Pemain Muda Terbaik EFL Sejak 2006 dan Nasibnya Sekarang (Bagian I): Gareth Bale Paling Berkilau

oleh Suharno diperbarui 12 Jan 2023, 12:30 WIB
Pemain Los Angeles FC Gareth Bale melakukan selebrasi usai mengalahkan Philadelphia Union dalam adu penalti pada pertandingan sepak bola Piala MLS di Los Angeles, Amerika Serikat, 5 November 2022. Sebelum menutup karier, Bale bergabung ke Los Angeles FC pada Juli 2022 dan turut membawa klubnya menjuarai Piala MLS musim 2021-2022. (AP Photo/Marcio Jose Sanchez, File)

Bola.com, Jakarta - Penghargaan English Football League (EFL) mungkin tidak bergengsi. Penghargaan ini untuk para pemain hingga pelatih di Inggris yang tidak berlaga di Premier League.

EFL muncul sejak 2006 dan memberikan penghargaan untuk sejumlah kategori bagi klub dari Championship League alias kasta kedua ke bawah. Tidak hanya penghargaan untuk pemain maupun pelatih, tetapi juga bagi manajemen klub terkait sektor finansial hingga desain jersey.

Advertisement

Meskipun bukanlah penghargaan bergensi, akan tetapi ajang ini bisa menjadi catatan bagi klub Premier League untuk merekrut pemain. Apalagi ada kategori EFL Young Player of the Year Award atau pemain muda terbaik yang bisa dijadikan aset klub-klub Premier League.

Lalu siapa saja pemenang EFL Young Player of the Year Award dari 2006 hingga 2022? Apa saja prestasi yang mereka dapat.

Pada bagian pertama ini, mari membahas pemenang EFL Young Player of the Year Award dari 2006 hingga 2011. Apakah ada nama-nama yang akhirnya populer di Premier League?

 

2 dari 7 halaman

2006: David Nugent

Ekspresi pemain Derby County, David Nugent, saat melawan Chelsea pada Piala Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, Kamis (1/112018). Chelsea menang 3-2 atas Derby County. (AP/Nick Potts)

Kala meraih penghargaan pemain muda terbaik EFL 2006, David Nugent hanya bermain untuk tim Championship League, Preston North End. Meskipun bermain di kasta kedua, Nugent yang masih beliau jadi striker tajam.

Alhasil setahun kemudian, klub Premier League, Portsmouth tertarik meminangnya hingga menembus Timnas Inggris dan mencetak gol kala melawan Andorra pada 2007. Kini, Nugent sudah berusia 37 tahun dan sudah gantung sepatu.

 

3 dari 7 halaman

2007: Gareth Bale

Pemain Real Madrid Gareth Bale melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Atletico Madrid pada pertandingan sepak bola La Liga Spanyol di Stadion Metropolitano, Madrid, Spanyol, 9 Februari 2019. Sebelum memutuskan untuk gantung sepatu, Bale memiliki karier cemerlang dengan menorehkan sejumlah prestasi. (AP Photo/Manu Fernandez, File)

Bale adalah pemain yang paling populer dalam daftar ini. Pemain asal Wales tersebut meraih penghargaan EFL Young Player of the Year Award saat masih memperkuat Southampton di kasta kedua.

Pemain berusia 33 tahun yang memutuskan gantung sepatu belum lama ini tentu yang paling sukses juga. Setelah dari Southampton, dia bergabung ke Tottenham hingga akhirnya ke Real Madrid dan memenangi La Liga, Liga Champions serta Copa del Rey.

 

4 dari 7 halaman

2008: Michael Kightly

Seorang pemain sayap yang berkembang pesat, karena melejit dari kasta ketiga hingga direkrut tim Championship League, Wolves. Pada musim 2008/2009, Mchael Kightly mengantar Wolves juara kasta kedua dan promosi ke Premier League serta mendapat gelar pemain muda terbaik.

Namun pemain yang mendapat panggilan di Timnas Inggris U-21 ini gagal berkembang di Premier League. Meski bermain bagi Wolves, Stoke dan Burnley tetapi jejaknya tidak terlihat di Premier League hingga akhirnya pensiun pada 2021.

 

5 dari 7 halaman

2009: Fabian Delph

Gelandang Manchester City, Fabian Delph, berebut bola dengan gelandang Leicester City, Vicente Iborra, pada laga Premier League di Stadion King Power, Sabtu (18/11/2017). Manchester City menang 2-0 atas Leicester City. (AP/Rui Vieira)

Delph memulai karier senior kala memperkuat Leeds United pada Championship League musim 2006/2007 saat klub tersebut terdegradasi ke League One atau kasta ketiga. Total dia bermain 54 laga bagi Leeds hingga hijrah ke klub Premier League, Aston Villa, setelah memenangi EFL pemain muda terbaik.

Kariernya juga melejit hingga pernah memperkuat Manchester City, Everton bahkan Timnas Inggris. Pemain yang 20 kali memperkuat Three Lions ini sukses meraih sejumlah gelar di City hingga akhirnya memutuskan pensiun di Everton akhir musim lalu.

 

6 dari 7 halaman

2010: Nathaniel Clyne

Pemain Crystal Palace Nathaniel Clyne (kiri) menyundul bola di depan pemain Manchester United Cristiano Ronaldo pada pertandingan Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, 5 Desember 2021. Manchester United menang 1-0. (AP Photo/Jon Super)

Clyne menyabet penghargaan  pemain muda terbaik EFL saat memperkuat Crystal Palace di kasta ketiga Football League 2010/2011. Setelah mendapatkan gelar itu, dia langsung meloncat ke Premier League bersama Southampton.

Dia membukukan 104 pemampilan di St Mary's, kemudian Clyne bergabung ke Liverpool namun karirnya tidak cemerlang. Bek kanan yang kini berusia 31 tahun masih aktif bermain di Premier League dan kini memperkuat klub lamanya, Crystal Palace.

 

7 dari 7 halaman

2011: Connor Wickham

Pemain Crystal Palace, Connor Wickham (kiri) berusaha melewati pemain Manchester City pada lanjutan liga premier Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu (16/1/2016). (AFP Photo/Paul Ellis)

Seorang striker raksasa, Connor Wickham, menjadi andalan Ipswich Town untuk mencetak gol dan akhirnya mendapat gelar pemain muda terbaik EFL. Dia juga mencetak banyak gol untuk Timnas Inggris junior.

Wickham akhirnya berlaga di Premier League bersama Sunderland hingga Crystal Palace namun tidak bersinar. Wickham kemudian kembali ke kasta bawah bersama MK Dons musim lalu dan tampil sebentar untuk Forest Green Rovers musim ini sebelum menjadi pemain bebas transfer pada Januari 2023.

Sumber: Squawka