Cerita Ramadan dari Trio Gelandang Muslim Everton: Idrissa Gueye Kerap Menjadi Imam

oleh Hery Kurniawan diperbarui 23 Mar 2023, 15:30 WIB
Everton berhasil mendatangkan Idrissa Gueye dari Paris Saint-Germain. Sebelumnya, Gueye memang kesulitan untuk menjadi pilihan utama di lini tengah Les Parisiens. Ia pun dibeli oleh The Toffess dengan harga murah, yaitu 6 juta euro. Gueye sendiri sebelumnya pernah berseragam Everton saat 2016 hingga 2019. (Twitter/@Everton)

Bola.com, Liverpool - Everton memang menjalani musim yang sulit di Premier League 2022/2023. Klub berjuulukan The Toffees itu masih harus berjuang di zona degradasi.

Namun, Everton memiliki keunikan lain pada musim ini. Trio gelandang mereka yakni Idrissa Gueye, Abdoulaye Doucoure, dan Amadou Onana beragama Islam. Ketiganya antusias menyambut datangnya Ramadan tahun ini.

Advertisement

Menurut BBC Sports, Gueye, Doucoure, dan Onana memiliki hubungan yang erat baik di dalam maupun luar lapangan. Mereka kerap melakukan sholat berjamaah.

Gelandang Everton, Aboulaye Doucoure menungkapkan satu fakta menarik. Ia menyebut Idrissa Gueye kerap menjadi imam ketika mereka melakukan sholat berjamaah.

"Kami berbicara bahasa yang sama sehingga sangat dekat dan bermain bersama di lini tengah, yang membuat kami semakin dekat," ungkap Doucoure.

"Kami selalu salat berjamaah dan meminta ruang untuk melakukan itu. Orang-orang sangat ramah dan memberi kami ruang. Idrissa Gueye biasanya memjadi imam kami, karena dia lebih tua dan memiliki suara yang bagus," sambungnya.

2 dari 4 halaman

Mengidolakan Mane dan Salah

Pemain Everton Idrissa Gueye (kanan) dan Abdoulaye Doucoure merayakan kemenangan atas Arsenal pada pertandingan sepak bola Liga Inggris di Goodison Park, Liverpool, Inggris, 4 Februari 2023. Everton mengalahkan Arsenal dengan skor 1-0. (AP Photo/Jon Super)

Abdoulaye Doucoure adalah pemain yang dilahirkan di Paris, Prancis 30 tahun lalu. Keluarganya yang datang dari Mali memang memiliki kepercayaan yang kuat pada Islam.

Abdoulaye Doucoure rupanya memiliki sosok idola. Ia mengaku mengidolakan dua pemain muslim Afrika yang pernah bermain bersama di Liverpool yakni Sadio Mane dan Mohamed Salah.

"Saya suka Sadio Mane dan Mohamed Salah," katanya.

Doucoure menyatakan kesukaannya pada Mane dan Salah itu bukan berarti untuk menyakiti para pendukung Everton. Namun, ia menyukai Salah dan Mane hanya karena kepribadian dua pemain tersebut.

"Ini bukan soal sepak bola, kita tahu bagaimana realitas antara Liverpool dan Everton. Namun, sebagai manusia saya menyukai Salah dan Mane," jelasnya.

3 dari 4 halaman

Baik untuk Masyarakat

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, memberikan arahan kepada Sadio Mane dan Mohamed Salah saat menghadapi Midtjylland pada laga Liga Champions 2020/2021 di Stadion Anfield, Rabu (28/10/2020) dini hari WIB. Liverpool menang 2-0 atas Midtjylland. (AFP/Peter Powell/pool)

Mohamed Salah sampai saat ini masih memperkuat Liverpool. Sementara itu, Sadio Mane memilih karier baru di Bayern Munchen.

Abdoulaye Doucoure kagum dengan dampak baik yang dihadirkan Salah dan Mane di Liverpool. Terutama efek yang datang dari Mohamed Salah.

"Sebagai pesepak bola, kami selalu ingin menjadi contoh dan Mohamed Salah adalah salah satunya. Dia bekerja dengan baik di klubnya sehingga orang-orang mencintainya, tetapi mereka juga belajar tentang agama Islam. Dia adalah contoh yang baik bagi kami dan sempurna," jelas Doucoure.

"Dia baik untuk masyarakat dan jika saya dan rekan satu tim saya bisa menjadi contoh bagi orang lain di kota Liverpool, itu akan bagus," tandasnya.

Sumber: BBC Sports

4 dari 4 halaman

Persaingan di Premier League 2022/2023

Berita Terkait