Asprov PSSI Jatim Ingatkan Pentingnya Piala Dunia U-20 bagi Sepak Bola Indonesia

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 27 Mar 2023, 18:30 WIB
Pemain Timnas Indonesia U-20, Marselino Ferdinan berusaha melewati hadangan pemain Timnas Hong Kong U-20, Osmond Chan dalam pertandingan matchday kedua Kualifikasi Grup F Piala Asia U-20 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (16/9/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Bola.com, Surabaya - PSSI mengonfirmasi kabar buruk yang beredar di sosial media. FIFA secara resmi membatalkan pelaksanaan Drawing Piala Dunia U-20 2023 yang sedianya bakal digelar di Pulau Bali pada 31 Maret.

Meski belum ada penjelasan resmi yang didapatkan PSSI atas hal tersebut, pembatalan ini diduga terjadi lantaran intervensi Gubernur Bali, Wayan Koster.

Advertisement

Pria berusia 60 tahun itu mengaku keberatan andai wilayahnya bakal dijadikan venue pertandingan untuk Timnas Israel.

PSSI menyebut penolakan tersebut mencederai Government Guarantee yang sudah ditandatangani bersama berkaitan dengan hosting Piala Dunia U-20 2023. Hal ini bisa dianggap mengurungkan garansi penyelenggaraan yang telah dikeluarkan pemerintah Provinsi Bali sebelumnya.

 

2 dari 4 halaman

Tanggapan Sinis

Logo PSSI. (Bola.com/Dody Iryawan)

Polemik politik tersebut ditanggapi sinis oleh Sekretaris Asprov PSSI Jawa Timur, Dyan Puspito Rini. Ia menganggap tak elok mencampuradukkan kegiatan olahraga dengan politik praktis seperti itu.

"Saya berharap semua unsur bisa memisahkan dan membedakan antara olahraga dan politik. Kita harus saling men-support. Karena ini kesempatan bagi negara kita menunjukkan ke seluruh dunia bahwa kita bisa menjadi tuan rumah kegiatan multievent seperti Piala Dunia U-20,” ungkapnya di sela-sela mendampingi perwakilan FIFA di Surabaya.

3 dari 4 halaman

Jangan Terperdaya Agenda Politik

Wanita yang akrab disapa Ririn itu menyebut persiapan yang sudah dilakukan untuk pagelaran akbar ini sungguh sangat tidak mudah. Untuk itulah, ia berharap semua pihak untuk menahan diri dan tak memanfaatkan hajatan sebesar Piala Dunia sebagai agenda politik.

Indonesia memang tengah memasuki masa politik menjelang pemilihan Presiden yang berlangsung tahun depan. Isu tentang Israel ini terbilang seksi mengingat negara Asia Barat itu tak memiliki hubungan diplomatis dengan Indonesia dan menjadi musuh bagi Palestina.

“Jangan sampai ada ulah beberapa pihak yang menjadi provokasi dan membuat FIFA sebagai federasi ragu. Harusnya kita semua saling suport dan turut menyukseskkan multievent terbesar ini karena ini kesempatan emas,“ tegasnya.

4 dari 4 halaman

Jangan Hancurkan Mimpi Pesepak Bola Muda

Timnas Indonesia U-20 maraih hasil positif pada laga keduanya di Piala Asia U-20 2023 setelah mampu menekuk Suriah U-20 dengan skor tipis 1-0 di Lokomotiv Stadium, Tashkent, Uzbekistan, Sabtu (4/3/2023). Gol tunggal Garuda Muda yang kembali menghidupkan peluang untuk lolos dari fase Grup A dicetak oleh Hokky Caraka lewat sepakan keras melengkung kaki kiri pada menit ke-35. (AFC/Adam Aidil)

Ririn sangat menyayangkan andai FIFA memutuskan untuk membatalkan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. Ia menilai akan lebih banyak kerugian bagi iklim sepak bola tanah air yang coba dikembangkan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir beserta jajarannya.

“Kami memberikan dukungan penuh kepada PSSI. Juga berharap semua insan sepakbola tanah air untuk ikut meramaikan event kejuaraan dunia yang digelar dalam waktu dekat ini. Banyak aspek positif dalam gelaran internasional ini, salah satunya memberikan inspirasi dan mimpi para pesepak bola muda untuk meraih cita-citanya,” tandasnya.

Berita Terkait