3 Pelatih Asing Calon Pengganti Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia: Kenal Baik Sepak Bola Asia Tenggara

oleh Ana Dewi diperbarui 28 Mei 2023, 09:00 WIB
Ilustrasi - Luis Milla, Park Hang Seo, Akira Nishino (Bola.com/Decika Fatmawaty)

Bola.com, Yogyakarta - Masa depan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong kembali menjadi perbincangan hangat. Kabar berembus Piala Asia 2023 bakal jadi panggung terakhir pelatih asal Korea Selatan itu bersama skuad Garuda.

Kontrak juru taktik berusia 52 tahun itu kadaluwarsa pada Desember 2023. Namun, Shin Tae-yong akan tetap menjadi nakhoda Timnas Indonesia hingga 2024, atau sampai turnamen antarnegara di Asia itu berakhir pada Februari tahun depan.

Advertisement

Rumor hengkangnya Shin Tae-yong muncul setelah mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu angkat bicara soal kontraknya dengan Timnas Indonesia di salah satu media Korea Selatan. Shin mengaku akan dibebastugaskan setelah Piala Asia 2023.

"Saya berkomunikasi baik dengan Erick Thohir, saya harus menyelesaikan tugas yang saya lakukan. Saya akan bekerja hingga Piala Asia," kata Shin Tae-yong dilansir dari besteleven.com.

"Indonesia punya banyak fans luar biasa. Makanya saya hanya bisa menyesali kegagalan menggelar Piala Dunia U-20. Saya paham bagaimana penyesalan tersebut. Saya mau menenangkannya di Piala Asia Januari tahun depan," tekadnya.

Timnas Indonesia akan berjuang di Piala Asia 2023 yang berlangsung di Qatar pada 12 Januari hingga 10 Februari 2024. Skuad Garuda tergabung di Grup D dan bakal bersaing dengan Jepang, Irak, serta Vietnam.

Pada ajang tersebut PSSI memberikan target khusus kepada Shin Tae-yong. Namun, soal target yang dibebankan kepada eks pelatih Seongnam Ilhwa Chunma itu, PSSI enggan membocorkannya kepada publik.

Nah, seandainya target yang dicanangkan tidak terwujud, bukan tidak mungkin PSSI memutuskan untuk menyudahi kerja sama dengan pelatih kelahiran Yeongdeok, Gyeongbuk, Korea Selatan tersebut.

Bola.com merangkum tiga sosok pelatih asing calon pengganti Shin Tae-yong yang sepadan dan cocok untuk menukangi Timnas Indonesia. Siapa saja mereka? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

2 dari 4 halaman

Luis Milla

Pelatih Persib Bandung, Luis Milla, saat wawancara di Graha Persib, Bandung, Selasa (11/10/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pertama ada Luis Milla Aspas. Pelatih asal Spanyol itu pernah menangani Timnas Indonesia pada medio 2017 hingga 2018. Meski cuma seumur jagung, di bawah kepelatihan Milla permainan Garuda menunjukkan progres yang oke.

Salah satu momen yang tidak terlupakan yaitu ketika Indonesia jadi tuan rumah Asian Games 2018. Bermaterikan pemain muda, mantan pemain Real Madrid itu sukses membawa Timnas Indonesia lolos ke 16 besar dengan status juara grup.

Berada di bawah asuhannya, skuad Garuda menunjukkan penampilan apik sepanjang gelaran Asian Games 2018. Sayang, Indonesia harus mengubur mimpi lolos ke babak perempat final setelah kalah adu penalti dari Uni Emirat Arab.

Satu-satunya prestasi yang dipersembahkan Luis Milla yakni membawa skuad Garuda Muda merebut medali perunggu SEA Games 2017. Berbekal pengalaman itulah eks pelatih Timnas Spanyol U-21 itu bisa menjadi suksesor Shin Tae-yong.

Plus pelatih berusia 57 tahun itu kini tengah menangani tim raksasa Liga 1, Persib Bandung. Tentu jadi sedikit keuntungan apabila Luis Milla balik ke Timnas Indonesia, sebab ia sudah memahami karakter pemain Indonesia lebih jauh lagi.

3 dari 4 halaman

Akira Nishino

Pelatih Thailand U-22, Akira Nishino, memberikan instruksi saat melawan Timnas Indonesia U-22 pada laga SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Selasa (26/11). Indonesia menang 2-0 atas Thailand. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kandidat selanjutnya adalah Akira Nishino. Sosok Akira belakangan ini menjadi perbincangan publik karena disebut-sebut bakal menjadi Direktur Teknik PSSI menggantikan posisi Indra Sjafri.

Teranyar, pelatih berusia 68 tahun itu masuk bursa calon pengganti Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Akira Nishino memiliki rekam jejak cukup mentereng di dunia racik strategi.

Dia sempat dipercaya Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) untuk membesut Timnas Jepang di Piala Dunia 2018. Kiprah Samurai Biru di Piala Dunia 2018 Rusia juga tidak buruk-buruk amat.

Akira Nishino sukses membawa timnya lolos ke babak 16 besar. Sayang, Jepang gagal melaju ke perempat final setelah kandas di tangan Belgia.

Akira Nishino punya nama besar di sepak bola Jepang. Tidak hanya di tim nasional, Nishino mengukir beberapa prestasi mentereng di level klub bersama Gamba Osaka pada medio 2002 hingga 2011.

Peraih gelar Japan Football Hall of Fame pada 2019 itu bisa menjadi opsi terbaik jika Shin Tae-yong benar-benar bercerai dengan Timnas Indonesia.

Kebetulan, Akira Nishino kini sedang menganggur setelah kali terakhir melatih Timnas Thailand pada 2021 silam.

4 dari 4 halaman

Park Hang-seo

Pelatih Vietnam, Park Hang-seo pada sesi konferensi pers usai pertandingan melawan Timnas Indonesia di semifinal Piala AFF 2022. (Bagaskara Lazuardi/Bola.com)

Nama selanjutnya tentu tak asing bagi pecinta sepak bola Tanah Air. Sosok pelatih yang dimaksud adalah Park Hang-seo, mantan juru taktik Timnas Vietnam.

Tentu bakal jadi sebuah kejutan seandainya Park Hang-seo menggantikan Shin Tae-yong di kursi kepelatihan Indonesia. Mengingat semasa membesut Vietnam, Park Hang-seo kerap menjadi momok Timnas Indonesia yang dilatih Shin Tae-yong.

Kualitas Park Hang-seo di persepakbolaan Asia Tenggara tak perlu diragukan lagi. Menangani Vietnam per September 2017 hingga Januari 2023, pelatih asal Korea Selatan itu menjadikan The Golden Star Warriors salah satu kekuatan terbaik Asia Tenggara, bahkan di level Asia.

Sederet trofi bergengsi berhasil dipersembahkan pelatih berkaca mata itu. Mulai dari kampiun Piala AFF 2018, medali emas SEA Games 2019 dan 2021.

Kemudian runner-up Piala Asia U-23 2018, peringkat keempat Asian Games 2018, tembus perempat final Piala Asia 2019, hingga semifinal Piala AFF 2020.

Selain torehan gelar, peringkat Vietnam pun mengalami kenaikan signifikan. Mereka melesat naik ke posisi 96 dunia dan menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang masuk 100 besar ranking FIFA. Padahal sebelumnya, Vietnam cuma berada di posisi 134 dunia.

Berita Terkait