Mereka Limbung, Terhuyung, Lalu Buntung : Ini 7 Wonderkids MU yang Gagal Naik Kelas

oleh Choki Sihotang diperbarui 02 Mei 2023, 18:35 WIB
Federico Macheda. Pemain berkebangsaan Italia ini mencetak gol debutnya dalam usia 17 tahun 227 hari. Ia menjadi penentu kemenangan Manchester United atas Aston Villa 3-2 di Old Trafford pada 5 April 2009. (AFP/Andrew Yates)

Bola.com, Jakarta - Setiap pesepak bola ingin sukses dan dikenang sebagai legenda. Terlebih jika yang bersangkutan menyandang status sebagai pemain di klub beken mentereng sekelas Manchester United (MU).

Tapi, rupanya, tak semua bernasib baik. Artinya, hanya sebagian berakhir manis seperti Ryan Giggs, David Beckham, Roy Keane, Wayne Rooney, Rio Ferdinand, atawa Peter Schmeichel. Ketika angan tak sesuai kenyataan, tak ada yang perlu disesalkan.

Advertisement

Hidup toh harus terus bergerak, yang lalu biarlah berlalu dan menjadi kenangan, sekaligus pembelajaran. Kondisi itulah yang pernah dialami sejumlah pemain muda Setan Merah.

Digadang-gadang bakal jadi cemerlang di masa depan, yang terjadi justru sebaliknya. Berikut tujuh di antaranya :

 

2 dari 9 halaman

Mads Timm

Sebelum diboyong ke Inggris dan dicemplungkan ke candradimuka Akademi Manchester United pada 2000, Timm adalah wonderkid Odense, Denmark. Di tempat baru, Timm tampil memesona.

Dia berharap, suatu saat nanti dia bisa menjadi bintang layaknya legenda MU asal Denmark, Peter Schmeichel. Kehebatan Timm muda sampai jua ke telinga Sir Alex Ferguson.

Ia memanggilnya ke tim senior dua tahun kemudian. Betapa bahagianya Timm. Dia bernazar menaklukkan Old Trafford, Premier League, juga Eropa. Namun, dalam perjalanannya, Timm berakhir getir.

Ferguson yang terkenal disiplin menghukum remaja itu 12 bulan lantaran mengemudi sembrona di jalan raya. Apalagi, insiden itu mengakibatkan kecelakaan parah yang menimpa rekannya setim, Callum Flanagan.

Setahun setelah tragedi itu, Timm mudik ke kampung halaman. Mimpi untuk menjadi bintang di Old Trafford buyar sudah.

 

3 dari 9 halaman

Federico Macheda

Striker asal Italia Federico Macheda saat masih bermain di Manchester United. (AFP/Andrew Yates)

Nama Macheda kontak meledak. Semua mulut fans Manchester United menyerukan nama pemain Italia itu usai mencetak gol penentu kemenangan 3-2 atas Aston Villa pada 2009.

Siapa Macheda? Ia bukanlah siapa-siapa sebelum mencatatkan namanya di papan skor. Dia hanyalah seorang pemain muda yang belum lama naik pangkat ke tim senior besutan Sir Alex Ferguson.

Namanya semakin mentereng setelah Ferguson menyanjungnya setinggi langit ke tujuh. Menurut Ferguson, anak baru itu sosok 'finisher' alami terbaik macam Wayne Rooney, Michael Owen, dan Dimitar Berbatov.

Apa yang tersuguh selanjutnya? Macheda tumbang. Badai cedera menghantam. Sang penyerang mulai timpang lalu tenggelam. Sejak 2011 hingga 2014, Macheda mengembara dari satu klub ke klub lain sebagai pemain pinjaman. Kasihan...

4 dari 9 halaman

Dong Fangzhou

Kalau Sir Alex Ferguson sudah bertitah, siapa yang berani membatah? Tak ada yang yang sanggup angkat suara tatkala pelatih gaek itu memboyong Fangzhou ke Old Trafford pada 2004 dari sebuah negeri yang jauh, Tiongkok.

Apakah Ferguson membawa seorang pelatih Kungfu? Tentu saja tidak. Fangzhou adalah pemain muda Dalian Shide. Fergusin optimistis, dirinya tak salah ciduk. "Dia punya bakat eksplosif, kecepatan, dan fisik yang oke," kata Ferguson.

Tapi sayang beribu sayang, Fangzhou yang digembar-gemborkan bakal mencuri perhatian di pentas Premier League, ternyata harus gigit jari. Ia tak mendapat izin kerja di Inggris, Fangzhou terpaksa dipinjamkan ke klub Belgia, United Royal Antwerp, dan menjadi terkenal di sana.

Dua tahun berlalu, Fangzhou kembali ke klub lamanya, Dalian Shide. Apa boleh buat, Manchester United hanyalah sebuah khayalan.

 

5 dari 9 halaman

Rodrigo Possebon

Rodrigo Possebon. Gelandang Italia berdarah brasil ini didatangkan dari tim kedua Internacional di Liga Brasil pada 2008. Hanya bermain dalam 8 laga di musim tersebut. Sempat dipinjamkan selama setengah musim ke Braga sebelum hengkang ke Santos pada 2010. (AFP/Andrew Yates)

Hari-hari berlalu seakan tak ada arti bagi Possebon. Dia ingin mengutuki nasib, tapi itu tak jua mengubah apa yang sudah terjadi.

Cedera parah menyergap gelandang petarung kelahiran 13 Februari 1989 itu ketika Manchester United bentrok kontra Middlesbrough di Piala Liga Inggris. Pemain Middlesbrough, Emanuel Pogatetz, menebasnya dengan tekel horor.

Akibatnya, jagoan muda itu menepi dalam waktu yang cukup lama. Possebon yang malang. Soalnya, dia belum lama promosi ke tim senior MU setelah datang dari tim muda asal Brasil, Internacional, pada 2008.

Ketika sembuh,, Possebon tak dalam performa terbaiknya. Bisa ditebak, ia kehilangan tempat. Dia lalu dirental ke Braga dan sejak 2010 tak pernah lagi kembali ke Old Trafford.

 

6 dari 9 halaman

Angelo Henriquez

Bayangkan, usianya baru 15 tahun ketika Manchester United merekrutnya dari Universidad de Chile, Chile, pada 2012. Sir Alex Ferguson berharap, Henriquez bisa menambah daya gebuk Manchester United di lini depan.

Berawal dari bangku cadangan, penyerang yang dijuluki "The Next Marcelo Salas" itu perlahan namun pasti promosi ke tim senior. Henriquez tak menyia-nyiakan duel debutnya di Premier League dengan mencetak gol.

Dia juga memungkasi musim perdananya dengan trofi Piala FA. Namun, setelah itu, dia gagal bersaing. Pada periode 2013-2015, Ferguson meminjamkannya ke klub lain sebelum akhirnya dilepas ke Dinamo Zagreb.

 

7 dari 9 halaman

David Bellion

Selamat datang di Old Trafford. Demikian sebuah spanduk terbentang, saat David Bellion mendaratkan kakinya untuk kali pertama ke stadion megah sarat sejarah itu.

Setan Merah membawa sang penyerang muda dari Sunderland pada 2003. Saat itu, David Bellion seorang remaja berusia 20 tahun.

Banyak yang bilang, dia bakal seperti legenda Prancis yang pernah menyihir Premier League, Thierry Henry. Tapi mimpi hanya tinggal mimpi.

David Bellion gagal bersinar. Dia tak mampu menggapai ekspektasi tinggi yang dipatok manajemen dan fans. Setelah dibuang ke West Ham United dan Nice sebagai pemain pinjaman, MU melepasnya pada 2006.

 

8 dari 9 halaman

Ben Thornley

Sir Alex Ferguson punya banyak pemain andalan, tapi pemain kesayangan bisa dihitung jari. Dua di antaranya adalah Ryan Giggs dan David Beckham.

Ferguson pun berharap, Thornley, amunisi yang telah mencuri hatinya pada 1993 kelak bisa seperti Giggs maupun Beckham. Thornley merupakan winger yang lincah serta licin bak belut.

Dia membantu MU memenangkan FA Youth Cup pada tahun 1992 dan merupakan pemain bintang. Fergie dan seluruh fans harus menerima kenyataan pahit.

Idola baru itu tumbang dan harus masuk ruang medis lantaran tekel mengerikan pemain Blackburn, Nicky Marker. Beberapa bulan usai perawatan, nasib tak lagi sama bagi Thornley. Tersingkir, Ferguson meminjamkannya ke klub lain, dari 1995 sampai 1996.

Sumber : Allfootballapp

9 dari 9 halaman

Giliran MU Kejar Arsenal

Berita Terkait