14 Pemain yang Diganjar Nilai 10 dari L'Equipe (Bagian II): Cristiano Ronaldo Minggir Dulu

oleh Suharno diperbarui 25 Mar 2023, 05:15 WIB
Lionel Messi pernah masuk nominasi penghargaan Ballon d'Or tahun 2006 ketika dirinya berumur 19 tahun 157 hari. Messi mampu tampil apik dan membantu Barcelona meraih gelar La Liga dan Liga Champions pada musim 2005/2006. Ia berhasil menempati urutan ke-12 saat itu. (Foto: AFP/Lluis Gene)

Bola.com, Jakarta - Jika kalian penggemar Pro Evolution Soccer (PES) maka akan tahu nilai seluruh pesepak bola setelah pertandingan berakhir. Pemain akan sangat sulit mendapatkan nilai 8,5 hingga nilai 10. 

Pesepak bola mendapatkan nilai tinggi jika tidak melakukan kesalahan dan mampu membuat perbedaan dalam laga tersebut. Bahkan ketika pemain mampu mencetak empat gol atau lebih mereka paling mentok mendapat nilai 8,5.

Advertisement

Tetapi di dunia nyata, ada sejumlah pemain yang mendapatkan skor sempurna dalam sebuah pertandingan. Nilai tersebut dilansir majalah olahraga asal Prancis, L'Equipe. Total ada 14 pemain yang hingga kini mendapatkan nilai sempurna alias 10.

Erling Haaland adalah pemain terbaru yang mencatatkan nilai sempurna alias 10. Akan tetapi, dalam 14 nama pemain ini, tidak ada nama Cristiano Ronaldo di dalamnya.

Berikut 14 pemain yang mendapatkan nilai sempurna alias 10 dari L'Equipe. Pada bagian kedua ini mari simak tujuh pesepak bola lain yang diganjar nilai sempurna, tidak ada nama Cristiano Ronaldo dalam daftar ini.

 

2 dari 8 halaman

1. Carlos Eduardo (Nice Vs Guingamp pada 2014)

Gelandang asal Portugal ini belum memiliki karier cemerlang di klub besar Eropa. Dia berkeliling di sejumlah klub Eropa dengan waktu singkat hingga pindah ke klub Arab Saudi Al-Hilal FC pada 2015.

Meski demikian, Eduardo pernah mendapatkan nilai sempurna dari L'Equipe saat mencetak lima gol dan mengantarkan Nice meraih kemenangan 7-2 atas Guingamp. Eduardo saat itu hanya bersatus sebagai pemain pinjaman dari Porto hingga  pindah ke Arab Saudi.

 

3 dari 8 halaman

2.  Robert Lewandowski (Borussia Dortmund Vs Real Madrid pada 2013)

Robert Lewandowski telah menjadi salah satu pemain terbaik di dunia dalam dua tahun terakhir meski gagal mendapatkan gelar Ballon d'Or. Ia juga merupakan kunci lolosnya Bayern Munchen ke fase gugur Liga Champions. Lewi saat ini tercatat mengoleksi 9 gol dalam 6 penampilannya. (AFP/Christof Stache)

Di Real Madrid, Jose Mourinho berhasil mengakhiri dominasi Barcelona asuhan Pep Guardiola di La Liga, dengan meraih gelar juara pada 2012. Mourinho kemudian membawa Madrid hingga semifinal Liga Champions musim 2012/2013 untuk bersua Borussia Dortmund.

Namun, mimpi buruk datang kepada mereka karena striker Dortmund, Robert Lewandowski, mengamuk saat mencetak empat gol di leg pertama. Pepe, Sergio Ramos, hingga Raphael Varane tidak sanggup untuk menghentikan aksi striker berpaspor Polandia ini.

 

4 dari 8 halaman

3. Lionel Messi (Barcelona Vs Arsenal pada 2010, Barcelona Vs Bayer Leverkusen pada 2012)

Penyerang Barcelona Lionel Messi mencetak lima gol untuk menghancurkan Bayer Leverkusen 7-1 pada leg kedua 16 besar Liga Champions di Nou Camp, Barcelona, 7 Maret 2012. AFP PHOTO/LLUIS GENE

Pada bagian pertama ada Erling Haaland yang dua kali meraih nilai sempurna. Nah, pada bagian kedua ini ada Lionel Messi.

Nilai 10 yang pertama diberikan L'Equipe kepada La Pulga saat mencetak empat gol untuk Barcelona yang menundukan Arsenal 4-1 pada leg kedua perempat final Liga Champions, membuat agregat menjadi 6-3.

Dua tahun kemudian melawan Bayer Leverkusen, ia tampil lebih baik dengan memborong lima gol ke gawang klub Jerman ini. Messi juga menjadi pemain pertama yang mencetak lima gol di era Liga Champions.

 

5 dari 8 halaman

11. Lars Windfeld (Aarhus Vs Nantes pada 1997)

Jika di bagian pertama ada Alban Lafont sebagai penjaga gawang yang mendapat nilai sempurna, di bagian kedua ini ada  Lars Windfeld. Meski mendapat nilai 10 saat Aarhus melawan Nantes di Piala UEFA 1997/98, Windfeld gagal bersaing dengan Peter Schmeichel sebagai kiper utama Timnas Denmark.

Hanya bermain imbang 2-2 di kandang sendiri pada leg pertama, Aarhus mengemban tugas sulit untuk meraih kemenangan pada leg kedua di markas Nantes. Namun, Nantes dibuat frustrasi dengan penampilan kelas dunia Windfeld. Aarhus  mencetak satu gol dan cukup mengantarkan mereka lolos ke babak selanjutnya.

 

6 dari 8 halaman

5. Oleg Salenko (Rusia Vs Kamerun pada 1994)

Salenko merengkuh penghargaan Sepatu Emas di Piala Dunia 1994 yang berlangsung di Amerika Serikat berkat enam gol yang dicetaknya. Lima dari enam gol itu dilesakkan Salenko dalam satu pertandingan saat Rusia melumat Kamerun 6-1.

Salenko menjadi pemain pertama dan hingga kini satu-satunya yang mencetak lima gol dalam satu pertandingan Piala Dunia. Sayangnya kemenangan telak atas Kamerun itu gagal mengantar Rusia melaju dari babak penyisihan grup karena dua kekalahan yang mereka derita sebelumnya.

 

7 dari 8 halaman

6. Franck Sauzee (Prancis U-21 Vs Yunani U-21 pada 1988)

Prancis menjuarai Piala Eropa U-21 1988 sebelum tim senior melakukannya satu dekade kemudian. Pemain yang menonjol di final 1988 melawan Yunani bukanlah salah satu pemain yang mengantar Les Blues juara Piala Dunia 1998 seperti Laurent Blanc dan Zinedine Zidane, melainkan Franck Sauzee.

Tim Prancis U-21 ditahan tanpa gol oleh Yunani pada leg pertama final 1988. Namun, pada leg kedua Franck Sauzee mencetak dua gol mutlak untuk membuat timnya unggul.

Dia hanya mengoleksi 39 caps untuk tim nasional. Penampilan terakhirnya untuk Les Bleus terjadi pada  1993 tetapi L'Equipe memasukannya dalam daftar peringkat 100 pemain terbaik Prancis sepanjang masa 2018, mengungguli Paul Pogba dan Nicolas Anelka.

 

8 dari 8 halaman

7. Bruno Martini (Prancis U-21 Vs Yunani U-21 pada 1988)

Tidak hanya Franck Sauzee yang mendapat nilai sempurna dari L'Euipe karena mencetak brace untuk Prancis U-21 pada leg kedua final Piala Eropa U-21 1988 melawan Yunani U-21. Sang penjaga gawang Bruno Martini juga diganjar nilai sempurna. Kiper Auxerre ini juga legenda pendahulu Fabian Barthez.

Penampilan Martini mendapat banyak pujian karena membantu timnya dengan mencatat clean sheet. L'Equipe belum pernah memberikan dua skor sempurna untuk dua pemain dalam satu pertandingan yang sama sejak saat itu.

Sumber: Planet Football

Berita Terkait