Ungkap Pentingnya VAR di Liga 1 Musim Depan, Andritany Ardhiyasa: Sepak Bola Kita Sudah Darurat!

oleh Radifa Arsa diperbarui 23 Mei 2023, 15:30 WIB
Pemain Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Penjaga gawang sekaligus kapten Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, menegaskan pentingnya Video Assistant Referee (VAR) di Liga 1. Menurutnya, teknologi ini bisa menolong sepak bola Indonesia yang sudah dalam kondisi darurat.

Pada mulanya, Andritany Ardhiyasa sempat berpikir bahwa kehadiran VAR di sepak bola modern justru menghilangkan unsur-unsur kontroversial yang menjadi salah satu aspek dramatis dalam sebuah pertandingan.

Advertisement

Andritany pun mengambil contoh dua peristiwa ikonik dalam sejarah sepak bola yang sampai saat ini malah menjadi kisah-kisah kontroversial dan bernilai historis yang tak lekang dari ingatan publik. 

Dua momen yang dimaksud ialah ‘gol hantu’ Frank Lampard di Piala Dunia 2010 dan gol tangan tuhan Diego Maradona di Piala Dunia 1986. Kalaupun ketika itu sudah ada VAR, dua momen ini tentu tak akan menjadi sejarah.

 

2 dari 4 halaman

Perdebatan VAR

"Awalnya, saya berpikir bahwa VAR akan menghilangkan esensi dari sepak bola. Karena sepak bola itu adalah tentang perdebatan,” kata Andritany Ardhiyasa seperti dikutip dari kanal YouTube Vivagoal Indonesia.

"Yang membuat seru adalah perdebatan di luar lapangan. Seperti saat Lampard mencetak gol ke gawang Jerman." 

"Itu sampai sekarang masih jadi perdebatan. Contoh lain lagi, gol tangan tuhan Maradona. Jika ada VAR, mungkin sejarah akan berubah," lanjutnya. 

 

3 dari 4 halaman

Sepak Bola Indonesia Darurat VAR

Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, berusaha menghalau bola saat melawan Persikabo 1973. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Secara perlahan, pandangan Andritany soal hadirnya VAR yang bisa mengikis unsur-unsur kontroversial dari sepak bola itu perlahan berubah. Sebab, dia merasa bahwa sepak bola Indonesia sudah dalam keadaan genting.

Berbagai keputusan kontroversial wasit yang kerap kali mewarnai perjalanan kompetisi pun sudah semestinya menjadi dorongan kuat bagi PSSI untuk segera mengaplikasikan teknologi ini dalam waktu dekat.

"Namun, mohon maaf, saya harus mengatakan bahwa sepak bola kita sudah darurat dan membutuhkan VAR,” kata kiper berusia 31 tahun itu.

"Kita tidak pernah tahu apakah memang kualitasnya wasit seperti itu ataukah memang mereka tidak mengerti aturan, walaupun sebetulnya ada beberapa wasit yang bagus,” imbuhnya.

 

4 dari 4 halaman

Pentingnya Sosialisasi Laws of the Game

Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa (kanan) berusaha menangkap bola saat laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara Persija Jakarta melawan PSIS Semarang di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kamis (16/03/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Selain itu, aspek lainnya yang menurut Andritany perlu mulai dilakukan ialah meningkatkan kualitas wasit. Tak hanya itu, pesepak bola semestinya juga mulai dibekali dengan pemahaman soal Laws of the Game.

Sebab, apabila setiap pemain sudah memahami aturan-aturan yang ditetapkan dalam Laws of the Game, maka potensi munculnya protes berlebihan bakal semakin berkurang.

"Sebetulnya begini, VAR bukanlah solusi final. Kita juga harus meng-upgrade kualitas wasit kita. Selain itu, kita juga harus meng-upgrade pengetahuan pemain tentang Law of the Game,” ujarnya.

"Itu penting. Law of the Games harus disosialisasikan untuk semua pemain. Jadi, Komite Wasit harus datang ke setiap klub. LOTG itu seperti apa. Itu harus dibuka semuanya,” lanjutnya.

Berita Terkait