5 Momen Manis Terbaik Anfield di Zona Eropa : Sayang, Tadi Malam Malah Terjerembab

Liverpool pernah mengalami masa manis di Anfield, tapi sayang tidak ketika kalah dari Real Madrid.

BolaCom | Choki SihotangDiperbarui 22 Februari 2023, 13:35 WIB
Pelatih Liverpool Jurgen Klopp memberi tepuk tangan kepada para penggemar usai dikalahkan Real Madrid pada pertandingan leg pertamababak 16 besar Liga Champions di stadion Anfield di Liverpool, Inggris, Rabu (22/2/2023). Liverpool pun sepertinya sulit untuk bisa lolos ke Perempatfinal Liga Champions. (AP Photo/Jon Super)

Bola.com, Jakarta - Satu kata buat Liverpool: Bapuk! Bagaimana mungkin skuad besutan Jurgen Klopp bisa dengan mudahnya hancur di kandang keramatnya, Anfield? Kedatangan tamu Real Madrid dalam laga leg 1 Babak 16 Besar Liga Champions 2022/2023, Si Merah terjungkal 2-5.

Sempat leading 2-0 via Darwin Nunez dan Mohamed Salah pada 14 menit awal babak pertama, Liverpool babak belur. Situasi itu terjadi setelah Los Blancos mampu bangkit dengan lima lesakan balasan via 'brace' Vinicius Junior dan Karim Benzema serta sebiji gol Eder Militao.

Advertisement

Kekalahan ini membuat langkah Liverpool ke fase selanjutnya terasa berat. Mohamed Salah dkk akan bertandang ke Santiago Bernabeu bulan depan, dan harus menang minimal 4 gol tanpa balas jika ingin lolos langsung.

 


Pengakuan Dosa

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois (tengah) melakukan selebrasi bersama rekannya usai berhasil menepis tendangan dari pemain Liverpool, Mohamed Salah saat laga final Liga Champions antara Liverpool melawan Real Madrid yang berlangsung di Stade de France, Saint Denis, Sabtu, 28 Mei 2022 waktu setempat. (AFP/Paul Ellis)

Klopp mengamini kalau anak-anak asuhnya tampil bapuk. Pelatih Jerman itu menyatakan pasukannya seharusnya bisa tampil konsisten.

"Kami luar biasa di menit-menit awal. Terbukti, kami sempat unggul 2-0. Tapi permainan kami mulai pasif, bahkan gol-gol konyol pun terjadi," sungut Klopp, dilansir BT Sport.

Nasi sudah menjadi bubur. Seharusnya, Liverpool bisa berkaca pada laga-laga sebelumnya, dimana gurita Merseyside pernah tampil sangar di Anfield di ajang serupa.

Berikut lima momen manis di antaranya, seperti dikutip dari Fourfourtwo.

 


Liverpool 2-1 Juventus (Perempat Final Liga Champions, 2005)

Sebelum laga, tak sedikit yang justru menjagokan Juventus. Raksasa Italia itu datang ke Anfield dengan semua pemain terbaiknya seperti Buffon, Zambrotta, Cannavaro, Thuram, serta si bengal Ibrahimovic.

Sementara itu, tuan rumah, minus maestro lini tengahnya, Steven Gerrard. Namun, dengan semangat menyengat, Liverpool menang 2-1 berkat aksi ciamik Sami Hyypia dan Luis Garcia.

Saat bertandang ke Stadio delle Alpi beberapa hari berselang, Liverpool juga tampil tangguh dengan memaksa Juventus bermain imbang 0-0.

 


Liverpool 4-0 Real Madrid (16 Besar Liga Champions 2009)

Pada tahun 2009, Xabi Alonso memutuskan hijrah ke Real Madrid. Bersama El Real, Alonso kian dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia dengan sederet trofi bergengsi untuk Los Blancos. (AFP/Gerard Julien)

Pada laga leg 1 di Santiago Bernabeu, Liverpool menang tipis 1-0. Kini, tiba saatnya bagi mereka menjamu Real Madrid di Anfield.

Sebelum duel, pelatih Rafael Benitez mengingatkan Steven Gerrard dkk agar tak besar kepala. Biar bagaimana pun, Real Madrid ingin menuntaskan dendam sekaligus bertekad membalikkan keadaan.

Wejangan sang pelatih direspons Gerrard dkk dengan tampil cemerlang. Tanpa kesusahan berarti, The Reds menghancurkan Los Blancos dengan skor telak 4-0.

 


Liverpool 1-0 Barcelona (Semifinal Piala UEFA, 2001)

Sebelum Rafael Benitez datang, Liverpool masih ditukangi si gaek Gerard Houllier. Satu di antara duel yang paling berkesan bagi fans selama rezim Houllier, 1998 hingga 2004, adalah ketika Liverpool mengalahkan Barcelona 1-0 di semifinal Piala UEFA 2001 yang mentas di Anfield.

Saat itu, gol penentu Liverpool berasal dari Gary McAllister di menit-menit akhir babak pertama. Di momen spesial itupula, trofi Eropa pertama dalam 17 tahun berhasil diraih.

 


Liverpool 2-0 Roma (Fase Grup Liga Champions, 2002)

Petualangan Gerard Houllier di zona Eropa terus berlanjut dan kali ini di fase gugur Liga Champions musim 2001/2002. Di tengah persiapan jelang bentrok kontra Roma di Anfield, juru taktik asal Prancis itu sempat masuk rumah sakit karena masalah jantung.

Walau terganggu dengan kesehatan sang pelatih, para penggawa Liverpool tetap tampil spartan. Memaksimalkan dukungan suporter setianya, Liverpool mengalahkan tim asuhan Fabio Capello dua gol tanpa balas via Jari Litmanen dan Emile Heskey.

 


Liverpool 4-2 Arsenal (Perempat Final Liga Champions, 2008)

Kali ini, sesama wakil Inggris saling bunuh. Setelah bermain imbang 1-1 di Emirates Stadium, Liverpool bernazar menghancurkan Arsenal di Anfield.

Benar saja, Si Merah mengamuk dan akhirnya memenangkan pertempuran dengan skor 4-2. Untuk kesekian kalinya, Anfield mendatangkan tuah bagi Steven Gerrard cs.

Sumber: Fourfourtwo

Berita Terkait