Menang Edisi Tahun Lalu, Fabio Quartararo Kok Pesimistis Menuju MotoGP Jerman 2023

oleh Hendry Wibowo diperbarui 15 Jun 2023, 10:45 WIB
Pembalap Yamaha, Fabio Quartararo. (AFP/Gabriel Bouys)

Bola.com, Jakarta - Seri berikutnya MotoGP 2023 berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Jerman, akhir pekan ini.

Di atas kertas, jelang MotoGP Jerman, nama pembalap Yamaha Fabio Quartararo layak jadi unggulan. Maklum ia merupakan pemenang balapan di Sachnsenring tahun lalu.

Advertisement

Namun jelang MotoGP Jerman 2023, Fabio Quartararo justru bersikap skeptis. Menurutnya sangat berlebihan dirinya pasang target tinggi di Sachsenring usai menjalani balapan buruk di Mugello, Italia, akhir pekan lalu.

Pada MotoGP Italia 2023, Fabio Quartararo hanya finis sebelas. Padahal di balapan sama tahun lalu, ia bisa finis runner-up.

2 dari 4 halaman

Bukan Jaminan

Fabio Quartararo. (AFP/Karim Jaafar)

Oleh karena itulah, Fabio Quartararo beranggapan raihan musim lalu di MotoGP Jerman bukan jaminan dirinya bisa kompetitif lagi pada edisi 2023. 

"Sulit mengharapkan sesuatu di Jerman ketika Anda melakukan balapan seperti di Mugello," kata Fabio Quartararo.

"Kami kehilangan kekuatan saat menikung, khususnya di tikungan terakhir Sirkuit Mugello." 

"Sachsenring adalah trek di mana Anda harus banyak berbelok. Jadi semoga kita benar-benar dapat menemukan sesuatu di Jerman," lanjut pembalap asal Prancis itu. 

3 dari 4 halaman

15 Detik

Pada MotoGP Italia 2023, Fabio Quartararo finis posisi sebelas tapi dengan catatan waktu 15,165 detik ketimbang edisi tahun 2022. 

Hal di atas adalah bukti nyata bahwa semua pembalap Yamaha memang sedang tidak baik-baik saja. Penurunan motor Yamaha YZR-M1 jadi penyebabnya.

Ketika ditanya soal catatan di atas, Fabio Quartararo membeberkan ada faktor penyebab pergantian kompon ban yang membuatnya sangat lambat pada balapan MotoGP Italia 2023. 

 

4 dari 4 halaman

Gara-gara Kompon Ban

Sebelumnya pada Sprint Race hari Sabtu, ia memakai ban kompon lunak. Namun di hari Minggu, juara dunia MotoGP 2021 itu memutuskan beralih ke ban medium. 

"Sangat sulit. Saya merasa lebih baik gunakan ban lunak. Tapi kami bicara dengan tim, hasilnya ban lunak tidak cocok untuk balapan hari Minggu," ujar Quartararo. 

"Akhirnya kami memilih ban medium yang buat saya bukan keputusan terbaik. Kami mengambilnya dan ternyata sangat sulit," tambahnya. 

Sumber: Crash

Berita Terkait