Calon Bintang MotoGP Masa Depan Merendah, Merasa Bukan Siapa-Siapa Dibandingkan Anak Didik Valentino Rossi

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 26 Mei 2023, 18:30 WIB
MotoGP - Ilustrasi Logo MotoGP (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Setelah Marco Bezzecchi, Enea Bastianini, Luca Marini dan Fabio Di Giannantonio, pemuncak Moto2 Tony Arbolino bisa menjadi langkah selanjutnya untuk naik ke MotoGP bersama Ducati.

Setelah menuai banyak kesuksesan dengan mempromosikan sejumlah pembalap Moto2, Ducati dapat bersiap untuk melakukan hal serupa pada Arbolino, yang sejauh ini dua kali menjadi pemenang balapan di tahun 2023.

Advertisement

Tony Arbolino telah membawa permainannya ke level baru selama lima putaran pembukaan musim ini, karena saat ini dia mampu mengangkangi Pedro Acosta.

Baik Arbolino dan Acosta tampaknya ditakdirkan untuk melompat ke MotoGP, tetapi dengan Acosta saat ini dikontrak oleh KTM, Ducati tampaknya memiliki posisi terbaik untuk mengontrak Arbolino sebagai pengganti pembalap Gresini Di Giannantonio yang sedang berjuang.

 

2 dari 3 halaman

Tidak Heran

Direktur Olahraga Ducati Corse, Paolo Ciabatti, tidak terkejut dengan persaingan antara Pedro Acosta dan Tony Arbolino.

"Pedro (Acosta) adalah salah satu pembalap paling menjanjikan sejak tahun-tahun Moto3 dan kami tahu dia memiliki koneksi dengan KTM, yang bisa dimaklumi."

"Tony Arbolino juga melakukan tugasnya dengan baik. Mari kita lihat, ini terlalu dini, kami membutuhkan beberapa balapan lagi sebelum mempertimbangkan tahun depan," kata Ciabatti.

 

3 dari 3 halaman

Merendah

Arbolino sangat menyadari bahwa ada kesempatan untuk bergabung dengan MotoGP. Namun, ia memilih merendah, seraya menyebut senior-seniornya yang merupakan anak didik Valentino Rossi seperti Marco Bezzecchi masih lebih baik.

"Anda bertanya kepada saya apakah saya sedang memikirkan langkah yang akan datang di MotoGP, tentu saja, tapi saya tidak terobsesi'," kata Arbolino kepada Motosprint.com.

"Tentu saja saya mau mengikuti langkah para senior yang memulai semuanya dari Moto2 atau bahkan Moto3, tetapi tanpa terlalu merepotkan diri sendiri. Saya menghormati mereka, saya belum jadi siapa-siapa."

"Saya tidak terburu-buru. Saya ingin sampai di sana pada waktu dan tempat yang tepat."

Sumeber: Motosprint.com

Berita Terkait