepak bola Jepang, kami, Komite Teknis Asosiasi Sepak Bola Jepang, membuat sebuah konsep, yakni rencana penguatan program tritunggal," demikian keterangan JFA.

Tujuan utamanya adalah membuat Jepang bersaing pada level yang setara dengan negara-negara peringkat pertama dunia.

Rencana penguatan Tritunggal itu meliputi penguatan tim nasional, pengembangan pemuda, dan pelatihan pelatih berbagi pengetahuan dan informasi yang sama dan menjaga hubungan yang erat antara satu sama lain.

4 dari 7 halaman

Disebarkan ke Seluruh Provinsi

Logo 10 klub pertama di J-League (Bola.com/Adreanus Titus)

Agar merata, program yang disusun PSSI-nya Jepang itu disebarkan ke seluruh perfektur atau provinci. Semua dengan konsep dan dasar yang sama, berjalan beriringan sesuai dengan arahan dari pusat.

"Masalah sepak bola Jepang dianalisis, dievaluasi, diidentifikasi dalam turnamen piala dunia setiap generasi, dll., Disebarkan ke dunia sepak bola Jepang melalui tiga bagian ini."

Semua program sepak bola baik untuk pengembangan pemain muda, pelatih, atau klub, ada di website resmi dan bisa diunduh.

JFA juga menyediakan konsep-konsep dasar sepak bola Jepang melalui konten-konten yang menarik untuk anak-anak. Dan, konsep itu seragam!

 

5 dari 7 halaman

Dimulai Sejak 2022

Pemain Asia lain yang bersinar di Piala Dunia 2002 adalah Junichi Inamoto. Pemain berkebangsaan Jepang tersebut juga mampu tampil apik bersama klubnya, Fullham. Hal tersebut membuatnya masuk dalam nominasi periah penghargaan Ballon d'Or. (AFP/Pedro Ugarte)

Jepang telah menyusun program tim nasional sejak mereka menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002 bersama Korea Selatan.

"Setelah tahun 2002, setelah Piala Dunia FIFA 2002, kami fokus pada prinsip yang kurang dalam rencana konvensional. Kami telah memulai berbagai proyek seperti program anak. Tidak ada penguatan tim nasional tanpa akar rumput! Kami percaya bahwa kehadiran orang-orang yang mencintai sepak bola, anak-anak dan anggota keluarga sepak bola, memberikan konsistensi dan kekuatan total pada sepak bola negara."

 

 

6 dari 7 halaman

Jangka Panjang

Selebrasi sejumlah pemain timnas Jepang usai Ao Tanaka menjebol gawang Spanyol dalam pertandingan grup E Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Khalifa International Stadium, Doha, Jumat (2/12/2022). (AP Photo/Darko Vojinovic)

Tepat 20 tahun sejak Piala Dunia 2022, sepak bola Jepang terus bergerak maju.

Pengembangan pemain muda sudah menuai hasil. Dalam skuat timnas Jepang sekarang, terdapat kurang lebih 25 pemain yang berkarier di Eropa. Daniel Schmidt, Maya Yoshida, Takehiro Tomiyasu, Wataru Endo, Genki Haraguchi, Gaku Shibasaki, Kyogo Furuhashi, Daichi Kamada, serta Takumi Minamino adalah sebagian dari 25 nama pemain yang sedang berkompetisi di Eropa.

"Pengembangan pemain dalam perspektif jangka panjang. Ini adalah cara berpikir yang sangat penting yang dipegang oleh JFA dalam pengembangan pemain muda. Tujuan utama pengejaran bukanlah kemenangan sesekali, tetapi pertumbuhan maksimal satu pemain di periode emas," tulis JFA.

7 dari 7 halaman

Berita Terkait