Misteri Silenzio Stampa Semua Pembalap Yamaha usai Balapan MotoGP Thailand: Bungkam demi Kebaikan

Fabio Quartararo jadi pembalap terbaik Yamaha pada balapan MotoGP Thailand 2026 tapi hanya finis ke-14. Dia menyentuh garis finis hampir 30 detik di belakang pemenang balapan, Marco Bezzecchi.

Bola.com, Jakarta - Silenzio Stampa adalah bahasa Italia yang punya makna aksi tutup mulut kepada media merupakan istilah yang sangat familiar di ajang sepak bola Serie A. 

Nah Silenzio Stampa ini diterapkan tim Yamaha kepada semua pembalapnya pada balapan MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Buriram. 

Apa penyebabnya? Salah satu anggota tim pabrikan asal Yamaha itu menilai keputusan tersebut dinilai yang terbaik mengingat suasana hati Fabio Quartararo.

Total dua tim Yamaha: pabrikan dan Pramac Racing hanya mampu mengumpulkan total tiga poin di Buriram ketika semua melakukan debut balapan MotoGP menggunakan mesin V4.

Fabio Quartararo jadi pembalap terbaik Yamaha tapi hanya finis ke-14. Dia menyentuh garis finis hampir 30 detik di belakang pemenang balapan, Marco Bezzecchi.

 

 

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kenapa Yamaha Terapkan Silenzio Stampa?

Fabio Quartararo, juara dunia MotoGP 2021 itu sebelumnya mampu membawa motor M1 musim lalu meraih lima pole position, namun pada kualifikasi MotoGP Thailand, ia bahkan gagal menembus sesi Q2.

Diyakini sebagai musim terakhirnya bersama Yamaha karena Quartararo akan bergabung dengan Honda pada 2027 diprediksi berlangsung panas dan penuh ketegangan.

Dalam wawancara dengan Motorsport Espana, seorang sumber anonim dari Yamaha mengungkapkan bahwa Quartararo sangat marah setelah balapan, sehingga pembatalan sesi media dianggap sebagai langkah tepat.

Fabio Quartararo Frustrasi

Jika Fabio Quartararo berbicara sebelum emosinya mereda, hal itu berpotensi menimbulkan kekacauan. "Fabio menyelesaikan balapan dalam kondisi sangat marah," ujar anggota tim itu.

"Lebih baik bagi tim jika dia tidak mengatakan apa pun, karena dia bisa saja membuat situasi menjadi sangat rumit," tambah sumber tersebut. 

Satu-satunya sisi positif bagi Yamaha adalah keempat motor mereka berhasil menyentuh garis finis. Namun, rekaman video menunjukkan Quartararo mungkin mengalami masalah mesin dalam perjalanan kembali ke garasi setelah balapan.

Video Populer

Foto Populer