3 Pelatih Lokal yang Layak Jadi Kandidat Pengganti Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

oleh Radifa Arsa diperbarui 28 Mei 2023, 08:30 WIB
Timnas Indonesia - Indra Sjafri, Aji Santoso, Rahmad Darmawan (Bola.com/Decika Fatmawaty)

Bola.com, Jakarta - PSSI harus segera mengambil ancang-ancang mencari sosok pengganti Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Jika kandidatnya adalah pelatih lokal, ada beberapa nama yang patut dan layak dipertimbangkan.

Masa kerja Shin Tae-yong sebagai juru taktik Timnas Indonesia segera memasuki akhir cerita. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal mengakhiri tugasnya setelah Piala Asia 2023.

Advertisement

Sebetulnya, kontrak Shin Tae-yong akan berakhir pada Desember 2023. Namun, dia dan PSSI sepakat untuk melanjutkan penugasannya bersama Timnas Indonesia hingga 2024, tepatnya setelah Piala Asia 2023 bergulir.

"Saya berkomunikasi dengan Erick Thohir dengan baik, saya harus menyelesaikan tugas yang harus saya lakukan. Saya akan bekerja hingga Piala Asia," kata Shin Tae-yong seperti dikutip dari Besteleven.

Sejauh ini, bursa kandidat pelatih terbaru Timnas Indonesia memang masih belum bergulir. Namun, PSSI sebetulnya juga bisa mempertimbangkan sejumlah juru taktik lokal untuk menangani skuad Garuda. Berikut ini Bola.com menyajikan ulasannya.

 

2 dari 4 halaman

Indra Sjafri

Selebrasi pelatih Indra Sjafri bersama para pemain Timnas Indonesia U-22 setelah berakhirnya laga semifinal cabor sepak bola SEA Games 2023 menghadapi Vietnam di Olympic National Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Sabtu (13/5/2023). Timnas Indonesia menang 3-2 dan memastikan lolos ke partai final. (Bola.com/Abdul Aziz)

Sejumlah prestasi yang sudah berhasil dipersembahkan Indra Sjafri selama menjabat sebagai juru taktik tim nasional di level junior, membuatnya jadi kandidat terbaik untuk naik level.

Dari sederet pelatih lokal yang punya prestasi impresif, Indra Sjafri memang jadi salah satu sosok yang punya kisah sukses, terutama di level tim nasional. Jauh sebelum meraih medali emas SEA Games 2023.

Beberapa prestasi lainnya yang diraih Direktur Teknik (Dirtek) PSSI itu ialah membawa Timnas U-19 menjuarai Piala AFF U-19 2013, hingga juara bersama Timnas U-23 di Piala AFF U-23 2019.

Kiprah pelatih asal Sumatera Barat tersebut memang tak begitu mentereng di level klub. Sebab, sebagian besar pencapaian suksesnya justru dibukukan ketika mendapat tanggung jawab dari PSSI.

Itulah sebabnya, pelatih berusia 60 tahun itu menjadi salah satu sosok juru taktik lokal yang dianggap layak untuk maju dalam bursa calon pelatih Timnas Indonesia saat masa kerja Shin Tae-yong berakhir.

 

3 dari 4 halaman

Aji Santoso

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Yoppy Renato)

Selanjutnya, pelatih lokal berpengalaman yang patut diperhitungkan sebagai calon juru taktik Timnas Indonesia, setelah Shin Tae-yong mengakhiri kontraknya ialah nakhoda Persebaya Surabaya.

Mantan pemain andalan Timnas Indonesia itu punya rekam jejak yang cukup mentereng di dunia racik strategi sejak mencatatkan debutnya di kancah profesional bersama Persik Kediri pada medio 2009.

Selama beberapa tahun terakhir, pelatih asal Malang, Jawa Timur, tersebut menjadi satu-satunya nama lokal yang mampu bertahan di persaingan papan atas. Dia mampu bersaing dengan pelatih-pelatih asing yang mulai membanjiri sepak bola Indonesia.

Pada Liga 1 2019 misalnya, pelatih yang telah mengantongi lisensi AFC Pro itu sukses membawa Persebaya Surabaya duduk di peringkat kedua. Lalu, musim 2021/2022 berada di peringkat kelima, dan sempat turun ke urutan enam pada 2022/2023.

Di level tim nasional, lelaki berusia 53 tahun tersebut juga punya pengalaman mengasuh Timnas Indonesia U-23, baik sebagai asisten maupun pelatih kepala.

 

4 dari 4 halaman

Rahmad Darmawan

Pelatih Barito Putera, Rahmad Darmawan, memberikan keterangan saat konferensi pers jelang pertandingan melawan Persikabo 1973. (Bola.com/Nandang Permana)

Pelatih lokal lainnya yang punya pengalaman panjang dan kisah sukses yang mentereng di dunia sepak bola Indonesia ialah Rahmad Darmawan. Sosok ini juga layak diajukan sebagai calon pelatih Timnas Indonesia.

Selama beberapa tahun terakhir, prestasi Rahmad Darmawan memang tak begitu membanggakan. Dia harus bolak-balik mencari klub baru setelah gagal membawa timnya berprestasi.

Namun, jika berbicara soal pencapaian, kiprah RD tak perlu diragukan lagi. Lelaki asal Metro, Lampung, itu sudah beberapa kali membawa timnya meraih gelar juara di kasta tertinggi.

Beberapa catatan prestasinya ialah juara Liga Indonesia 2005 bersama Persipura Jayapura. Prestasi serupa juga mampu diukir purnawirawan perwira TNI AL itu bersama Sriwijaya FC pada Liga Indonesia 2007/2008.

Selain level klub, dia juga pernah mendapat kepercayaan PSSI untuk menangani tim nasional. Hasilnya, ada dua medali perak SEA Games edisi 2011 dan 2013 yang sukses diraih bersama Timnas U-23.

Berita Terkait