Terlalu Semangat saat Hadapi Saint Kitts and Nevis, Benturan Maarten Paes dengan Elkan Baggott Dianggap Kesalahan

Ada catatan kecil pada laga Timnas Indonesia versus Saint Kitts and Nevis, melibatkan Maarten Paes dan Elkan Baggott.

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia meraih hasil impresif di laga pertama FIFA Series 2026. Pelatih John Herdman pun sukses menjalani debut sebagai pelatih Timnas Indonesia dengan memberi kemenangan besar 4-0 atas Saint Kitts and Nevis di SUGBK Jakarta, Jumat (27-3-2026) malam WIB. 

Ole Romeny menjadi bintang lapangan dengan dua assist ciamiknya yang dikonversi menjadi gol oleh Beckham Putra pada menit ke-15 dan 25'. Ole Romeny mencetak golnya sendiri di tengah kerumunan pemain Saint Kitts and Nevis di kotak penalti menit ke-53. 

Mauro Zijlstra menutup keberhasilan Timnas Indonesia lewat golnya menit ke-75. Striker naturalisasi milik Persija ini dengan satu sentuhan akurat meneruskan umpan Joey Pelupessy. 

Jay Idzes dkk. tampil dominan di laga internasional kaitan agenda FIFA Matchday ini. Ini membuat Saint Kitts and Nevis hampir tak memberi ancaman gawang Timnas Indonesia yang dikawal Maarten Paes. 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kesalahan Riskan

Kendati tidak dapat tekanan, Maarten Paes dinilai masih melakukan kesalahan cukup riskan. Momen itu terjadi saat kiper Ajax Amsterdam itu berbenturan dengan Elkan Baggott. 

Elkan Baggott yang meloncat untuk menyundul bola lambung pemain Saint Kitts and Nevis, ditabrak Maarten Paes yang juga berusaha menghalau bola.

"Saya lihat Maarten Paes tampil terlalu semangat. Benturan dengan Elkan Baggott buktinya. Tak ada yang salah dengan usaha dua pemain ini. Tapi, sebagai kiper, seharusnya Maarten Paes-lah yang aktif komunikasi dengan Elkan Baggott," ulas Hermansyah, mantan kiper Timnas Indonesia era 1980-an.

Perbaiki Komunikasi

Hermansyah menyebut dari kejadian ini bisa dilihat komunikasi masih perlu diperbaiki lagi. Terutama saling percaya dengan rekan setim di permainan. 

"Seharusnya Maarten Paes percaya dengan Elkan Baggott bisa memenangkan duel udara itu. Apalagi Elkan Baggott punya postur tinggi. Jika komunikasi bagus, Maarten Paes tinggal fokus melihat ruang gawang untuk antisipasi arah bola pantulan," ulasnya.

Tindakan Maarten Paes itu, lanjut Hermansyah, kemungkinan dia menilai Elkan Baggott cukup lama tak bermain bersama Timnas Indonesia. 

"Sehingga secara psikologis, mungkin Maarten Paes agak kurang yakin dengan comeback Elkan Baggott. Apalagi sebelum insiden itu, Elkan Baggott sempat gagal menutup pemain Saint Kitts and Nevis di sisi kiri," jelas Hermansyah.

Cukup Mumpuni

Namun, secara global performa, mantan kiper FC Dallas itu cukup mumpuni. Aksi impresif ditunjukkannya menutup ruang tembak pemain Saint Kitts and Nevis di situasi one-on-one 

'Satu save krusial Maarten Paes bukti kematangannya. Saya kira ini menghapus kesalahan sebelumnya. Di partai internasional, satu kesalahan kecil jadi hukuman bagi sebuah tim," kata Hermansyah. 

Kini John Herdman dan pelatih kiper bisa melihat langsung kualitas semua Timnas Indonesia yang diturunkan melawan Saint Kitts and Nevis. Termasuk kinerja Maarten Paes.

"John Herdman pasti diskusi dengan pelatih kiper Timnas Indonesia terkait penampilan Maarten Paes. Saya kira lawan Bulgaria nanti, mereka akan merotasi kiper dengan menurunkan Emil Audero. Ini penting untuk melihat kualitas kiper lainnya," tuturnya. 

Video Populer

Foto Populer