Liga 2 dan Liga 3 Dihentikan, APPI Minta AFC dan FIFA Investigasi

oleh Hery Kurniawan diperbarui 14 Jan 2023, 05:15 WIB
Liga 2 - Ilustrasi Logo Liga 2 (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) secara resmi menghentikan kompetisi Liga 2 dan Liga 3 musim 2022/2023. Mereka beralasan banyak klub yang tidak setuju dua liga itu dilanjutkan.

Meski kemudian pernyataan itu banyak dibantah oleh klub. Terutama klub dari Liga 2.

Advertisement

Gelombang protes terkait keputusan itu pun bermunculan. Terbaru, protes datang dari Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI).

Dalam rilis resmi mereka, keputusan PSSI dan PT LIB itu disebut APPI sebagai hal yang ironis. Apalagi penghentian kompetisi dilakukan secara mendadak.

"Setelah kompetisi Liga 1 dapat kembali bergulir pasca penghentian kompetisi akibat tragedi kanjuruhan, merupakan hal yang sangat ironis ketika kompetisi Liga 2 dan Liga 3 harus diberhentikan secara mendadak sesudah banyaknya harapan yang telah diberikan terkait penyelenggaraan Kompetisi awal tahun 2023 ini," ujar APPI.

2 dari 4 halaman

Tidak dalam Keadaan Kahar

Logo Liga 3 Indonesia (Bola.com/Adreanus Titus)

APPI pun menyayangkan keputusan penghentian Liga 2 dan Liga 3 secara sepihak tersebut. Mereka menyebut tidak ada alasan yang jelas dari PSSI maupun PT LIB.

"APPI sangat menyayangkan keputusan sepihak terkait penghentian Liga 2 dan 3 2022/2023. Keputusan federasi menghentikan Liga 2 berdasarkan kesepakatan sebagian besar klub anggota Liga 2 tidak disertai dengan alasan yang jelas," kata mereka.

Alibi yang dipakai PSSI dan PT LIB untuk penghentian Liga 2 dan Liga 2 adalah Force Majeur alias kondisi kahar. APPI kemudian mempertanyakan alasan itu.

"Termasuk didalamnya adalah tidak ada skema antisipasi dan kompetisi yang disiapkan untuk mencegah terjadinya penghentian kompetisi ini. Perlu digaris bawahi bahwa penghentian kompetisi Liga 2 2022/2023 bukanlah suatu Force Majeur atau Keadaaan Kahar baik menurut kontrak profesional, peraturan FIFA ataupun peraturan perundang-undangan di Indonesia," jelas APPI.

3 dari 4 halaman

Kemunduran

Para suporter PSIM bernyanyi di hadapan timnya usai laga lanjutan Grup B Liga 2 2022/2023 antara FC Bekasi City melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin (19/09/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

APPI kemudian menyebut penghentian Liga 2 dan Liga 3 secara sepihak ini sebagai kemunduran sepak bola nasional.

"Penghentian Liga 2 dan Liga 3 musim kompetisi 2022/2023 ini merupakan suatu kemunduran bagi industri sepakbola di Indonesia," ujar APPI.

APPI pun memperingatkan PSSI dan PT LIB mengenai langkah yang akan dilakukan oleh para pemain setelah penghentian ini. Bukan tak mungkin para pemain akan melakukan tindakan hukum.

"Akan berimbas pada konsekuensi yang sangat kompleks, termasuk konsekuensi hukum yang tentunya akan ditempuh para pesepakbola," tutur APPI.

4 dari 4 halaman

Investaigasi dari AFC dan FIFA

Pertandingan seru Liga 2 antara FC Bekasi City melawan PSIM (Dok LIB)

Lebih lanjut, APPI mengaku telah melakukan korespondensi dengan Asioasi Pemain Profesional Dunia (FIFPRO). APPI meminta FIFPRO untuk menyuarakan kegelisahan mereka kepada AFC dan FIFA.

Bahkan, APPI meminta induk sepak bola Asia dan induk sepak bola dunia itu untuk turun tangan langsung melakukan investigasi mengenai apa yang terjadi di Indonesia.

"Serta meminta FIFA dan AFC untuk menginvestigasi penghentian Liga 2 dan Liga 3 ini. APPI juga masih akan terus melakukan komunikasi dengan para pemangku kebijakan, stakeholder serta menjalin koordinasi dengan para pesepakbola yang bermain di Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 Indonesia," tegas APPI.

Berita Terkait